• Home
  • Dumai
  • Bagaimana Program UHC Mencakup Jamkes 98 Persen Warga Dumai
Minggu, 10 September 2023 15:14:00

Bagaimana Program UHC Mencakup Jamkes 98 Persen Warga Dumai

globalriau.com -  Sabtu sore kemarin tidak ada yang aneh pada Agus yang asyik menghabiskan waktu bersama keluarga dan anak -anak. Namun seketika pria paruh baya itu merasakan sesuatu terjadi pada tubuhnya, dadanya mulai terasa sesak serta sulit bernafas.
 
Anggota keluarga yang menyadari sesuatu terjadi pada Agus sontak memberikan penanganan kesehatan sesegera mungkin. Sang istri Elin dengan cepat berlari mengambil segelas air putih sembari memanggil anggota keluarga lainnya melalui sambungan seluler, berharap agar suaminya dapat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
 
Berselang 15 menit, Agus berhasil dibawa ke RSUD dan mendapatkan layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun persoalan baru muncul, ternyata Agus belum terdaftar sebagai peserta layanan kesehatan atau BPJS yang seyogyanya wajib dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.
 
Seketika, Elin berdiskusi dengan salah seorang petugas di RSUD berpakaian perawat, dari hasil diskusi tersebut Elin diarahkan untuk menemui dua petugas Dinas Kesehatan yang telah ditempatkan di salah satu pojok pada ruangan IGD yang bertugas mendaftarkan masyarakat kepada layanan kesehatan BPJS, agar bisa langsung digunakan dalam waktu 1x24 jam.
 
Tidak menunggu waktu lama Elin menjemput sejumlah dokumen administrasi kependudukan seperti KK dan KTP suaminya lantas menemui dua petugas Dinkes tersebut. 
 
"Alhamdulillah, suami saya sudah berhasil di daftarkan menjadi peserta jaminan kesehatan pemerintah untuk kelas III, saya sangat bersyukur ada orang-orang yang sudah dipersiapkan disini untuk membantu dan mengarahkan kami," ungkap Elin.
 
Setelah berhasil terdaftar di BPJS, Elin mengaku sedikit tenang karena biaya penanganan kesehatan sang suami telah ditanggung BPJS pemerintah.
 
Elin merupakan salah satu dari ratusan ribu warga Dumai yang resmi mendapat dan merasakan program Universal Health Coverage (UHC) dari pemerintah Kota Dumai.
 
Kepala Dinas Kesehatan, dr Syaiful MKM, menerangkan bahwa UHC merupakan sistem jaminan kesehatan yang memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
 
"Setiap masyarakat Dumai berhak mendapatkan program UCH dan jaminan kesehata dimana saja dan kapan saja membutuhkan pelayanan kesehatan baik di dalam maupun di luar kota," terangnya.
 
Dumai salah satu daerah di Provinsi Riau yang mendapat predikat UHC oleh pemerintah pusat. Atas pencapaian tersebut pemerintah melalui Dinas Kesehatan melalukan berbagai pertemuan guna percepatan capaian UHC dalam kurun waktu beberapa bulan berhasil mencakup 98 persen masyarakat.
 
Guna mensukseskan program tersebut, pemerintah mengalokasikan sebesar 38 miliar pada 2022 dan 30 miliar pada APBD murni 2023. Dijelaskan Syaiful alokasi tersebut berhasil diserap 100 persen dengan pembiayaan setiap bulannya untuk 98 persen masyarakat yang sudah mendapatkan jaminan kesehatan (BPJS).
 
"Untuk warga Dumai yang membutuhkan layanan kesehatan diluar kota dan belum memiliki jaminan kesehatan akan difasilitasi dengan cara menghubungi JKN Centre dengan pelayanan prima dan langsung bisa dinikmati oleh masyarakat," pungkasnya.
 
Atas capaian hampir 100 persen UHC tersebut, pemerintah Dumai berhasil raih penghargaan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (14/03) silam.
 
Dengan tercapainya UHC, Wapres RI mengapresiasi komitmen pemda, khususnya dalam melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
 
Kota Dumai sendiri sangat komit terhadap bidang kesehatan, salah satunya dibuktikan dengan realisasi Khidmat Kesehatan yang manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat Dumai.
 
Maka dari itu, Pemko Dumai sukses mencapai cakupan semesta jaminan kesehatan atau Universal Health Coverage. 
 
Terhitung sejak 1 Maret 2023, sebanyak 323.892 jiwa penduduk Kota Dumai telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari total jumlah penduduk 331.445 jiwa atau sebesar 97,72%. 
 
Artinya, hampir seluruh warga masyarakat di Kota Dumai telah memiliki payung perlindungan untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan.**
Share
Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Nyaris Menang di Bekasi, PSPS Pekanbaru Tertahan 1-1 Usai Penalti Gamaroni Digagalkan

    Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, tetap menyambut positif hasil tersebut. Ia bersyukur timnya masih mampu membawa pulang satu poin dari pertandingan tandang yang berlangsung ke
  • 2 hari lalu

    Semarak Bulan Bahasa di Meranti, 108 Pelajar Unjuk Kemampuan Lestarikan Sastra Melayu

    Kegiatan yang melibatkan pelajar dari 51 SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut menjadi wadah pengembangan kreativitas, kecakapan berbahasa, sekaligus upaya menjaga warisan sa
  • 2 hari lalu

    BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Sembilan Wilayah di Riau, Dumai Terdeteksi Dua Hotspot

    Forecaster On Duty BMKG, Yudhistira Mawaddah, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca, hujan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, Rokan
  • 2 hari lalu

    14 Penerima Beasiswa Pemko Dumai Lulus, Sekda Hadiri Wisuda XXIII PCR

    Bukti nyata dari program tersebut terlihat dengan keberhasilan 14 mahasiswa penerima Beasiswa Pemerintah Kota Dumai yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan mengikuti Sidang Terb
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.