• Home
  • Dumai
  • Dinkes Dumai Ajak Warga Tak Tunggu Sakit untuk Cek Kesehatan
Senin, 14 September 2026 10:38:00

Dinkes Dumai Ajak Warga Tak Tunggu Sakit untuk Cek Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, MKM

DUMAI – Sehat bukan sekadar merasa tidak sakit. Banyak penyakit justru berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas hingga kondisinya semakin berat. Karena itu, memeriksakan kesehatan secara berkala menjadi langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi tubuh lebih awal.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, MKM, saat menghadiri kegiatan Tracing TB terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis (TB) di Kota Dumai, Senin (14/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Pelataran Masjid Nurul Yakin, Jalan Paus, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, dengan melibatkan jajaran tenaga kesehatan dan kader TB komunitas.

Di tengah masyarakat, dr. Syaiful mengingatkan bahwa kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin penting untuk membangun kesadaran hidup sehat sekaligus mengetahui potensi penyakit sedini mungkin.

“Saat ini sebagian besar masyarakat masih sangat jarang atau bahkan tidak pernah melakukan pengecekan kesehatan secara rutin. Akibatnya tak jarang penyakit mereka baru ditemukan atau diketahui saat kondisi sudah parah atau bahkan sudah terlambat untuk dapat ditangani. Padahal kita bisa melakukan pengecekan kesehatan secara berkala ke Puskesmas,” ujar dr. Syaiful.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan bukan semata-mata dilakukan ketika seseorang sudah merasakan keluhan. Pemeriksaan secara berkala dapat memberikan informasi mengenai status kesehatan, membantu mendeteksi penyakit lebih dini, serta menjadi dasar untuk memperoleh penanganan yang sesuai apabila ditemukan masalah kesehatan.

Jemput Bola Temukan Kasus TB

Upaya pemeriksaan kesehatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Dinkes Dumai dalam meningkatkan penemuan kasus TB melalui kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Dumai, Eztry Yendra, SKM, MPH, mengatakan kegiatan tracing diarahkan untuk menemukan kasus TB sedini mungkin sehingga penularan di masyarakat dapat ditekan.

“Kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG dalam rangka peningkatan penemuan kasus TB di wilayah Kota Dumai bertujuan untuk menurunkan angka penularan,” jelas Yendra.

Tracing dilakukan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan penderita TB maupun masyarakat yang memiliki risiko terpapar penularan.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula langkah penanganan dan pencegahan penularan dapat dilakukan.

Sasar 6.700 Warga di 67 Lokus

Program tracing TB terintegrasi CKG dijadwalkan berlangsung hingga November 2026.

Dinkes Kota Dumai menargetkan pelaksanaan kegiatan di 67 lokus, dengan sasaran pemeriksaan sebanyak 100 orang pada setiap lokus.

Hingga saat ini, kegiatan telah dilaksanakan di 33 lokus yang tersebar pada 10 wilayah kerja puskesmas di Kota Dumai.

“Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sampai bulan November dengan target 67 lokus, di mana per lokus diperiksa 100 orang. Sampai saat ini sudah berlangsung sebanyak 33 lokus, yang tersebar di 10 wilayah kerja Puskesmas di Kota Dumai,” kata Yendra.

Dengan target tersebut, sedikitnya 6.700 pemeriksaan ditujukan untuk menjangkau masyarakat di berbagai lokus pelaksanaan program.

Libatkan Tenaga Kesehatan dan Kader

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan berbagai unsur pelayanan kesehatan dan komunitas.

Hadir mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai di antaranya Kabid P2P Dinkes Kota Dumai Eztry Yendra, SKM, MPH, Kepala Puskesmas Dumai Barat dr. Ivanny Octovianty, PjTB Puskesmas Dumai Barat Ns. Nurmilah Nst, serta kader TB komunitas PKBI Cabang Kota Dumai, Vivi Sari Ginting.

Keterlibatan kader komunitas menjadi bagian penting dalam menjangkau masyarakat secara lebih dekat. Kader membantu membangun komunikasi dengan warga sekaligus mendukung upaya penemuan dan pencegahan TB di lingkungan masyarakat.

Melalui integrasi tracing TB dengan CKG, Dinkes Dumai terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat: jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengenali kondisi kesehatan lebih awal. Dengan deteksi dini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan edukasi, pemantauan, dan penanganan yang sesuai.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang mencegah, menemukan lebih awal, dan mengambil langkah tepat sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.(Infotorial)

Share
Komentar
Copyright © 2026 . All Rights Reserved.