Selasa, 22 September 2026 10:24:00
Dinkes Dumai dan PKBI Perkuat Kolaborasi, Bidik Capaian TPT Tertinggi di Riau
DUMAI – Dari sebuah ruang pertemuan yang dipenuhi aktivitas validasi data, lahir komitmen besar untuk memperkuat pencegahan tuberkulosis (TBC) di Kota Dumai.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Kota Dumai memperkuat kolaborasi dalam pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan validasi data yang berlangsung Selasa (22/9/2026).
Tak sekadar mengejar target, kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan capaian pemberian TPT hingga menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Riau. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penularan TBC sekaligus mendukung target Kota Dumai bebas TBC pada 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, MKM melalui Subkoordinator Seksi P3M, Santi Zen, didampingi Wasor TB Nadila Nusirwan, menyampaikan optimisme terhadap capaian tersebut.
Santi mengakui, hingga September 2026 capaian pemberian TPT di Kota Dumai masih berada di bawah 50 persen dari target. Namun, kondisi tersebut justru menjadi pemacu untuk memperkuat intervensi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PKBI.
“Capaian TPT Dumai per September masih di bawah 50 persen dari target. Namun, adanya kolaborasi dengan PKBI Cabang Kota Dumai, kita sangat optimis meraih target. Bahkan memperoleh capaian tertinggi di Provinsi Riau,” ujar Santi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada angka capaian, tetapi juga memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya TPT sebagai salah satu upaya mencegah berkembangnya TBC.
“Dengan kolaborasi ini juga memperkuat komitmen untuk bersama-sama melakukan intervensi TB, terutama dalam mengedukasi masyarakat pentingnya TPT dalam mencegah penularan TB,” lanjutnya.
Perkuat Dukungan untuk Kader
Untuk memastikan strategi berjalan di lapangan, Dinkes Dumai juga memberikan perhatian terhadap dukungan logistik TPT.
Ketersediaan logistik menjadi salah satu faktor penting agar kader PKBI maupun petugas layanan dapat memberikan TPT kepada sasaran tanpa terkendala ketersediaan obat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap para kader yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Selain dukungan logistik, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terus dilakukan. Wasor TB Dinkes Kota Dumai, Nadila Nusirwan, mengatakan peningkatan cakupan TPT memiliki peran penting dalam mendukung target eliminasi TBC.
“Selain itu, edukasi dan menumbuhkan kesadaran yang baik untuk melakukan TPT TB terus dilakukan. Ketika capaian TPT TB-nya tinggi, tentunya akan mendorong terwujudnya Kota Dumai bebas TB pada tahun 2030,” jelas Nadila.
Target tersebut sejalan dengan target nasional eliminasi TBC pada 2030. Upaya penanggulangan TBC di Kota Dumai juga diperkuat melalui integrasi program TBC dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Melalui integrasi tersebut, skrining aktif atau Active Case Finding (ACF) dilakukan bersamaan dengan layanan CKG, baik di fasilitas kesehatan maupun di tengah komunitas.
“Melalui integrasi ini, skrining aktif (Active Case Finding/ACF) dilakukan bersamaan dengan layanan CKG, baik di fasilitas kesehatan maupun komunitas. Strategi ini juga disertai pemberian TPT untuk kontak erat pasien,” paparnya.
37 dari 67 Lokus Sudah Dilaksanakan
Hingga 22 September 2026, kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG telah dilaksanakan di 37 dari total 67 lokus.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinkes Dumai menargetkan sekitar 2.000 orang untuk menjalani pemeriksaan X-Ray sebagai bagian dari upaya menemukan kasus TBC secara lebih dini.
Strategi ini menunjukkan bahwa penanggulangan TBC tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami gejala atau datang berobat, tetapi juga melalui upaya aktif menemukan kasus di masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes Dumai tidak bekerja sendiri. PKBI Cabang Kota Dumai turut dilibatkan melalui jejaring kader yang berperan dalam membantu intervensi dan edukasi di lapangan.
“Peran kader-kader PKBI sangat kami butuhkan untuk membantu,” ungkap Santi.
Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan kader menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan intervensi TBC.
Dengan memperkuat pemberian TPT, meningkatkan edukasi, memastikan ketersediaan logistik, serta mengintegrasikan skrining TBC dengan layanan CKG, Dinkes Dumai terus mendorong langkah pencegahan yang lebih aktif dan terarah.
Semua upaya tersebut diarahkan pada satu tujuan: mempercepat terwujudnya Kota Dumai bebas TBC pada 2030.(infotorial)






