• Home
  • Dumai
  • Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Dumai Barat
Jumat, 04 September 2026 10:26:00

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Dumai Barat

(ANTARA/HO-Smart)
Penyerahan materi penyuluhan kesehatan kepada kader posyandu sebagai bagian dari dukungan edukasi mengenai gizi dan pencegahan stunting di Kecamatan Dumai Barat Ratna, salah satu peserta, mengatakan kegiatan tersebut membantu dirinya memahami yang lebih b

DUMAI – Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya dilakukan di fasilitas kesehatan. Peran keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga dunia usaha menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Semangat kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sinergi PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Sinar Mas, dan Pemerintah Kota Dumai dalam mendukung pencegahan stunting di Kecamatan Dumai Barat.

Program tersebut diwujudkan melalui pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak dengan kondisi stunting dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), sekaligus penyuluhan kesehatan mengenai gizi seimbang, deteksi dini stunting, serta pengolahan makanan tambahan bergizi.

Program ini menyasar 33 anak dengan kondisi stunting dan enam ibu hamil dengan KEK yang sebelumnya telah didata melalui kolaborasi pemerintah daerah, kader posyandu, dan tenaga kesehatan.

Sebanyak 40 paket PMT diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat. Paket tersebut berisi sejumlah bahan pangan bergizi, di antaranya telur, kacang hijau, susu, biskuit fortifikasi, dan sayuran segar.

Pemberian makanan tambahan direncanakan berlangsung secara berkala selama tiga bulan dengan pendampingan kader posyandu dan tenaga kesehatan. Setelah periode tersebut, perkembangan penerima manfaat akan dievaluasi untuk melihat efektivitas intervensi yang telah dilakukan.

Apabila masih terdapat anak yang membutuhkan intervensi lanjutan atau ibu hamil dengan KEK yang masih memerlukan dukungan, program PMT dapat dilanjutkan untuk periode berikutnya.

Tak Hanya Beri Makanan, Tapi Juga Edukasi

Intervensi pencegahan stunting dalam program ini tidak berhenti pada pemberian makanan tambahan.

Para ibu hamil dan ibu yang memiliki balita juga mendapatkan penyuluhan kesehatan dari tim medis Puskesmas Purnama. Selama sekitar dua jam, peserta memperoleh edukasi mengenai kebutuhan gizi, pencegahan stunting, hingga cara mengolah makanan tambahan agar tetap bergizi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi tanya jawab turut menjadi bagian dari kegiatan. Melalui interaksi tersebut, peserta dapat menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan pemenuhan gizi ibu dan anak.

Salah seorang peserta, Ratna, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya memperhatikan kandungan gizi makanan yang diberikan kepada anak.

“Dari kegiatan ini saya jadi lebih paham bahwa pencegahan stunting bukan hanya soal memberi anak makan, tetapi juga memperhatikan kandungan gizinya. Penjelasan yang diberikan membantu saya memahami pilihan makanan yang lebih baik untuk keluarga, dan bantuan makanan tambahan ini juga sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Tumbuh Kembang Terus Dipantau

Untuk memastikan intervensi memberikan manfaat, penerima program juga akan mendapatkan pemantauan selama pelaksanaan kegiatan.

Kepala Puskesmas bersama manajemen akan melakukan monitoring secara berkala. Pada anak, pemantauan dilakukan melalui pengukuran pertumbuhan, seperti berat badan serta panjang atau tinggi badan, sehingga perkembangan pertumbuhan dan status gizinya dapat diketahui.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Saiful, mengapresiasi dukungan PT Ivo Mas Tunggal dan Yayasan Buddha Tzu Chi dalam memperkuat upaya pencegahan stunting di Kecamatan Dumai Barat.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Pemenuhan asupan gizi harus berjalan beriringan dengan edukasi keluarga, pemantauan tumbuh kembang, serta pendampingan secara berkelanjutan.

Kolaborasi berbagai pihak, lanjutnya, menjadi kekuatan penting untuk memastikan intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berkesinambungan.

Peran Kader dan Kelurahan Sangat Penting

Sementara itu, Camat Dumai Barat, Indra Oemar, menilai keterlibatan perangkat kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), kader posyandu, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam memastikan program menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, para pihak tersebut memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga lebih memahami kondisi dan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

“Peran lurah, LPMK, kader posyandu, dan tenaga kesehatan sangat penting karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi di wilayah masing-masing. Dengan pendataan yang baik, bantuan dan edukasi dapat diberikan kepada warga yang memang membutuhkan. Kami berharap program seperti ini dapat diperluas ke seluruh kelurahan di Kecamatan Dumai Barat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak keluarga,” ujarnya.

Dari sisi dunia usaha, Department Head HRGA PT Ivo Mas Tunggal, Voukhe Kalangi, mengatakan pencegahan stunting merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Pencegahan stunting membutuhkan perhatian dan tindakan bersama. Pemenuhan gizi sejak dini merupakan langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan membangun generasi yang lebih sehat. PT Ivo Mas Tunggal berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam upaya ini bersama pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama “Dumai Barat Bebas Stunting” sebagai penanda komitmen lintas sektor untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.

Deklarasi ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, perusahaan, yayasan, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga keluarga memiliki peran masing-masing dalam memastikan ibu dan anak mendapatkan dukungan kesehatan yang berkelanjutan.

Sebab, mencegah stunting bukan hanya tentang hari ini. Ini merupakan investasi bersama untuk memastikan anak-anak Dumai tumbuh sehat, berkembang optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik.(Infotorial)

Share
Komentar
Copyright © 2026 . All Rights Reserved.