Kamis, 08 Oktober 2026 20:56:00
Peserta PKP Angkatan II Gali Praktik Baik Pelayanan Publik di BBPOM Medan
Medan — Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II melaksanakan Studi Lapangan (Stula) ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran PKP yang bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai penyelenggaraan pelayanan publik sekaligus menggali berbagai praktik baik yang telah diterapkan BBPOM di Medan.
Studi lapangan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar secara langsung melalui observasi, berbagi pengalaman, serta diskusi mengenai pengelolaan organisasi dan inovasi pelayanan publik.
Rombongan peserta berangkat dari AIHO Hotel Medan sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di BBPOM di Medan pukul 08.00 WIB. Kedatangan peserta disambut Kepala BBPOM di Medan, Mojaza Sirait, beserta jajaran.
Kegiatan diawali sambutan dari perwakilan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja, Ira Yulita. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala BBPOM di Medan, Mojaza Sirait.
Memasuki agenda utama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil organisasi BBPOM di Medan yang disampaikan Mojaza Sirait.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai layanan publik BBPOM di Medan oleh Jufri Sibarani serta inovasi layanan publik yang disampaikan Sri Wardono.
Dalam sesi diskusi, peserta secara aktif menggali berbagai informasi mengenai isu strategis yang dihadapi BBPOM di Medan. Pembahasan mencakup proses identifikasi permasalahan, penentuan prioritas, hingga penyusunan langkah penyelesaian untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Peserta juga mendalami bagaimana organisasi mengukur keberhasilan penyebaran informasi kepada masyarakat. Hal tersebut mencakup sejauh mana informasi dapat menjangkau masyarakat, dipahami, hingga dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Salah satu perhatian peserta adalah keberlanjutan inovasi pelayanan publik. Inovasi dinilai tidak cukup hanya diluncurkan, tetapi harus terus dievaluasi dan dikembangkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa keberlanjutan inovasi membutuhkan sejumlah faktor pendukung, mulai dari komitmen pimpinan, kualitas sumber daya manusia, monitoring dan evaluasi, pengukuran dampak, hingga kemampuan organisasi menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan masyarakat.
Setelah sesi pemaparan dan diskusi, peserta kemudian melakukan kunjungan langsung ke ruang pelayanan BBPOM di Medan.
Peserta melihat fasilitas pendukung serta proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai upaya BBPOM menghadirkan pelayanan yang efektif, transparan, mudah diakses dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rangkaian studi lapangan juga dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Pangan, Laboratorium Pengujian Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan, serta Laboratorium Pengujian Kosmetik.
Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung berbagai fasilitas dan proses pengujian yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengawasan obat dan makanan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama peserta PKP Angkatan II, perwakilan LAN, Kepala BBPOM di Medan beserta jajaran.
Studi Lapangan ke BBPOM di Medan diharapkan dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi peserta PKP Angkatan II untuk kemudian diadaptasi di lingkungan kerja masing-masing.
Pembelajaran tersebut diharapkan turut mendorong lahirnya kepemimpinan yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang efektif, inovatif, responsif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.**
Share
Komentar






