• Home
  • Dumai
  • Pilkada Dumai 2020, Pendukung Paisal-Amris Bentuk Satgas Anti Money Politik
Jumat, 20 November 2020 19:27:00

Pilkada Dumai 2020, Pendukung Paisal-Amris Bentuk Satgas Anti Money Politik

DUMAI, globalriau.com - Praktek money politik (politik uang) wajib dijadikan musuh bersama dalam menciptakan Pilkada bersih 2020 di Kota Dumai. Untuk itu segala potensi mesti digerakkan guna melakukan pengawasan. Salah satunya adalah Satgas Anti Money Politik yang dibentuk partai koalisi pendukung Paisal-Amris (PAS).



"Satgas Anti Money Politik yang kita bentuk, bertugas melakukan pengawasan terhadap sejumlah titik yang berpotensi main politik uang. Di masing-masing RT kita tempatkan 2 orang Satgas," papar H Samsul Bahri, Ketua Tim Koalisi Pendukung Paisal-Amris (PAS) kepada wartawan, Jumat (20/11/20) sore tadi.

Menurut Samsul Bahri, sebelumnya Satgas Anti Money Politik telah diberi pembekalan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Mereka nantinya akan berkolaborasi dengan Banwaslu dan pihak terkait lainnya.

"Artinya, mereka bukan dalam kapasitas mengambil tindakan. Setiap temuan dan barang bukti akan dilaporkan ke Banwaslu maupun Gakkumdu. Mereka (Banwaslu atau Gakkumdu) yang berhak menangani," papar H Samsul Bahri.

Mengenai potensi money politik, menurut H Samsul Bahri sangat terbuka sekali. Apalagi pasca pandemi, ekonomi masyarakat lumayan sulit. Hanya saja pihaknya berkeyakinan, itu hanya berlaku untuk sebagian kecil masyarakat.

"Berdasarkan data survey yang kita kantongi, masyarakat Dumai yang menolak money politik sangat tinggi mencapai angka 50 persen lebih. Yang memilih karena program mencapai 20 persen lebih. Artinya, masyarakat kita sudah cerdas dalam berpolitik. Kalaupun ada, tak lebih dari 3 persen yang masih ingin diberi uang," jelas H Samsul Bahri.

Terakhir disampaikan H Samsul Bahri, pihaknya akan memberikan bonus kepada siapa saja yang berhasil menangkap atau mengungkap kasus money politik di Pilkada Dumai 2020. Bonus itu sebagai apresiasi terhadap orang-orang yang peduli terciptanya Pilkada Bersih.

"Kita sudah siapkan bonus. Ini semua kita lakukan dalam rangka memberikan pendidikan politik yang baik. Masyarakat jangan mau lagi diiming-imingi uang tidak seberapa, karena pembangunan daerah yang akan menjadi korbannya. Calon yang melakukan politik curang dengan pola main uang, pasti punya niat tidak bagus," tegas H Samsul Bahri.(red)

Share
Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Perkuat Pengasuhan 1.000 HPK, Pemko Dumai dan Tanoto Foundation Dorong Generasi Bebas Stunting

    Kesadaran inilah yang terus didorong Pemerintah Kota (Pemko) Dumai bersama Tanoto Foundation melalui penguatan pengasuhan dan stimulasi dini sebagai bagian dari upaya membangun sum
  • 3 minggu lalu

    Dispertaru Dumai Juara 1 Lomba Dekorasi Gerai MPP, Buktikan Pelayanan Publik Bisa Kreatif

    Kreativitas tersebut mengantarkan Dispertaru Kota Dumai meraih Juara 1 Lomba Dekorasi Tenant/Gerai Mal Pelayanan Publik (MPP) yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun
  • 7 hari lalu

    Wawako Sugiyarto Dengarkan Tanggapan Tujuh Fraksi Soal Ranperda Industri 2026-2046

    Seluruh fraksi sepakat menyoroti pentingnya perencanaan industri yang terstruktur, inklusif, ramah lingkungan, serta mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan eko
  • satu minggu lalu

    Tegaskan Industri untuk Kesejahteraan Rakyat, Pemko dan DPRD Dumai Bahas Ranperda RPIK 2026-2046

    Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa penyampaian Ranperda RPIK ini merupakan bagian dari agenda resmi yang telah dijadwalkan oleh Badan Musya
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.