Rabu, 30 Maret 2022 22:25:00
Seolah Kebal Hukum, Praktik Ilog Masih Marak di Kota Dumai
Foto Dok/Istimewa.
DUMAI, globalriau.com - Seolah tidak takut atau memang sudah kebal hukum, pelaku ilegal loging di Kota Dumai masih leluasa merambah hutan, bahkan menurut informasi dilapangan hal itu sudah merupakan mata pencarian sebagian warga setempat. Meski penegak hukum sempat beberapa kali melakukan penindakan.
Hasil investigasi awak media dipinggiran kota Dumai tepatnya Kecamatan Sungai Sembilan, Kelurahan Besilam Baru, kegiatan ilegal loging seolah menjadi hal biasa bagi warga setempat. Informasi dari berbagai sumber menyebutkan kegiatan itu di sponsori dan di motori oleh beberapa oknum.
Kepada awak media, eks pelaku mengakui bahwa kegiatan ini mereka lakukan sebagai mata pencarian . Namun bagaimana mereka bisa tidak terendus. Hal itu tidak terlepas dari peran sejumlah aktor yang mengatur keamanan untuk menyalurkan upeti ke sejumlah oknum.
Wajar jika kegiatan haram ini masih santer terlihat. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, puluhan hingga ratusan kubik kayu dapat dengan lancar di keluarkan dari hutan melalui jalur kanal secara terang-terangan.
Melansir Dumainet.com, Kapolres Dumai AKBP Muhamamd Kholid ketika dikonfirmasi media menyebutkan bahwa pihaknya melalui satuan reserse akan melakukan lidik.
"Nanti Kasat Serse akan lakukan lidik," jawabnya singkat.
Terpisah, menurut masyarakat setempat, kegiatan ilog ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Meski ada beberapa yang tertangkap namun sampai hari ini para penjarah hutan tersebut masih terus beraksi. Bahkan, para pelaku mempersiapkan kanal sendiri guna melangsir kayu hasil olahan dari tengah hutan.
Setelah sampai di jalanan, kayu hasil olahan tadi akan dilangsir menggunakan becak motor. Diduga modus tersebut digunakan untuk mengelabui aparat penegak hukum.
Fatahuddin SH, aktivis lingkungan di Dumai menduga aksi ilog ini sudah diatur sedemikian agar seluruh pihak menjadi tutup mata.
"Mereka pasti tidak akan berani terang-terangan begitu, jika tidak ada keterlibatan oknum diluar yang menjamin aktifitas mereka. Kita percaya dibawah kepemimpinan pak Kapolda yang baru hal ini bisa di bereskan agar lingkungan terjaga," ujarnya.
Dia menambahkan, akibat aktifitas ilog dan perambahan hutan oleh corporasi beberapa waktu lalu berdampak kepada ekosistem hutan dimana Harimau Senepis mulai menampakkan diri menyerang ternak warga.
"Hal itu tidak terlepas dari aktifitas di hutan yang sudah mengganggu ekosistem di dalamnya. Sehingga binatang yang hidup di hutan tidak lagi nyaman," jelasnya.
Lanjutnya, pelaku Ilog ini harus di berantas hingga ke akar-akarnya, jika tidak alam akan rusak, dan kehidupan kedepan nantinya akan susah.***
Share
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Kelurahan Mundam
Upaya Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam penanggulangan abrasi di Dumai tidak hanya terhenti pada penanaman 500 mangrove di Kelurahan Mundam.
Nyaris Menang di Bekasi, PSPS Pekanbaru Tertahan 1-1 Usai Penalti Gamaroni Digagalkan
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, tetap menyambut positif hasil tersebut. Ia bersyukur timnya masih mampu membawa pulang satu poin dari pertandingan tandang yang berlangsung ke
Semarak Bulan Bahasa di Meranti, 108 Pelajar Unjuk Kemampuan Lestarikan Sastra Melayu
Kegiatan yang melibatkan pelajar dari 51 SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut menjadi wadah pengembangan kreativitas, kecakapan berbahasa, sekaligus upaya menjaga warisan sa
BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Sembilan Wilayah di Riau, Dumai Terdeteksi Dua Hotspot
Forecaster On Duty BMKG, Yudhistira Mawaddah, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca, hujan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, Rokan
Komentar






