• Home
  • Dumai
  • Tim Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan 17 Calon PMI Lewat Pesisir Bengkalis
Selasa, 07 Maret 2023 15:41:00

Tim Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan 17 Calon PMI Lewat Pesisir Bengkalis

Konferensi pers oleh Danlanal Dumai, BP2MI Riau dan P4MI Dumai terkait penggagalan keberangkatan calon PMI ke Malaysia secara ilegal di Markas Lanal, Jalan Yos Sudarso, Selasa (07/03/2023).
DUMAI - Tim Gabungan F1QR Lanal Dumai, Ops Intelmar Koarmada I dan Bais TNI, Senin (06/03/2023) sekitar pukul 17.20 wib, berhasil menggagalkan keberangkatan 17 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara Ilegal di Pesisir Pantai Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
 
 
Dalam konferensi pers yang digelar di Markas Lanal Dumai, Selasa (07/03/2023) bersama BP2MI dan koordinator P4MI, Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut Stanley L menjelaskan bahwa penangkapan berhasil dilakukan setelah mendapat informasi dari agen dilapangan.
 
"Berdasarkan informasi yang diperoleh, kemudian personel gabungan melakukan pengejaran sejak pukul 15.00 wib, kemudian tiba dilokasi sekitar pukul 16.00 wib lalu melakukan penyisiran di lokasi. Tepat pukul 17.20 wib personel gabungan berhasil. Menemukan para korban yang sedang berada di titik kumpul penjemputan," jelasnya.
 
Dititik penjemputan berhasil diamankan 17 orang calon PMI yang terdiri dari 15 Laki-laki dan 2 orang perempuan. Seluruh C-PMI diamankan  Gabungan bersama barang bukti dokumen identitas, hand phone dan barang bawaan.
 
"Kepada petugas mereka mengakui akan berangkat untuk bekerja di Malaysia," ujar Danlanal.
 
Dari hasil pemeriksaan dari barang bawaan korban tidak ditemukan barang yang berbahaya dan benda ilegal lainnya. 
 
Keberhasilan penangkapan ini, kata Danlanal, tidak terlepas dari informasi masyarakat dan kerjasama tim gabungan dan antar instansi terkait di wilayah Kabupaten Bengkalis. 
 
"Komitmen TNI AL sudah sangat jelas dan tegas, tidak ada kompromi dengan segala bentuk upaya yang mengancam kedaulatan termasuk tindak pidana dan pelanggaran di laut," tegasnya.
 
Sementara itu, hasil pemeriksaan sementara kepada para korban, mereka yang hendak diberangkatkan dikenakan biaya Rp.5.000.000 sampai dengan Rp.12.000.000.
 
Keberhasilan tim Gabungan kali ini mendapat apresiasi dari BP2MI pusat. Karena, penyelundupan orang ke Malaysia merupakan kejahatan extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) yang harus menjadi perhatian serius oleh seluruh stake holder terkait.**
Share
Komentar
Copyright © 2024 . All Rights Reserved.