Sabtu, 02 Mei 2020 21:31:00
"Diserang" Paisal-Amris Tetap Kalem dan Terus Berbuat
DUMAI, globalriau.com - Pasca menjenguk pasien yang dikarantina di RSUD Dumai beberapa waktu lalu, Paisal SKM, Mars terus mendapat kritikan dan "serangan" dari berbagai kalangan politisi hingga akar rumput lawan politik.
Namun demikian hingga hari ini calon Walikota Dumai tersebut enggan berkomentar dan menanggapi "serangan" yang sudah terang-terangan menyudutkan dirinya secara pribadi.
Pasangan calon walikota dan wakil walikota Dumai, Paisal-Amris lebih memilih untuk terus berbuat kepada umat ditengah pandemi COVID-19 yang melumpuhkan ekonomi serta membatasi aktivitas masyarakat secara keseluruhan.
Paisal secara berkala terus memperlihatkan kepedulian kepada masyarakat dimana sebelumnya sudah membagikan masker secara gratis secara bertahap mulai ke rumah ibadah hingga untuk pengendara.
Terpisah Amris, Sabtu (02/05/2020) sore melaksanakan giat sosial dengan cara membagi takjil gratis dan masker kepada pengendara yang lewat di sekitar Simpang Bumi Ayu kecamatan Dumai Selatan.
Kedua pasangan tampak seolah tidak mengambil pusing atas "serangan" yang terus diarahkan kepada mereka.
Adhari, salah seorang tim pemenangan Paisal-Amris kepada media menjelaskan bahwa pihaknya saat ini lebih fokus untuk memperhatikan masyarakat daripada harus menanggapi "serangan" yang masif digencarkan kepada kandidat mereka.
"Kita lebih utamakan berbuat untuk umat, karena kondisi seperti sekarang bukan saatnya untuk berbalas pantun dan saling serang dalam hal politik. Sementara masyarakat sedang susah dimana ekonomi lumpuh dan banyak warga yang tidak bisa bekerja serta mencari nafkah," sebutnya.
Ari mengharapkan pemangku jabatan baik eksekutif maupun legislatif juga lebih responsif untuk membantu masyarakat ditengah kondisi darurat seperti sekarang.
"Lebih baik sekarang memikirkan bagaimana cara membantu masyarakat dengan cepat serta tepat sasaran, dimana-mana warga masih bertanya-tanya kapan bantuan dari pemerintah akan mereka dapatkan. Saya fikir lebih baik wakil rakyat berada di garis terdepan dalam hal ini," sarannya.
Sebelumnya gencar pemberitaan di media memberitakan bahwa DPRD telah mengeluarkan 14 rekomendasi atas dasar UU nomor 6 tahun 2018 terkait karantina kesehatan, dimana menurut wakil rakyat bahwa kunjungan Paisal ke ruangan isolasi melanggar protokoler dari pemerintah, sebagaimana dijelaskan oleh Dirut RSUD saat hearing.
Ramai-ramai pihak dewan menyatakan bahwa Paisal bersalah dan harus mendapatkan sangsi dari gugus tugas penanganan COVID-19 di Kota Dumai.
Menanggapi hal itu, Ari menjelaskan bahwa pihaknya akan legowo mengikuti semua tuntutan dari pihak dewan. Bahkan jika ada sanksi yang diberikan menurutnya Paisal akan dengan lapang dada serta secara ikhlas menerima serta menjalaninya.
"Kita berbuat untuk masyarakat, jika dengan perbuatan kita mendapat hukuman maka kami dari tim siap mendukung untuk menghadapi apapun kebijakan yang akan diberikan," jelasnya.
"Kandidat kita sudah berkali-kali memberikan nasehat untuk tidak membalas apapun hujatan serta "serangan" dari pihak manapun. Jika memang harus diklarifikasi maka kami cukup akan memberikan klarifikasi saja," sebutnya.(egi)
Program JALUR Polres Dumai Hadirkan Layanan Humanis hingga Bantuan Sosial di TPI Purnama
Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Dorong Pembentukan Satgas Penanganan Pengungsi di Dumai
Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2 untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja






