- Home
- Dumai
- Alunan Musik dari Balik Jeruji, Band Akustik Warga Binaan Rutan Dumai Hadirkan Suasana Hangat bagi Pengunjung
Kamis, 05 November 2026 16:24:00
Alunan Musik dari Balik Jeruji, Band Akustik Warga Binaan Rutan Dumai Hadirkan Suasana Hangat bagi Pengunjung
DUMAI – Suasana kunjungan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai terasa berbeda. Alunan musik akustik yang dimainkan warga binaan menghadirkan nuansa hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi keluarga maupun pengunjung yang datang.
Sejumlah warga binaan yang tergabung dalam kelompok musik akustik tampak menunjukkan kemampuan mereka memainkan alat musik, mulai dari gitar akustik hingga bass. Dengan penuh semangat, mereka mengiringi lagu-lagu yang dibawakan secara bersama-sama, menciptakan suasana kunjungan yang lebih santai dan menyenangkan.
Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui pengembangan minat dan bakat di bidang seni musik.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk menyalurkan kreativitas, mengasah keterampilan, serta membangun rasa percaya diri. Bermusik bersama juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan sikap saling menghargai di antara sesama warga binaan.
Kehadiran band akustik di tengah aktivitas kunjungan turut memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Di balik keterbatasan ruang gerak, warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk berkarya dan menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Rutan Kelas IIB Dumai dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pengembangan potensi diri. Pembinaan tidak hanya menyangkut kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan keterampilan positif.
Melalui alunan musik dari balik jeruji, Rutan Dumai ingin menunjukkan bahwa setiap individu tetap memiliki potensi untuk berkembang dan memperbaiki diri. Harapannya, bekal keterampilan dan pengalaman positif selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.**
Share
Komentar






