- Home
- Dumai
- Erwin Sitompul: Data Kemendagri Tegaskan MBG Tak Gerus PAD Riau, Justru Hemat APBD hingga Rp45 Miliar
Jumat, 26 Juni 2026 08:46:00
Erwin Sitompul: Data Kemendagri Tegaskan MBG Tak Gerus PAD Riau, Justru Hemat APBD hingga Rp45 Miliar
PEKANBARU – Polemik yang mengaitkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Mantan Aktivis 98 sekaligus pejuang pendidikan, Erwin Sitompul, menegaskan hasil klarifikasi dan verifikasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) justru membuktikan sebaliknya.
Menurut Erwin, kajian Kemendagri menunjukkan tidak terdapat hubungan sebab akibat antara pelaksanaan Program MBG dengan penurunan PAD maupun retribusi daerah di Provinsi Riau. Bahkan, program nasional tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap pengelolaan keuangan daerah melalui efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diperkirakan mencapai Rp45 miliar setiap tahun.
"Saya sepakat dengan hasil kajian dan verifikasi yang dilakukan Kemendagri. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa tidak ada fakta yang membuktikan Program MBG menyebabkan penurunan PAD Provinsi Riau. Bahkan, program ini justru menghasilkan efisiensi APBD sekitar Rp45 miliar per tahun," ujar Erwin.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Kemendagri, target penerimaan Retribusi Kantin Sekolah pada Tahun Anggaran 2026 hanya sebesar Rp950 juta atau sekitar 0,018 persen dari total target PAD Provinsi Riau yang mencapai Rp5,24 triliun.
Dengan kontribusi yang sangat kecil tersebut, menurutnya tidak tepat jika retribusi kantin sekolah dijadikan indikator bahwa Program MBG berdampak terhadap menurunnya penerimaan daerah.
"Kalau kita melihat datanya secara utuh, kontribusi retribusi kantin sekolah terhadap PAD sangat kecil. Karena itu, tidak bisa dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa Program MBG merugikan keuangan daerah," katanya.
Tak hanya itu, Erwin menyebut data prognosis yang dianalisis Kemendagri justru memperlihatkan tren positif. Hingga akhir Tahun Anggaran 2026, penerimaan Retribusi Kantin Sekolah diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,15 miliar atau 121,05 persen dari target yang telah ditetapkan.
"Artinya, retribusi kantin sekolah bukan hanya tidak mengalami penurunan, tetapi bahkan diproyeksikan melampaui target. Ini menunjukkan bahwa informasi yang berkembang sebelumnya perlu dilihat kembali berdasarkan data yang lengkap dan objektif," ungkapnya.
Sebagai pegiat pendidikan, Erwin juga menilai Program MBG membawa manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar aspek fiskal. Program tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik sekaligus mengurangi beban anggaran pemerintah daerah, khususnya bagi sekolah berasrama dan sekolah binaan yang sebelumnya mengalokasikan biaya makan melalui APBD.
"Dari sisi pendidikan, program ini sangat positif karena mendukung kebutuhan gizi siswa. Dari sisi keuangan daerah, pemerintah juga memperoleh efisiensi anggaran sekitar Rp45 miliar per tahun yang dapat dialihkan untuk mendukung program pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan lainnya," jelasnya.
Erwin berharap seluruh pihak mengedepankan data dan fakta dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang, sehingga tidak memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
"Kita harus menjadikan data dan fakta sebagai dasar dalam menyampaikan informasi kepada publik. Hasil verifikasi Kemendagri sudah sangat jelas bahwa Program MBG tidak menurunkan PAD Riau dan justru memberikan manfaat bagi daerah. Karena itu, saya mendukung kesimpulan yang telah disampaikan Kemendagri," tutup Erwin Sitompul.**
Share
Komentar






