• Home
  • Dumai
  • Gubri Ancam Copot Kepsek yang Curang Dalam Proses PPDB
Rabu, 22 Juni 2022 12:56:00

Gubri Ancam Copot Kepsek yang Curang Dalam Proses PPDB

DUMAI - Gubernur Riau Syamsuar resmi merilis aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online. Dalam kesempatan itu, Syamsuar minta tidak ada kepala sekolah main-main alias berlaku curang.
 
 
Peringatan keras itu disampaikan terkait banyaknya kesalahan dalam PPDB tahun lalu. Sehingga Syamsuar tidak mau ada lagi kepala sekolah sengaja membuat kebijakan sendiri.
 
"Jangan dibuat kebijakan sendiri oleh kepala sekolah. Ini ada kejadian juga dulu, misalnya ditambahkan rombel (rombongan belajar) sendiri. Kalau ada kepala sekolah berbuat ini nanti saya copot," kata Syamsuar di gedung Balai Serindit yang dihadiri ratusan kepala sekolah di tingkat SMA/SMK, Senin (20/6/2022).
 
Syamsuar memastikan tak segan untuk mencopot kepala sekolah yang bermain. Pencopotan karena kesalahan yang dilakukan akan jadi sorotan dan dapat banyak kritikan masyarakat selama proses PPDB.
 
"Kenapa saya copot. Sebab yang menanggungnya kami. Kami yang dikritik. Kalau kapasitas rombel segitu ya sudah jangan ditambah-tambah," katanya.
 
Mantan Bupati Siak dua periode itu bahkan tidak segan melaporkan kepala sekolah yang bermain curang selama proses PPDB ke Kapolda Riau dan Kejaksaan Tinggi. Dengan begitu, dia berharap pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan lancar.
 
"Kalau ada kepentingan ini, ada usaha dan ada juga untuk mencari fulus. Kalau ada nanti saya kasih tahu pak Kapolda, pak Kajati. Harapan saya PPDB ini terbuka, tak ada hal-hal yang dapat menganggu. Maka laksanakan tugas ini dengan baik," tegas Syamsuar.
 
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan M Job Kurniawan mengatakan PPDB Online mulai dibuka sejak 20 Juni hingga 25 Juni 2022. Selanjutnya ada pemilihan sekolah hingga daftar ulang setelah dinyatakan lulus.
 
"Pra pendaftaran mulai hari ini 20-25 Juni, pemilihan sekolah mulai 27 Juni-1 Juli, pengumuman 6 Juli dab daftar ulang 7-11 Juli," kata Job.
 
Untuk metode pendaftaran sendiri mulai dilakukan secara online. Ada 4 jalur yang bisa digunakan peserta didik baru saat pendaftaran.
 
"Metode penerimaan jenjang SMA dan SMK se Riau dilakukan secara online. Ada 4 jalur yang dapat ditempuh masyarakat. Keempat jalur itu ada jalur zonasi 50 persen dari kapasitas, jalur afirmasi 15 persen, jalur perpindahan orang tua 5 persen dan jalur prestasi 30 persen," kata Job.
 
Terpisah aktivis pendidikan Riai, Erwin Rodimart Sitompul, pengurus Forum Silaturahmi Guru Bantu berharap agar seluruh pihak konsisten dan bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan Gubernur Riau Syamsuar.
 
"Kami harap sekuruh pihak baik Dinas Pendidikan Provinsi hingga tingkat Kabupaten/kota konsisten dan berjalan sesuai koridor dalam PPDB tersebut," harapnya.***
Share
Berita Terkait
  • 21 jam lalu

    Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Kelurahan Mundam

    Upaya Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam penanggulangan abrasi di Dumai tidak hanya terhenti pada penanaman 500 mangrove di Kelurahan Mundam.
  • 4 hari lalu

    Nyaris Menang di Bekasi, PSPS Pekanbaru Tertahan 1-1 Usai Penalti Gamaroni Digagalkan

    Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, tetap menyambut positif hasil tersebut. Ia bersyukur timnya masih mampu membawa pulang satu poin dari pertandingan tandang yang berlangsung ke
  • 4 hari lalu

    Semarak Bulan Bahasa di Meranti, 108 Pelajar Unjuk Kemampuan Lestarikan Sastra Melayu

    Kegiatan yang melibatkan pelajar dari 51 SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut menjadi wadah pengembangan kreativitas, kecakapan berbahasa, sekaligus upaya menjaga warisan sa
  • 4 hari lalu

    BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Sembilan Wilayah di Riau, Dumai Terdeteksi Dua Hotspot

    Forecaster On Duty BMKG, Yudhistira Mawaddah, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca, hujan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, Rokan
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.