Minggu, 01 November 2026 16:26:00
Semarak Bulan Bahasa di Meranti, 108 Pelajar Unjuk Kemampuan Lestarikan Sastra Melayu
SELATPANJANG – Semangat melestarikan bahasa dan budaya Melayu terus ditanamkan kepada generasi muda di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebanyak 108 pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) unjuk kemampuan dalam ajang Semarak Bulan Bahasa yang digelar di Afifa Sport Center, Selatpanjang, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan pelajar dari 51 SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut menjadi wadah pengembangan kreativitas, kecakapan berbahasa, sekaligus upaya menjaga warisan sastra daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, S.H., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa merupakan salah satu modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, pelajar harus memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik serta menguasai bahasa asing. Namun, kecintaan terhadap bahasa daerah, khususnya Bahasa Melayu, juga harus terus dipelihara sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Kepulauan Meranti.
"Generasi muda harus mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan menguasai bahasa asing. Namun, yang tidak kalah penting, mereka harus tetap bangga menggunakan serta melestarikan Bahasa Melayu sebagai kekayaan identitas kita," tegas Sudandri.
Ia juga mendorong sekolah agar terus menciptakan lingkungan pembelajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk berani menyampaikan gagasan, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan melalui karya sastra.
Sebab, kemahiran berbahasa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun pola pikir kritis, kreativitas, serta komunikasi yang efektif.
Dukungan terhadap penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah juga disampaikan Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Provinsi Riau, Khairul Azmi. Ia menyampaikan kabar baik berupa alokasi hibah sebanyak 200 eksemplar buku bacaan dari pemerintah pusat untuk 40 sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan sekaligus meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pendidikan.
Khairul juga mengingatkan para tenaga pendidik agar tidak menjadikan keterbatasan fasilitas maupun anggaran sebagai penghalang untuk menghadirkan pembelajaran berkualitas.
"Anggaran boleh terbatas, tetapi gagasan kita tidak boleh terhenti. Fasilitas boleh sederhana, namun pembelajaran harus tetap bermakna dan komitmen kita untuk mendidik anak-anak tidak boleh berkurang sedikit pun," pesannya.
Sementara itu, Wakil Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafi'i, menjelaskan bahwa kegiatan Semarak Bulan Bahasa merupakan bagian dari upaya mengimplementasikan semangat Sumpah Pemuda melalui penguatan kecintaan terhadap bahasa dan budaya bangsa.
Untuk menjangkau peserta dari berbagai wilayah kepulauan, proses penjurian awal dilaksanakan secara hibrida atau kombinasi daring dan luring. Skema ini memungkinkan pelajar dari pulau-pulau terluar tetap memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Ketua Panitia Pelaksana, Rudi Hartono, menyebutkan bahwa kompetisi tersebut diikuti 51 SMP se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari proses seleksi daring, sebanyak 108 peserta berhasil terpilih untuk melaju ke babak puncak di Selatpanjang.
Dalam kompetisi tersebut, para pelajar menunjukkan kemampuan terbaik melalui empat kategori perlombaan, yakni mendongeng menggunakan Bahasa Melayu, melantunkan syair, berpidato, serta menulis aksara Melayu.
Keempat kategori ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkenalkan kembali kekayaan sastra dan tradisi Melayu kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan edukatif.
Melalui Semarak Bulan Bahasa, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama dunia pendidikan berharap tumbuh generasi yang tidak hanya cakap menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerahnya.
Sebab, kemajuan zaman tidak harus membuat generasi muda kehilangan akar budayanya. Justru melalui penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan berbahasa, dan kecintaan terhadap warisan leluhur, generasi muda dapat menjadi penjaga sekaligus penerus identitas Melayu di masa depan.(MCR Riau)
Nyaris Menang di Bekasi, PSPS Pekanbaru Tertahan 1-1 Usai Penalti Gamaroni Digagalkan
BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Sembilan Wilayah di Riau, Dumai Terdeteksi Dua Hotspot
14 Penerima Beasiswa Pemko Dumai Lulus, Sekda Hadiri Wisuda XXIII PCR






