• Home
  • Dumai
  • Janjikan Kesejahteraan, Cawako Dumai Ferdiansyah Masih Bayar Gaji Karyawannya di Bawah UMK
Minggu, 13 Oktober 2024 17:45:00

Janjikan Kesejahteraan, Cawako Dumai Ferdiansyah Masih Bayar Gaji Karyawannya di Bawah UMK

Penampakan salah satu room VIP dengan meja bilyard dan karaoke di dalamnya.
DUMAI - Calon walikota Dumai, Ferdiansyah menjanjikan kesejahteraan dan terbukanya lapangan pekerjaan. Hal itu beberapa kali diungkapkan dalam kampanye dialogis bersama masyarakat. 
 
Ternyata kesejahteraan masyarakat dan ketenagakerjaan yang dijanjikan tidak berbanding lurus dalam kehidupan pengusaha tempat hiburan tersebut. Mantan karyawan Ferdiansyah blak-blakan mengakui bahwa gaji yang mereka terima masih jauh dibawah dari UMK.
 
Sebagaimana diketahui calon walikota yang diusung Golkar dan PPP ini memiliki usaha hiburan malam merk Dalles. Disana memfasilitasi hiburan karaoke dan bilyard.
 
Berlokasi di salah satu lorong pada Jalan Hassanuddin atau lebih akrab disebut "lorong maksiat". Disana pelanggan bisa menikmati bermain bilyard sambil karaoke di dalam ruangan kedap suara. Terdapat juga sajian minuman beralkohol guna memanjakan pengunjung.
 
Disana, pengunjung akan di layani oleh wanita pada masing-masing ruangan dan table bilyard yang dikenal dengan marki (Marka) yakni wanita yang bertugas menyusun bola serta pesanan para pelanggan.
 
Pengakuan mengejutkan diungkapkan oleh seorang wanita berinisial D, mantan pekerja sebagai Marki di tempat usaha hiburan milik Ferdiansyah. D mengaku hanya menerima gaji Rp. 1,2 hingga Rp. 1,4.
 
"Gaji segitu. Kalau ingin lebih, kita mengharapkan tips dari pelanggan, itu juga tidak selalu dapat," jelasnya.
 
D mengaku bahwa bekerja selama kurang lebih satu tahun disana menerima saleri hanya Rp, 1,2 juta per bulannya dengan sistem kerja shift pagi hingga sore dan shift sore hingga dini hari.
 
Selain jauh di bawah UMK, para karyawan tempat usaha hiburan milik Ferdiansyah juga tidak dibekali BPJS. 
 
"Gaji aja masih jauh dari UMK, apalagi BPJS mana mungkin ada, apalagi kerjaan begini," jelasnya.
 
D mengakui terpaksa bekerja hingga larut malam. demi menafkahi keluarga. Tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi membuatnya sulit mencari pekerjaan.
 
"Biasa kami dulu pulang jam 1,00 malam, sampai dirumah terkadang sudah jam 02.00 malam," ucapnya, mengisahkan.**
Share
Komentar
Copyright © 2026 . All Rights Reserved.
  zetaglobal.net, 891, RESELLER amxrtb.com, 105199731, RESELLER video.unrulymedia.com, 703273072, RESELLER appnexus.com,15941,RESELLER lijit.com, 349013, DIRECT, fafdf38b16bf6b2b onetag.com, 7cd9d7c7c13ff36, DIRECT improvedigital.com, 1944, RESELLER amxrtb.com, 105199704, DIRECT pubmatic.com, 161673, RESELLER, 5d62403b186f2ace pubmatic.com, 161674, RESELLER, 5d62403b186f2ace sonobi.com, 4dd284a06a, RESELLER, d1a215d9eb5aee9e video.unrulymedia.com, 926913262, RESELLER smartadserver.com, 4577, RESELLER, 060d053dcf45cbf3 33across.com, 0013300001hSPhhAAG, DIRECT, bbea06d9c4d2853c mobupps.com, c74d97b01eae257e44aa9d5bade97baf33148, RESELLER adasta.it, 176, RESELLER screencore.io, 292, DIRECT