• Home
  • Dumai
  • Kolaborasi Pertamina Grup, Hidupkan Energi Terbarukan Lewat Desa Energi Berdikari di Komunitas Hidroponik Sehati Kota Dumai
Rabu, 10 Juli 2024 19:37:00

Kolaborasi Pertamina Grup, Hidupkan Energi Terbarukan Lewat Desa Energi Berdikari di Komunitas Hidroponik Sehati Kota Dumai

Melalui program DEB berbasis PLTS , Pertamina mencatat terdapat potensi reduksi pengurangan gas karbon sebanyak 3,120 ton CO2 equivalent per tahun. Selain itu, dengan bantuan PLTS tersebut juga akan membantu menghemat biaya listrik dari operasional hidro
DUMAI - Hijau dan segarnya sayur-sayuran yang ditanami sekelompok penggiat kesehatan ibu dan buah hati (Sehati) dari Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai terlihat jelas dari green house hidroponik salah satu anggota kelompok tersebut. Hidroponik kini telah menjadi tren pertanian di era modern dengan memanfaat lahan sempit yang ada pekarangan rumah. Terlebih lagi, model pertanian semacam ini semakin diminati sejak terjadinya masa pandemi Covid-19
 
Selada dan sawi berhasil dibudidayakan melalui media tanam hidroponik oleh Kelompok Sehati, salah satu kelompok masyarakat binaan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) yang menerima langsung manfaat dari berbagai pembinaan lewat program TJSL. 
 
“Sejak tahun 2022 tepatnya bulan November, kami mulai budidaya tanaman hidroponik berkat dorongan dan pembinaan yang diberikan PT KPI Unit Dumai,“ Kata Yani, Warga Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai- pegiat hidroponik kelompok masyarakat binaan PT KPI Unit Dumai
 
Melansir dari situs Kementerian Pertanian, hidroponik merupakan metode budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai medianya dengan menambahkan larutan nutrisi, sehingga tidak membutuhkan tanah. Metode budidaya tanaman seperti ini juga sebut ramah lingkungan karena tidak menggunakan pupuk kimia, seperti pestisida.
 
Yani bercerita, awal kisahnya memulai hidroponik dimulai dari 40 lubang pipa pada media tanam. Kini sudah bertambah mencapai 388 lubang media tanam yang tersebar pada 3 unit instalasi hidroponik. 
 
Lewat budidaya hidroponik, ia merasakan banyak manfaat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, penguatan gizi dalam kegiatan posyandu kelompok sehati, hingga membantu perekonomian sekitar Rp 1 juta setiap bulannya. Menurut Yani, salah satu tantangan dari budidaya hidroponik ia adalah pengeluaran akan kebutuhan listrik dalam operasional hidroponik. 
 
Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina (Persero) bersama Sub Holding di berbagai unit operasinya membantu kemandirian dan ketersediaan listrik masyarakat, lewat penyediaan transisi energi bersih dan terbarukan. Langkah tersebut diwujudkan program TJSL dengan membangun Desa Energi Berdikari (DEB) di berbagai penjuru Indonesia, termasuk Kota Dumai.
 
Bersama PT KPI Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), PT Pertamina (Persero) melakukan aktivasi Desa Energi Berdikari (DEB) berbasis Pembangkit Tenaga Listrik (PLTS) dengan membangun panel surya untuk kelompok hidroponik Sehati. Penyerahan PLTS off-grid dengan kapasitas 2,2 kWp & 5 kWh battery storage secara simbolis berlangsung di Aula Kantor Lurah Tanjung Palas, Kota Dumai, Selasa (9/7).
 
“Pertamina grup bersinergi untuk membangun desa-desa di Indonesia dengan menyediakan energi baru dan terbarukan (EBT). Apa yang kami berikan ini menjadi bentuk komitmen Pertamina untuk menghidupkan dan mengenalkan energi terbarukan ke masyarakat sebagai alternatif pengganti energi fossil,” Kata Agustiawan selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai.
 
Agustiawan menambahkan, saat ini Pertamina bersinergi dengan unit operasinya telah membangun 3 unit PLTS yang tersebar di beberapa titik di Kota Dumai, melalui program pembinaan TJSL yang dimiliki oleh  Kilang Pertamina Dumai. Ia berharap bantuan tersebut dapat dijaga dengan sebaik mungkin, agar manfaat dari bantuan PLTS tersebut dapat terus dinikmati.
 
Melalui program DEB berbasis PLTS , Pertamina mencatat terdapat potensi reduksi pengurangan gas karbon sebanyak 3,120 ton  CO2 equivalent per tahun. Selain itu, dengan bantuan PLTS tersebut juga akan membantu menghemat biaya listrik dari operasional hidroponik kelompok Sehati sebesar Rp 2,5 juta per tahun. 
 
Dalam acara tersebut, seluruh anggota kelompok Sehati juga mendapatkan edukasi seputar energi baru dan terbarukan, serta cara menghitung pengeluaran listrik yang digunakan sehari-hari. Sehingga dapat mengelola penggunaan listrik yang ada di rumah.
 
Zainur, selaku Camat Dumai Timur yang hadir dalam acara penyerahan dan aktivasi Desa Energi Berdikari menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh Pertamina Grup, termasuk PT KPI Unit Dumai. Acara ini juga turut dihadiri oleh Lurah Tanjung Palas, Untung Effendi. 
 
“Sosialisasi yang kita terima hari ini kiranya dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penggiat pelaksana hidroponik yang ada di Kecamatan Dumai Timu. Giat yang selama ini dibina KPI Dumai sudah berjalan dan cukup membantu perputaran perekonomian masyarakat dengan berkolaborasi bersama kelompok masyarakat dan PKK. Semoga kegiatan ini lebih baik dan positif kedepannya,” tutup Zainur, Camat Dumai Timur.
 
Program DEB yang diinisiasi oleh Pertamina telah menjalankan 85 program dengan berbasis energi biodisel, biogas, microhydro, PLTS, dan pembangkit listrik tenaga hybrid matahari dan angin (PLTMH). Lewat program tersebut, Pertamina telah memberikan manfaat kepada 27 ribu orang dan membantu mengurangi emisi gas karbon sebanyak 729.127 ton  CO2 equivalent per tahun. 
 
Hal ini sejalan dengan komitmen ESG Pertamina dan mencapai nilai Sustainable Development Goals (SDGs), serta mendukung upaya pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE).**
Share
Komentar
Copyright © 2024 . All Rights Reserved.