- Home
- Kampar
- Pekan Penghijauan XXXV: Sinergi Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNRI untuk Kelestarian Hulu Sungai Kampar
Senin, 27 April 2026 16:43:00
Pekan Penghijauan XXXV: Sinergi Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNRI untuk Kelestarian Hulu Sungai Kampar
KAMPAR - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau kembali menggelar kegiatan tahunan Pekan Penghijauan (PP) ke-XXXV pada tahun 2026. Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1988, kegiatan ini telah menjadi tradisi yang tidak hanya mempererat kebersamaan mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian alam yang sarat akan nilai kearifan lokal.
Sebagai salah satu program unggulan Divisi Lingkungan Hidup, Pekan Penghijauan hadir dengan misi penting: berkontribusi dalam rehabilitasi kawasan tebing hulu Sungai Kampar yang mengalami degradasi. Melalui kegiatan penanaman pohon dan konservasi lahan, mahasiswa berupaya memperbaiki kondisi habitat serta menjaga keberlangsungan flora dan fauna di wilayah tersebut. Upaya ini juga menjadi langkah strategis dalam melestarikan keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.
Tahun ini, kegiatan akan dilaksanakan di Desa Tanjung Kampar Hulu selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Juni 2026. Pekan Penghijauan XXXV dipimpin oleh Frans Syahputra Halawa dari Angkatan 2024 yang bersama seluruh panitia menunjukkan komitmen kuat untuk menyukseskan kegiatan melalui kerja sama yang solid dan terarah.
Tidak hanya melibatkan mahasiswa, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari dosen serta alumni Program Studi Pendidikan Biologi. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan optimal. Kepala Program Studi Pendidikan Biologi, Dr. Darmadi, M.Si., menegaskan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam mengelola kegiatan secara mandiri, sekaligus membuka ruang diskusi bersama dosen dan alumni. “Seluruh program di Himpunan Mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama. Kami sebagai dosen siap mendukung dan berdiskusi dengan mahasiswa demi kelancaran pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Mengusung tema “Rehabilitasi Kawasan Tebing Hulu Sungai Kampar melalui Sinergi Multipihak Mendukung Ekosistem Berkelanjutan,” kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam.
Ketua pelaksana, Frans Syahputra Halawa, menekankan bahwa Pekan Penghijauan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal dari gerakan berkelanjutan. “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan saja, tetapi terus memberikan dampak jangka panjang melalui keterlibatan berbagai pihak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Pekan Penghijauan XXXV diharapkan menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga bumi, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus bergerak dalam upaya pelestarian lingkungan.
Share
Komentar






