• Home
  • Media Outreach
  • Penelitian Nexusguard Menunjukkan Serangan Amplifikasi DNS Bertumbuh Hampir 4.800% dari Tahun ke Tahun; Peningkatan Tajam Terlihat dalam TCP SYN Flood
Senin, 06 Januari 2020 19:54:00

Penelitian Nexusguard Menunjukkan Serangan Amplifikasi DNS Bertumbuh Hampir 4.800% dari Tahun ke Tahun; Peningkatan Tajam Terlihat dalam TCP SYN Flood

Jaringan perusahaan dan telekomunikasi harus berhati-hati terhadap kebangkitan kembali dari ancaman lama untuk menghindari lalu lintas sampah yang menghabiskan lebar pita (bandwidth) pengguna

SAN FRANCISCO, USA - Media OutReach - 6 Januari 2020 - Jumlah serangan amplifikasi DNS terus meningkat, bertambah 4.788% selama Q3 2018, menurut  Laporan Ancaman Q3 2019 dari Nexusguard. DNSSEC (Domain Name System Security Extensions / Ekstensi Keamanan Sistem Penamaan Domain) tetap merupakan penggerak utama terhadap pertumbuhan serangan amplifikasi DNS dalam kuartal tersebut, namun para analis Nexusguard telah mendeteksi kenaikan yang tajam dan mengkhawatirkan dalam serangan TCP SYN Flood. TCP SYN Flood bukanlah suatu metode baru, tetapi temuan menunjukkan bahwa teknik tersebut telah berkembang dengan canggih, dan telah muncul sebagai vektor serangan yang paling banyak digunakan di peringkat ketiga, selain serangan amplifikasi DNS dan HTTP flood.

Sejak dulu, para penyerang siber lebih menyukai serangan DDoS yang menambah kerusakan di luar sumber daya yang diperlukan, tetapi reflektor atau penguat yang cocok tidak tersedia secara luas untuk serangan amplifikasi DNS dan refleksi memcached. Sebaliknya, server apa pun dengan TCP port terbuka merupakan suatu vektor serangan yang ideal, dan reflektor tersebut tersedia secara luas, dan mudah diakses untuk menimbulkan serangan refleksi SYN Flood.

Akibatnya, refleksi SYN Flood tidak hanya menghantam korban yang sudah dijadikan target, tetapi juga bisa berdampak pada pengguna umum yang bukan target, termasuk individu, pelaku usaha, dan organisasi lainnya. Akhirnya para korban yang tidak tahu apa-apa ini harus mengolah permintaan palsu dalam jumlah besar, dan terlihat sebagai balasan yang sah dari target serangan. Sebagai akibatnya, pihak pengamat bisa mengenakan biaya yang sangat besar atas lebar pita (bandwidth) yang terpakai oleh lalu lintas sampah, atau bahkan menderita pemadaman sekunder.

"Temuan penelitian kami mengungkap bahwa bahkan jaringan plain-vanilla yang paling dasar pun bisa diubah menjadi serangan yang rumit dan tersembunyi yang mendayagunakan teknik canggih, dari serangan bit-and-piece (sedikit demi sedikit), yang juga dikenal sebagai carpet bombing(pengeboman karpet / jenuh), yang telah kami identifikasi pada tahun lalu, hingga munculnya serangan Distributed Reflective DoS (DRDoS) pada kuartal ketiga. Telekomunikasi dan perusahaan harus memperhatikan karena taktik-taktik ini tidak menyebabkan tanda-tanda yang signifikan dalam lebar pita (bandwidth) jaringan, yang mungkin tidak terdeteksi, tetapi semua ini cukup kuat untuk menimbulkan dampak pada layanan mereka. Diperlukan teknik-teknik mitigasi canggih untuk menghadapi ancaman-ancaman ini," kata Juniman Kasman, Chief Technology Officer (Pejabat Teknologi Tertinggi) untuk Nexusguard. 


Temuan dalam laporan juga menunjukkan bahwa 44% dari lalu lintas serangan Q3 berasal dari komputer dan server Windows OS yang dibajak oleh botnet. Sumber lalu lintas terbesar kedua berasal dari perangkat seluler yang dilengkapi dengan iOS. Total jumlah serangan telah mencerminkan pola yang diamati selama tahun 2019, dengan jumlah serangan tertinggi pada Q1, dan jumlahnya menurun pada Q2 dan Q3. Sementara volume serangan telah menurun sejak Q2 2019, namun levelnya bertumbuh lebih dari 85% dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun lalu. Lebih dari setengah dari seluruh serangan global ini berasal dari China, Turki, atau Amerika Serikat.

Penelitian ancaman DDoS kuartal Nexusguard mengumpulkan data serangan dari pemindaian botnet, honeypot, CSP, dan lalu lintas yang bergerak antara pihak penyerang dan target mereka untuk membantu perusahaan mengidentifikasi kerentanan dan tetap mengetahui tentang tren keamanan siber global. Baca "Laporan Ancaman Q3 2019" selengkapnya untuk detail lebih lanjut.


Tentang Nexusguard

Didirikan pada tahun 2008, Nexusguard adalah penyedia solusi keamanan penolakan layanan secara terdistribusi (DDoS) berbasis cloud untuk melawan serangan internet yang berbahaya. Nexusguard memastikan layanan internet tanpa gangguan, visibilitas, pengoptimalan dan kinerja. Nexusguard berfokus pada pengembangan dan penyediaan solusi keamanan siber terbaik bagi setiap klien di berbagai industri dengan persyaratan spesifik dari segi bisnis dan teknis. Nexusguard juga memungkinkan penyedia layanan komunikasi untuk menyediakan solusi perlindungan DDoS sebagai suatu layanan. Nexusguard menepati janjinya untuk memberikan Anda ketenangan dalam menghadapi berbagai ancaman dan memastikan uptime maksimum. Kunjungi www.nexusguard.comuntuk informasi lebih lanjut.

 

Share
Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Carrascal Nickel Corporation Strengthens Its Position as a Responsible Mining Leader in APAC Through Sustainability and Community-Focused Initiatives

    Beyond environmental programs, CNC continues to lead in social development initiatives through its unwavering support for livelihood enhancement, education, health services, infras
  • 7 bulan lalu

    Asia School of Business Memimpin Evolusi AI di Asia Tenggara Melalui "AI-Powered Leadership Conference" Perdana

    Menteri Digital Malaysia, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin yang memahami pentingnya Kecerdasan Buatan
  • 7 bulan lalu

    Indonesia Tampil Gemilang dalam ACES Awards 2025 dengan Kemenangan Luar Biasa di Bidang Kepemimpinan, Keberlanjutan, dan Inovasi

    Dr Shanggari juga mengatakan bahwa jajaran pemenang yang tangguh dari Indonesia mengirimkan pesan yang jelas kepada wilayah ini, bahwa masa depan menjadi milik para pemimpin yang m
  • 7 bulan lalu

    7th Hainan Island Int'l Film Festival Kicks off in Sanya

    This year's edition has set a new benchmark, receiving a record-breaking 4,564 film submissions from 119 countries and regions, totaling over 2,900 hours of footage
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.