• Home
  • Dumai
  • Agar PSBB Sukses, Pemerintah Dumai Hanya Perlu Jamin Kebutuhan Masyarakat
Rabu, 13 Mei 2020 23:23:00

Agar PSBB Sukses, Pemerintah Dumai Hanya Perlu Jamin Kebutuhan Masyarakat

Fatahuddin.SH.

DUMAI, globalriau.com - Sejak disetujuinya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Dumai oleh Mentri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, yang resmi menyetujui usulan Gubernur Riau, Syamsuar, terhadap lima kabupaten, termasuk Kota Dumai, pada Selasa (12/05/2020) lalu terus menuai kritik.



Kelima kabupaten di Riau ditetapkan PSBB tersebut antara lain, Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Kota Dumai.

Kritik masyarakat yang muncul dinilai akibat sejauh ini pemerintah Dumai belum bisa memastikan dan menjamin kebutuhan warga.

Fatahuddin.SH, pengamat hukum dan komunikasi politik kepada wartawan menjelaskan bahwa kondisi saat ini di Kota Dumai berpotensi untuk terjadi keributan.

"Banyak ketidakjelasan serta belum sampainya informasi terkait program pemerintah kepada masyarakat secara luas. Seperti penyaluran bantuan dimana banyak warga yang tidak mendapatkan informasi yang valid, serta belum adanya kepastian jaminan pemerintah terhadap warga yang benar-benar terdampak sehingga mereka tidak bisa bekerja dan mencari nafkah lagi akibat pembatasan dan kebijakan protokol COVID-19." sebutnya.

Fatahuddin menambahkan persoalan yang utama di Kota Dumai terkait penanganan COVID-19 ini hanyalah kepastian serta jaminan dari pemerintah terhadap masyarakat.

"Saya yakin, jika pemerintah memastikan bahwa warganya tidak akan ada yang kelaparan selama pembatasan diberlakukan, saya rasa warga juga akan ikut arahan pemerintah. Tapi kalau tidak ada kepastian pasti penolakan yang akan terjadi." jelasnya.

Saat ini lanjut Fatahuddin, pemerintah belum siap melaksanakan PSBB, bukan dari segi praktik pembatasannya, melainkan kesiapan untuk memastikan bahwa masyarakat yang dibatasi tetap bisa makan dan lebaran.

"Urusan pendataan saja sampai hari ini masih banyak persoalan dilapangan. Saya dengar di kantor lurah masih terjadi adu mulut antara petugas dengan warga, artinya perangkat kerja pemerintah belum siap." ungkapnya.

Ketika penerapan PSBB, lanjutnya, akan semakin banyak warga yang terdampak. hal itu juga dinilai akan memperbesar persoalan yang terjadi saat ini.

"Saya menilai PSBB disaat sekarang untuk Kota Dumai selama 14 hari kedepan baik dilaksanakan, karena membatasi orang keluar masuk Dumai, lalu selama 14 hari itu OTG dan OPD maupun PDP yang menjalani karantina atau yang masih berkeliaran akan dapat diminimalisir karena seluruh aktivitas warga dibatasi sehingga potensi penularan jadi lebih kecil." sebutnya.(egi)

Share
Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Sembilan Kali Berturut-turut! Dumai Kembali Raih WTP, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Transparan

    Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pengelolaan Pemeriksaan AKN V BPK RI, Dr. Juska Meidy Enyke Sjam, kepada Walikota Dumai H. Paisal, SKM., MARS bersa
  • 3 minggu lalu

    Wali Kota Dumai Dorong Penguatan Ekonomi, Teken Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara untuk Koperasi Merah Putih

    Kerja sama ini menjadi langkah konkret sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset negara guna memperkuat perekonomian masyarakat. Kehadiran Ko
  • satu bulan lalu

    Wali Kota Dumai Silahturahmi dengan Plt. Kajari, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah

    Kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi dan perkenalan Plt. Kajari Dumai yang baru bertugas di Kota Dumai. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakrab
  • satu bulan lalu

    Wako H. Paisal Perjuangkan 4 Infrastruktur Strategis Dumai Kota Idaman

    Pertemuan strategis ini memfokuskan pembahasan pada percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Dumai guna mendukung peningkatan pelayanan publik dan perekonomian daerah.
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.