Selasa, 25 Agustus 2026 13:38:00
Dari Rutan untuk Bekal Masa Depan, Warga Binaan Dumai Olah Bolu, Donat hingga Churros
DUMAI — Aroma kue yang baru matang menjadi bagian dari aktivitas warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai. Di balik tembok rutan, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga belajar mengolah keterampilan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan dilibatkan dalam produksi berbagai makanan, mulai dari bolu gulung, donat hingga churros. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Rutan Dumai memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal ketika warga binaan nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Prosesnya dilakukan secara langsung oleh warga binaan, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, hingga menghasilkan produk siap dipasarkan. Dari kegiatan tersebut, mereka tidak hanya belajar keterampilan membuat makanan, tetapi juga mengenal proses produksi dan bagaimana sebuah produk memiliki nilai jual.
Produk hasil karya warga binaan tersebut bahkan telah dipasarkan dan tersedia di sejumlah toko di Kota Dumai. Pemasaran ini menjadi bagian penting dari pembinaan karena memberikan ruang bagi hasil karya warga binaan untuk dikenal dan diterima masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan bagian dari proses pemasyarakatan yang bertujuan mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan ketika kembali ke lingkungan sosial.
“Pembinaan keterampilan ini kami lakukan agar warga binaan memiliki kemampuan yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Kami terus mendorong agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat diterima oleh masyarakat,” ujar Enang.
Bagi Rutan Dumai, pembinaan tersebut bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana. Ada tujuan yang lebih panjang, yakni membangun kemandirian dan membuka peluang agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha setelah bebas.
Ke depan, Rutan Dumai berkomitmen mengembangkan jenis keterampilan sekaligus memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan. Dengan begitu, pembinaan di dalam rutan diharapkan tidak berhenti pada keterampilan, tetapi menjadi bekal nyata untuk memulai kembali kehidupan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.**
Share
Komentar






