- Home
- Dumai
- Pelabuhan Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Wako Paisal: Lompatan Besar Menuju Gerbang Digital Internasional
Kamis, 02 Juli 2026 16:29:00
Pelabuhan Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Wako Paisal: Lompatan Besar Menuju Gerbang Digital Internasional
DUMAI - Pemerintah Kota Dumai menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong transformasi digital dengan menyambut dan mendukung penuh penetapan Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai. Langkah strategis yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi layanan publik sekaligus memperkuat posisi Dumai sebagai gerbang digital internasional di Provinsi Riau.
Peresmian kawasan non tunai tersebut dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) di Pelabuhan Penumpang Dumai, yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Dumai, H. Paisal, bersama Asisten II Setdaprov Riau Helmi yang mewakili Plt Gubernur Riau, perwakilan Bank Indonesia, Pelindo Regional I Dumai, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Paisal menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang dinilai mampu membawa perubahan signifikan bagi wajah pelayanan publik di Kota Dumai. Ia menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran di pelabuhan merupakan bagian dari visi besar Pemko Dumai dalam mewujudkan Smart City yang efisien, transparan, dan berdaya saing global.
“Pelabuhan Dumai adalah wajah depan kota, bahkan wajah Indonesia bagi pelancong dari negeri jiran. Dengan penerapan sistem non tunai dan QRIS antarnegara, kita tidak hanya meningkatkan kemudahan layanan, tetapi juga menutup celah pungutan liar, memperkuat akuntabilitas, serta mengangkat standar pelayanan publik kita ke level internasional,” ujar Paisal.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa digitalisasi ini akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Dengan tingginya jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Pelabuhan Dumai—lebih dari 15 ribu orang pada kuartal pertama tahun ini, mayoritas dari Malaysia—penerapan QRIS Cross-Border diyakini akan mempermudah transaksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Ini peluang emas bagi pelaku usaha lokal. Kami berharap seluruh penyedia jasa di kawasan pelabuhan segera beradaptasi agar dapat memaksimalkan potensi ekonomi yang ada,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Asisten II Setdaprov Riau, Helmi. Ia menilai langkah ini selaras dengan upaya meningkatkan kualitas layanan publik yang modern dan akuntabel, seiring dengan kontribusi signifikan Kota Dumai terhadap perekonomian daerah yang mencapai sekitar 8,6 persen terhadap PDRB Provinsi Riau.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, Pemko Dumai melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) akan terus memperluas implementasi transaksi non tunai ke berbagai sektor, termasuk pasar rakyat, pusat kuliner, UMKM, hingga layanan retribusi daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penerapan sistem non tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai mencakup seluruh ekosistem layanan, mulai dari pembayaran pas masuk kendaraan, tiket terminal penumpang, hingga pembelian tiket kapal feri internasional rute Dumai–Melaka, Dumai–Port Dickson, dan Dumai–Muar melalui QRIS Cross-Border.
Dengan peluncuran ini, Kota Dumai semakin menegaskan kesiapan dirinya sebagai motor penggerak ekosistem pembayaran digital lintas negara yang modern, inklusif, dan kompetitif di gerbang utara Indonesia.**
Dukung Operasi Migas Berkelanjutan, SKK Migas dan KKKS Sumbagut Dalami Regulasi Lingkungan
Inovasi Nozzle Gambut hingga Expintable, Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Jadi Narasumber di Forum Nasional KLH
Imigrasi Dumai Perkuat Pengawasan Jalur Laut, Agen Kapal Diwajibkan Laporkan Rencana Keberangkatan Penumpang Secara Akurat






