• Home
  • Dumai
  • Tegas, DPC IKA UIR Nyatakan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden
Jumat, 30 Januari 2026 13:28:00

Tegas, DPC IKA UIR Nyatakan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

Viencent Moerghasini Yusuf, S.I.Kom

DUMAI - Ketua DPC Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Riau (IKA UIR) Kota Dumai, Viencent Moerghasini Yusuf, S.I.Kom, menyatakan sikap tegas dan jelas: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Bagi Viencent, kejelasan struktur bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi utama agar negara berdiri kokoh dan berwibawa.

Viencent yang juga dikenal sebagai Founder Komunitas Generasi Muda Tjitra Moergha, Ketua Harian Karang Taruna Kota Dumai, serta Ketua Harian E-Sport Indonesia (ESI) Kota Dumai, menegaskan bahwa Polri bukan sekadar institusi teknis penegak hukum. Polri adalah simpul kepercayaan negara terhadap keadilan. Karena itu, penempatannya tidak boleh diperdebatkan secara serampangan.
 
“Polri adalah alat negara, bukan alat kepentingan. Ia harus berada di bawah satu komando nasional agar tidak terpecah oleh tarik-menarik kepentingan,” tegas Viencent.
 
Menurutnya, ketika Polri berada langsung di bawah Presiden, maka arah tanggung jawab menjadi satu, makna pengabdian menjadi jelas, dan tujuan pengabdian tidak menyimpang: menjaga hukum tetap hidup di tengah masyarakat.
 
Ia menilai negara tidak boleh membiarkan hukum berjalan di ruang abu-abu. Kejelasan posisi Polri di bawah Presiden justru memperkuat akuntabilitas, karena setiap kebijakan dan tindakan institusi dapat dipertanggungjawabkan langsung kepada kepala negara sebagai simbol kedaulatan rakyat.
 
“Dalam struktur yang tegas, kewenangan tidak menjadi liar dan kekuasaan tidak kehilangan batas,” ujarnya.
 
Lebih jauh, Viencent mengingatkan bahwa polemik soal pemindahan posisi Polri berisiko mengaburkan fokus bangsa. “Bangsa ini tidak kekurangan wacana, tetapi sering kehilangan arah. Yang kita butuhkan hari ini bukan perdebatan struktural, melainkan Polri yang semakin profesional, transparan, dan berani berdiri di sisi keadilan,” katanya lugas.
 
Menurutnya, agenda mendesak yang harus dikedepankan adalah reformasi internal Polri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat. Itulah ukuran nyata kemajuan institusi, bukan sekadar perubahan bagan organisasi.
 
Sebagai tokoh yang aktif di dunia kepemudaan, alumni, dan olahraga digital, Viencent menekankan bahwa generasi muda membutuhkan teladan institusi negara yang tegas namun beradab. Polri, katanya, harus menjadi cermin bahwa kekuatan negara tidak lahir dari kekerasan, melainkan dari kewibawaan hukum yang dijalankan dengan nurani.
 
Dalam semangat Tjitra Moergha ruang di mana kata dan pikiran disatukan Viencent mengajak publik berpikir jernih dan dewasa dalam menyikapi isu ini. Baginya, negara yang kuat tidak dibangun dari hiruk-pikuk perdebatan posisi, tetapi dari hukum yang tegak, institusi yang jelas, dan aparatur yang sadar penuh akan tanggung jawab moralnya kepada rakyat.**
Share
Komentar
Copyright © 2026 . All Rights Reserved.