Minggu, 06 Januari 2019 22:07:00
Wujudkan Perubahan Hakiki, Tokoh Muslimah se-Kota Dumai Gelar Pertemuan
DUMAI, Globalriau.com - Temu tokoh muslimah se-kota Dumai dan sekitarnya tersebut menghadirkan puluhan tokoh dan infuencer muslimah dari berbagai kalangan. Berangkat dari kondisi yang terjadi pada sistem Sekuler saat ini, dimana umat Islam dipaksa untuk tidak mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bernegara, menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan dalam forum tersebut.
“Dulu saya dapat informasi, bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. Itu dulu. Kalau sekarang suara orang gila suara Tuhan.” ujar Ustadzah Siti Khadijah, yang kemudian diiringi tawa miris dari para peserta yang hadir pada pertemuan forum tokoh di salah satu cafe di Dumai, Ahad (06/01/19).
“Tak usah bicara Syari’at, tak usah bicara Khilafah," ujarnya kembali. Memang pada faktanya kini masjid yang menyampaikan Syari’at Islam, dituduh radikal. Ustadz yang menyampaikan Syari’at, dituduh radikal. Ormas yang menyampaikan tentang pentingnya penegakan Khilafah, dituduh radikal bahkan dibunuh secara sepihak. Inilah bentuk ketakutan terhadap Syari’at Islam, tambahnya.
Dari sekulerisme inilah muncul Ide Islam Nusantara, komunitas LGBT yang sudah mulai berani menampakkan diri, politik yang berbiaya tinggi sehingga menghasilkan korupsi berjamaah untuk balik modal, kesenjangan ekonomi dan kesulitan hidup hingga berbagai musibah dan bencana yang telah menimpa Negeri, ini adalah akibat diterapkannya sistem Kapitalisme di Negeri ini.
Untuk itu, Ustadzah Siti Khadijah mengingatkan peserta akan firman Allah SWT dalam QS. Thaha: 124 yang berbunyi “Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta.” Sehingga, bisa ditarik kesimpulan bahwa sumber malapetaka ini disebabkan karena sekulerisme yang diterapkan di negeri ini .
Sejalan dengan itu, Ustadzah Rika menyerukan pentingnya perubahan. Tidak hanya perubahan rezim, tapi juga perubahan sistem. Karena akar masalah dari rezim sekarang terletak pada akidah sekulerisme. Inilah yang harus diganti menjadi Islam. Agar kerusakan yang terjadi bisa dihentikan.
“Perubahan yang hakiki bukanlah sesuatu yang mustahil. Karena perubahan yang sebenar-benarnya perubahan bukan hanya mengganti wajah saja, tetapi juga mengganti rezim dan sistem," ujar Ustadzah Rika yang juga hadir sebagai pembicara dalam forum tokoh ini.
Beliau juga memaparkan dengan gamblang bagaimana sifat pemimpin seharusnya. Yakni pemimpin bertanggung jawab secara penuh dalam menjaga kedaulatan dan kemandirian negara serta menerapkan syari’at islam secara kaffah.
Beliau juga menjelaskan langkah-langkah yang wajib ditempuh dalam mewujudkan sistem dan kepemimpinan Islam dalam rangka menuju perubahan hakiki. Yaitu, melakukan aktivitas politik ditengah ummat agar umat sadar dan mau menerapkan Islam di tengah-tengah kehidupan mereka.
"Selanjutnya akan terbentuk Opini umum, bahwa Ummat menginginkan penerapan Syari’at Islam dan akan turut serta berjuang dalam menegakkan Khilafah. Yang kemudian akan terwujud Khilafah dengan izin Allah, InsyaAllah", paparnya.
Di akhir Diskusi Temu Tokoh ini, para peserta menyepakati komitmen untuk melakukan perubahan secara hakiki. Beberapa kesepakatannya antara lain. Pertama, perubahan saat ini merupakan kebutuhan yang mendesak dengan mengajak kembali kepada Islam (untuk mencapai kebahagiaan Dunia dan Akhirat). Kedua, perubahan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dengan pemikiran tanpa kekerasan.
Terakhir, perubahan hakiki adalah perubahan kepada sistem slam yaitu Khilafah Rasyidah Minhajjin Nubuwwah. Di akhir acara, seluruh peserta sama-sama meneriakkan kalimat “2019, Ganti Rezim, Ganti Sistem.”***(rls)
Wawako Sugiyarto Hadiri Rakor Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran
HUT ke-27 Kota Dumai, PT Pelabuhan Dumai Berseri Tegaskan Dukungan untuk Kemajuan Daerah






