• Home
  • Nasional
  • Solar Langka, Mafia Minyak di Riau Masih Leluasa
Kamis, 31 Maret 2022 18:37:00

Solar Langka, Mafia Minyak di Riau Masih Leluasa

Aksi kencing minyak marak di jalan lintas Sumatera.
GLOBALRIAU.COM - Belum habis persoalan kelangkaan dan melambungnya harga minyak goreng di Indonesia, ditambah lagi sejak dua pekan belakangan publik kembali keluhkan sulitnya mendapatkan minyak BBM jenis Bio Solar.
 
Bahkan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati terang-terangan mengungkapkan terjadinya kelangkaan minyak di pasaran disebabkan faktor adanya tindak penyelewengan dilapangan.
 
 
Meski PT Pertamina menjamin pasokan dan distribusi BBM tetap aman, namun faktanya kelangkaan masih terjadi ditengah-tengah masyarakat.
 
Provinsi Riau, menjadi salah satu dari beberapa daerah pengekspor dan memproduksi minyak BBM terbesar di Indonesia dengan pelabuhan ekspor impor tersibuk di republik ini.
 
Sudah bukan rahasia lagi, daerah di Riau kerap dijadikan tempat yang nyaman bagi mafia minyak untuk melangsungkan praktik illegal demi meraup keuntungan dari aktifitas industri Migas di wilayah pesisir selat Malaka tersebut.
 
Menurut informasi dari berbagai sumber, para mafia minyak di Riau tidak hanya menjamur di darat namun juga di laut.
 
Dari hasil penelusuran dilapangan terdapat belasan gudang tempat penampungan hasil praktik 'penyelewengan minyak' namun seolah kebal hukum posisi gudang tidak seluruhnya tersembunyi bahkan ada yang terang-terangan di pinggir jalan lintas antar Provinsi.
 
Terutama di jalur lintas Pekanbaru-Dumai hingga Bagan Batu Rokan Hilir terdapat aktifitas 'kencing bbm' yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
 
Amran, salah seorang supir angkutan lintas provinsi terang-terangan menyebutkan bahwa praktik 'kencing minyak' masih terjadi meski kondisi Solar langka di pasaran.
 
"Kami membeli solar di depot harus dibatasi sesuai jenis angkutan. Sementara di lapangan pelaku penyelewengan masih leluasa beraksi, terutama di jalan lintas Dumai dan Rokan Hilir," sebutnya.
 
Amran menyebutkan para supir menjerit akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak. Akibatnya banyak yang dirugikan."Kita telat mengirim barang akibat harus menganti di depot berjam-jam. Disamping itu kuota yang di dapat terkadang tidak cukup untuk operasional perjalanan," sebutnya.
 
Sepakat dengan pernyataan Dirut PT Pertamina para supir angkutan memprediksi kelangkaan terjadi akibat aksi penyelewengan di lapangan.
 
"Akibat penyelewengan kuota yang harusnya diterima tujuan ajdi tidak sesuai kebutuhan. Karena mungkin kami duga sudah banyak turun di jalan," ungkap Toni supir angkutan lainnya.**
Share
Komentar
Copyright © 2026 . All Rights Reserved.