Jumat, 17 April 2026 09:26:00
Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau
PEKANBARU, 16 April 2026 – Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wadah kolektif. Koperasi Pucuk Rebung hadir sebagai simbol kemandirian ekonomi yang mampu bersaing hingga skala internasional.
Sosok perempuan tangguh bernama Yuneli, atau akrab disapa Nunik, memimpin koperasi ini melewati berbagai tantangan. Para pelaku usaha awalnya merasa kurang percaya diri untuk bermimpi besar karena keterbatasan modal, standar kualitas yang belum seragam, serta minimnya jejaring distribusi mulai menemukan arah. Pasar internasional yang sebelumnya terasa mustahil untuk diraih muncul perlahan.
“Rasa percaya diri kini tumbuh menggantikan perasaan ragu yang dahulu membayangi kami. Perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung dan dukungan PHR telah mengubah segalanya. Berawal dari dapur sederhana, kini produk kami mampu tampil hingga pasar internasional,” kata Nunik yang baru saja kembali dari Malaysia menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha setempat.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir sebagai Sahabat Pendukung melalui program Pengambangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan. Peran strategi PHR mencakup penguatan kelembagaan, pembukaan akses pasar, serta penyediaan pelatihan peningkatan kualitas produk. Intervensi ini dirancang agar UMKM tidak sekedar bertahan hidup, melainkan tumbuh menjadi usaha yang berdaya saing.
Anggota koperasi berproses secara aktif meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan standar keamanan pangan. Mereka memperbaiki sistem pengemasan agar daya simpan produk mampu bertahan hingga delapan bulan. Dukungan alat produksi dan baku dari PHR dimanfaatkan secara optimal sebagai pemantik kemandirian. Produk unggulan seperti keripik tempe, rendang, salai patin, dan nastar sagu kini berhasil menembus pasar nasional hingga ekspor.
Pencapaian finansial koperasi ini sangat signifikan dengan catatan omzet mencapai ratusan juta per bulan. Peningkatan pendapatan tersebut membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan keluarga para anggota. Rasa percaya diri kini tumbuh menggantikan perasaan ragu yang dahulu membayangi mereka.
“Kehadiran PHR melalui program tanggung jawab sosia memberikan dampak yang sangat signifikan bagi pengembangan UMKM Pucuk Rebung. Dukungan PHR mampu meningkatkan kapasitas usaha secara optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anggota koperasi,” kata Nunik selaku ketua Koperasi UMKM Pucuk Rebung.
Belum lama ini, dunia akademik internasional turut memberikan pengakuan terhadap model pemberdayaan ini. Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia melakukan kunjungan studi untuk mempelajari pengelolaan UMKM yang diterapkan Pucuk Rebung. Kunjungan tersebut membuktikan bahwa pola kolaborasi ini layak menjadi rujukan lintas negara.
Bagi PHR, pembinaan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pilar ekonomi. Program ini mencakup peningkatan kualitas produk, pelatihan manajemen, pemasaran digital, hingga perluasan akses pasar.
“Koperasi UMKM Pucuk Rebung adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi PHR dan masyarakat dapat mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi yang mandiri. Pencapaian ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kelompok usaha lainnya di Riau untuk terus berinovasi dan tidak ragu untuk 'naik kelas'. PHR komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.
Koperasi Pucuk Rebung saat ini mulai menatap masa depan melalui semangat regenerasi. Pelibatan generasi muda menjadi kunci agar keberlanjutan ekonomi lokal terus tumbuh dan berdaya saing global.**
Share
Komentar






