Jumat, 02 Oktober 2026 21:22:00

Ketika AI Menghidupkan Harapan dari Sumur Tua

VENUS, inovasi enam perwira PHR membaca peluang minyak demi menjaga energi Indonesia
Afrilia Elisa, Sr Petroleum Engineer PHR, Kepala Proyek VENUS, tengah menunjukkan bejana berisi fluida lapisan minyak hasil dari sumur evaluasi menggunakan VENUS.
  • Oleh: Megi Alfajrin
Di hamparan minyak Minas, Riau, waktu tidak pernah benar-benar berhenti. Pipa-pipa menua, pompa terus bekerja, sementara sumur-sumur yang telah berproduksi selama puluhan tahun menghadapi tantangan yang sama, tekanan alamiah menurun, dan minyak yang tersisa semakin sulit ditemukan.
 
Namun, bagi enam perwira PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), usia bukan satu-satunya penentu masa depan sebuah sumur. Di balik lapangan yang telah beroperasi lebih dari delapan dekade itu, masih ada kemungkinan yang menunggu untuk diraih kembali.
 
Pertanyaannya sederhana, tetapi bernilai strategis, bagaimana menemukan peluang produksi dari sumur yang telah lama dikenal, tanpa selalu harus mengebor sumur baru?
 
Jawabannya tidak semata-mata terletak di bawah tanah. Sebagian petunjuk justru tersimpan dalam data geologi, karakteristik reservoir, riwayat produksi, dan perilaku sumur-sumur di sekitarnya.
 
Data yang tersebar itu dirangkai menjadi gambaran yang lebih utuh agar keputusan operasional dapat dibuat dengan lebih terarah.
 
Dari kebutuhan tersebut, lahirlah VENUS, inovasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dikembangkan PHR untuk membantu mengevaluasi potensi sumur minyak. Teknologi ini menjadi pengembangan dari e-MARS menuju e-MARS 2.0, dengan pendekatan Advanced Reservoir Management yang memadukan data bawah permukaan dan sistem analisis cerdas.
 
Di sinilah cerita sumur tua berubah menjadi cerita bisnis, bukan sekadar tentang menemukan minyak, melainkan tentang meningkatkan nilai dari aset yang sudah dimiliki.
 
Dari Data Menjadi Minyak
 
VENUS dikembangkan oleh enam perwira PHR, yakni Afrilia Elisa, Senior Petroleum Engineer sekaligus kepala proyek, bersama Irdas Muswar, Joko Nugroho Phw, Riri S. Puspitasari, M. Awqi Gibran, dan Chairul Ichsan.
 
Mereka berangkat dari persoalan yang nyata di lapangan. Evaluasi sumur membutuhkan pembacaan banyak parameter yang saling berkaitan. Pada lapangan dengan jumlah sumur mencapai ribuan, proses tersebut menuntut waktu, ketelitian, dan koordinasi lintas keahlian.
 
VENUS membantu mengintegrasikan data geologi dan geofisika bawah permukaan dengan data dinamis sumur-sumur sekitar, termasuk posisi sumur injeksi pada sistem waterflood di Minas. Informasi tersebut kemudian dianalisis melalui AI Expert System untuk membantu mengidentifikasi pola, menilai peluang, dan menyusun rekomendasi pekerjaan.
 
Bagi tim operasi, pendekatan ini membuka cara pandang yang lebih sistematis. Sumur aktif maupun tidak aktif dapat dievaluasi berdasarkan potensi dan kondisi masing-masing. Hasilnya, para ahli dapat menentukan sumur yang layak diprioritaskan, jenis pekerjaan yang perlu dipertimbangkan, serta kemungkinan peningkatan produksi.
 
Mesin yang membantu membaca pola. Namun, manusia tetap memegang peran penting dalam menilai kondisi reservoir, memeriksa kelayakan teknis dan keekonomian, serta menentukan keputusan akhir.
 
Menurut Afrilia Elisa, integrasi data menjadi kunci dalam inovasi tersebut. Sistem yang dirancang dapat mengevaluasi secara menyeluruh terhadap banyak sumur, bukan hanya mengandalkan pemeriksaan satu per satu secara terpisah.
 
Pendekatan ini penting karena peluang minyak tidak selalu ditemukan melalui pengeboran baru. Dalam lapangan matang, pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi sumur dan reservoir dapat membuka peluang untuk mengoptimalkan fasilitas serta aset produksi yang sudah tersedia.
 
Manfaatnya terlihat pada capaian yang diumumkan PHR pada Agustus 2024. Evaluasi terhadap 150 sumur lama melalui pendekatan VENUS menghasilkan nilai tambah atau value creation yang dilaporkan mencapai Rp200 miliar. Pada periode yang sama, PHR menyatakan laju penurunan produksi alamiah di lapangan Minas berhasil ditekan dari rata-rata sekitar 11 persen menjadi 6 persen per tahun.
 
Dua angka tersebut memberi gambaran tentang arti inovasi bagi bisnis hulu migas. Nilai tambah menunjukkan peluang ekonomi yang berhasil diidentifikasi atau diwujudkan melalui evaluasi, sedangkan penurunan declining rate mencerminkan upaya menjaga produktivitas aset agar tidak merosot terlalu cepat.
 
Keduanya bukan berarti tantangan produksi telah selesai. Akan tetapi, hasil itu memperlihatkan bahwa optimalisasi sumur eksisting dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertahankan kinerja lapangan tua.
 
Salah satu gambaran penerapan VENUS terlihat pada sumur Minas 6F94. Pada 8 Agustus 2024, PHR memperlihatkan hasil evaluasi dan konfigurasi ulang sumur tersebut kepada 12 jurnalis yang berkunjung ke lokasi.
 
Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan ketika itu, hasil konfigurasi ulang menunjukkan komposisi fluida sekitar 70 persen minyak dan 30 persen air. Angka ini lebih baik dibandingkan sejumlah hasil konfigurasi ulang sebelumnya yang, menurut pemaparan PHR, umumnya menghasilkan kandungan minyak di bawah 10 persen.
 
Temuan tersebut menjadi ilustrasi bagaimana evaluasi berbasis data dapat membantu mengarahkan pekerjaan di lapangan. Meski demikian, komposisi fluida merupakan gambaran kondisi sumur pada saat pengukuran, bukan jaminan bahwa tingkat produksi yang sama akan bertahan dalam jangka panjang.
 
Di balik hasil itu, ada proses yang tidak sesederhana menekan tombol pada sebuah perangkat lunak. Data perlu diintegrasikan, pola harus ditafsirkan, rekomendasi diuji, dan tindakan operasional disesuaikan dengan kondisi nyata di bawah permukaan.
 
Afrilia juga menyampaikan bahwa pengembangan VENUS saat itu dilakukan tanpa anggaran proyek khusus, tetapi telah memberikan hasil yang dinilai signifikan. Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan inovasi yang bertumpu pada pemanfaatan pengetahuan internal, kolaborasi lintas disiplin, dan optimalisasi teknologi yang tersedia.
 
Bagi perusahaan migas, efisiensi seperti ini memiliki arti tersendiri. Pengembangan teknologi tidak hanya dinilai dari kecanggihannya, tetapi juga dari kemampuannya membantu memecahkan persoalan operasi, mempercepat evaluasi, dan menghasilkan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.
 
Dalam bisnis yang padat modal dan sarat risiko, keputusan yang lebih tepat dapat menjadi pembeda antara biaya yang tidak memberikan hasil memadai dan pekerjaan yang berpeluang menghasilkan tambahan produksi.
 
Inovasi lokal untuk tantangan energi nasional
 
VENUS tidak berdiri sendiri. Inovasi ini merupakan pengembangan jejak e-MARS, yang menurut data PHR telah membantu mengaktifkan kembali lebih dari 700 sumur nonproduktif sejak pengalihan pengelolaan Wilayah Kerja Rokan.
 
Pengembangan VENUS juga memperoleh pengakuan dalam Digital Hackathon SKK Migas 2024. Dalam ajang tersebut, PHR meraih dua penghargaan, termasuk Honorable Mention untuk VENUS, di tengah kompetisi yang diikuti puluhan tim inovasi.
 
EVP Upstream Business PHR saat itu, Andre Wijanarko, mengapresiasi upaya para perwira dalam mengungkap peluang produksi dari lapangan matang. Sementara itu, Vice President Transformasi Digital SKK Migas, Rendra Utama, turut memberikan apresiasi atas pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung peningkatan produksi.
 
Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi di industri migas tidak selalu lahir dari teknologi yang dibeli dari luar. Pengetahuan mengenai karakteristik lapangan, pengalaman operasional, dan kemampuan mengolah data dapat menjadi sumber inovasi yang bernilai bagi perusahaan.
 
PHR juga memproyeksikan penerapan metode evaluasi VENUS ke lapangan Bangko-Balam di Riau, yang memiliki karakteristik serupa dengan Minas dan lebih dari 600 sumur yang berpotensi dievaluasi. Dalam proyeksi yang disampaikan pada 2024, perusahaan menargetkan evaluasi hingga 300 sumur Minas sampai akhir tahun tersebut, dengan potensi nilai tambah Rp450 miliar.
 
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa optimalisasi lapangan matang masih menjadi agenda penting PHR. Pada Juni 2026, perusahaan menyampaikan bahwa Lapangan Minas memproduksi sekitar 28 ribu barel minyak per hari, sedangkan keseluruhan Wilayah Kerja Rokan menghasilkan sekitar 150 ribu barel per hari atau sekitar seperempat produksi minyak nasional pada saat itu.
 
PHR juga mulai menerapkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) secara komersial di Area A Minas sejak Desember 2025. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan perolehan minyak dari reservoir yang telah lama berproduksi.
 
CEOR dan VENUS memiliki pendekatan berbeda, tetapi keduanya memperlihatkan pentingnya menggabungkan pengetahuan reservoir, teknologi, dan keputusan operasional untuk mengoptimalkan potensi lapangan.
 
VENUS membantu mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang sumur melalui analisis data. Sementara itu, CEOR merupakan pendekatan peningkatan perolehan minyak dengan memanfaatkan bahan kimia. Keduanya tidak saling menggantikan, melainkan dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas sesuai karakteristik lapangan dan kebutuhan operasi.
 
Konteks bisnisnya semakin jelas ketika melihat posisi WK Rokan dalam industri migas nasional. Berdasarkan laporan kinerja PHR tahun 2025 yang disampaikan pada Juni 2026, perusahaan mencatat rata-rata produksi minyak sekitar 151,55 ribu barel per hari sepanjang 2025. 
 
Di tengah tantangan mempertahankan produksi dari lapangan-lapangan yang telah lama beroperasi, setiap peluang tambahan memiliki arti ekonomi. Namun, teknologi tetap harus disertai evaluasi keekonomian, keselamatan operasi, dan pengelolaan lingkungan. Tidak semua sumur yang menunjukkan indikasi potensi otomatis layak dikerjakan, biaya, risiko, dan perkiraan hasil harus dihitung sebelum keputusan investasi diambil.
 
Bagi Riau, keberlanjutan produksi WK Rokan juga memiliki arti strategis. Minyak dari wilayah ini menjadi bagian dari pasokan energi nasional, yang selanjutnya bergerak melalui rantai pengolahan dan distribusi, termasuk menuju fasilitas pengolahan Pertamina di kilang Dumai sesuai pengaturan pasokan dan kebutuhan operasi.
 
Karena itu, upaya mempertahankan produksi bukan hanya persoalan teknis di kepala sumur. Ada kepentingan yang lebih luas dalam menjaga produktivitas aset, mendukung kegiatan ekonomi, dan memperkuat ketersediaan energi bagi masyarakat.
 
Pada akhirnya, VENUS adalah cerita tentang enam perwira yang melihat persoalan lama melalui cara berpikir baru. Mereka tidak menganggap data sebagai sekadar catatan masa lalu, tetapi sebagai sumber informasi untuk menemukan kemungkinan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
 
Hingga kini, VENUS menjadi salah satu andalan PHR dalam mengevaluasi potensi minyak dari ribuan sumur tua di wilayah operasi Riau. Teknologi ini membantu para perwira menelusuri kembali peluang yang tersimpan di bawah permukaan, mengolah data menjadi rekomendasi, dan mengarahkan upaya optimalisasi produksi secara lebih terukur.
 
Di tengah tantangan penurunan produksi alamiah, VENUS menegaskan bahwa sumur-sumur yang telah beroperasi puluhan tahun masih layak dievaluasi untuk menemukan peluang produksi baru. Sebab, menjaga ketahanan energi Indonesia bukan hanya tentang menemukan sumber minyak baru, tetapi juga tentang kecermatan mengungkap potensi yang belum sepenuhnya tergali.
 
Dari Minas, inovasi enam perwira PHR ini membawa satu pesan penting bagi masa depan energi Indonesia, bahwa sumur boleh menua, tetapi peluang tidak boleh berhenti dibaca.
 
Dari Minas, VENUS menyampaikan pelajaran penting bagi industri energi masa depan yang tidak selalu harus dibangun dengan meninggalkan aset lama dan memulai dari nol. Terkadang, langkah paling strategis justru dimulai dengan meninjau kembali apa yang telah dimiliki, mempertanyakan asumsi lama, dan menemukan nilai baru dari informasi yang sebelumnya belum terbaca secara menyeluruh.
 
Di bawah tanah Minas, waktu terus berjalan. Sumur-sumur tua tetap menghadapi tantangan penurunan produksi, tetapi data membuka kesempatan untuk memahami potensinya secara lebih tajam.
 
Sebab, menjaga energi Indonesia bukan hanya tentang menemukan sumur baru. Ini juga tentang keberanian membaca kembali sumur yang telah lama bekerja dan memastikan setiap peluang yang masih tersisa dapat diperhitungkan, diuji, lalu diupayakan menjadi nilai nyata bagi negeri.**
Share
Berita Terkait
  • satu jam lalu

    Hitachi Construction Machinery Meluncurkan Kampanye Merek Global Terbaru Menjelang Perubahan Nama Perusahaan dan Merek Menjadi "LANDCROS" pada April 2027

    Di saat yang sama, seiring makin beragam dan kompleksnya tantangan yang dihadapi para pelanggan di lokasi kerja mereka, peran yang diharapkan dari kami pun turut berubah secara sig
  • 5 hari lalu

    Harapan yang Tumbuh di Balik Tumpukan Kulit Udang

    Titik balik mulai terbuka pada pertengahan 2025, ketika PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Medan hadir melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Melihat pote
  • 20 jam lalu

    Dukung GenoHack, Menaker Harap Anak Muda Berinovasi Ciptakan Lapangan Kerja

    Yassierli mengapresiasi acara ini sebagai wadah bagi anak muda mengembangkan gagasan menjadi solusi. Ia berharap kegiatan serupa diperluas ke lebih banyak perguruan tinggi agar leb
  • 20 jam lalu

    OPPO Reaches the Next Level of Making with Find X10 Series

    Behind these capabilities is a global computing infrastructure designed to ensure consistent, reliable AI performance for OPPO users around the world. OPPO operates nine Internet D
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.