• Home
  • Dumai
  • 200 Lebih Keluarga di Perbatasan Dumai Butuh Sekolah dan Pustu
Jumat, 02 Maret 2018 21:58:00

200 Lebih Keluarga di Perbatasan Dumai Butuh Sekolah dan Pustu

Mario, RT 08 Teluk Dalam, Kel Batu Teritip, Kec Sungai Sembilan.
DUMAI, Globalriau.com - Masyarakat perbatasan Kota Dumai dan Rokan Hilir (Rohil) harus terisolir karena sulit dijangkau dengan kendaraan darat. Meskipun bisa namun harus dilalui dengan susah payah dan membutuhkan waktu sangat lama.
 
Akses laut adalah salah satu jalan yang dipilih warga untuk ke kota dan beraktivitas.
 
 
Ironisnya, ribuan keluarga di perbatasan ini masih jauh dari perhatian pemerintah. Tidak ada satupun fasilitas umum layak yang dapat mereka nikmati.
 
Desa Teluk Dalam, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan adalah salah satu desa dari beberapa desa yang terisolir dan jauh dari perhatian pemerintah.
 
 
Ratusan warga di desa tersebut sudah puluhan tahun mendambakan adanya sekolah SD, SMP dan SMA yang layak serta pusat kesehatan mayarakat meski hanya Puskesmas Pembantu (Pustu).
 
"Kami disini lebih dari 200 KK, disini ada SD kelas jauh, tapi SMP dan SMA tidak ada. Namun yang terutama Pustu kalau bisa secapnya dibangun pemerintah disini." pinta, Mario, RT 08 Desa Teluk Dalam kepada media belum lama ini.
 
Disebutkan Mario, desa Teluk Dalam pertama kali dihuni hanya 9 keluarga, setelah 18 tahun kini sudah lebih dari 200 kk berdomisili disana.
 
 
"kami tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, makanya kami minta pemerintah Dumai dapat perhatikan jaminan hidup untuk masyarakat disini," harapnya.
 
Dikisahkan ketua RT di Desa Teluk Dalam ini, bahwa pada 2006 lalu puluhan keluarga kena penyakit malaria bahkan sampai ada yang meninggal.
 
"Ada beberapa keluarga saya yang kena malaria saat itu, bahkan ada yang sampai meninggal. Oleh karena itu kami minta agar pemerintah membangun Pustu disini," sebutnya.
 
Mario mengakui sudah berkali-kali mengusulkan melalui Musrenbang namun tidak ada realisasi sampai tahun 2018 ini.
 
Hingga berita ini dimuat, awak media masih berupaya mendapatkan tanggapan dari pihak Dinas Kesehatan Kota Dumai, untuk menanggapi permintaan ratusan keluarga di perbatasan ini.(egy)
Share
Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    HUT Ke-81 RI di Dumai Berlangsung Semarak, Paskibraka dan Ragam Budaya Nusantara Warnai Upacara Kemerdekaan

    Elemen tetesan minyak melambangkan komoditas strategis daerah, khususnya industri pengolahan minyak mentah dan minyak sawit (CPO) yang menjadi bagian penting dalam perekonomian Kot
  • 2 minggu lalu

    Upacara HUT Ke-81 RI di Kota Dumai Tampilkan Harmoni dalam Keberagaman

    Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Dumai menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk menghargai
  • satu minggu lalu

    Propemperda 2027 Disahkan, Pemko dan DPRD Dumai Sepakati 13 Ranperda Prioritas Pembangunan Daerah

    Agenda rapat meliputi penyampaian penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) mengenai Propemperda Tahun 2027, permintaan persetujuan secara lisan kepada anggota DPR
  • satu minggu lalu

    Paisal Tegaskan Komitmen Pembangunan Prioritas dalam Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027

    Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai II Kantor DPRD Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Bagan Besar, Selasa (18/8/2026), menjadi forum strategis dalam me
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.