• Home
  • Dumai
  • Dari Lahan SAE, Warga Binaan Rutan Dumai Menanam Harapan Lewat Kacang Panjang
Selasa, 13 Oktober 2026 12:36:00

Dari Lahan SAE, Warga Binaan Rutan Dumai Menanam Harapan Lewat Kacang Panjang

Warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Dumai melakukan penanaman kacang panjang di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan.

DUMAI – Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, harapan untuk menata masa depan terus tumbuh. Di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), warga binaan pemasyarakatan (WBP) kembali mengolah tanah dan menanam kacang panjang setelah masa panen sebelumnya berakhir.

Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar menanam sayuran. Ada keterampilan yang dipelajari, kedisiplinan yang dibangun, serta harapan untuk memiliki bekal ketika suatu saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
 
Dengan memanfaatkan lahan SAE secara berkelanjutan, Rutan Dumai berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Warga binaan dilibatkan dalam setiap tahapan pertanian, mulai dari menyiapkan lahan, menanam benih, merawat tanaman, hingga menunggu hasil panen.
 
Proses tersebut menjadi ruang belajar bagi warga binaan untuk mengenal dunia pertanian sekaligus menumbuhkan etos kerja, tanggung jawab, dan kemandirian. Nilai-nilai ini diharapkan tidak berhenti selama menjalani masa pembinaan, tetapi dapat diterapkan ketika mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
 
Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, mengatakan penanaman kembali kacang panjang merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam mengoptimalkan lahan SAE sebagai sarana pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
 
“Lahan SAE akan terus kami optimalkan sebagai ruang pembinaan yang produktif. Penanaman kembali ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan kepada WBP agar mereka memiliki bekal yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Enang.
 
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan pertanian ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan lahan SAE tetap produktif setelah masa panen. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman praktis dalam mengelola tanaman pangan.
 
Dari benih yang ditanam hingga tanaman yang kelak siap dipanen, proses ini menjadi pengingat bahwa pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa hukuman, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
 
Melalui program pertanian di lahan SAE, Rutan Dumai berharap warga binaan dapat membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman. Mereka diharapkan memiliki keterampilan, semangat kemandirian, dan keyakinan untuk membangun masa depan yang lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.**
Share
Komentar
Copyright © 2026 . All Rights Reserved.