• Home
  • Dumai
  • Dinilai Banyak Retorika dan Teori, Kinerja Dinas Pariwisata Dumai Dipertanyakan
Jumat, 01 Juni 2018 20:26:00

Dinilai Banyak Retorika dan Teori, Kinerja Dinas Pariwisata Dumai Dipertanyakan

DUMAI, Globalriau.com - Kinerja Dinas Pariwisata pada lingkungan Pemerintah Kota Dumai dipertanyakan. Pasalnya, sejauh ini sejumlah tokoh masyarakat menilai tidak ada sesuatu apapun yang dilakukan baik untuk mengangkat potensi wisata maupun budaya di Kota Dumai.
 
"Pak walikota Dumai, rasanya perlu dipertanyakan kinerja Dinas Pariwisata Kota Dumai, sejauh ini potensi wisata apo yang telah mereka siapkan selama ini, anggara terus juga mengalir untuk mengangkat potensi wisata Dumai tapi semakin tak jelas. Barangkali kawan-kawan di DPRD Kota dumai bisa menjelaskan," ujar pengguna facebook Agoes S Alam yang merupakan tokoh pemuda di Kota Dumai.
 
Agus menilai Dinas tersebut tidak nampak kinerja untuk membenahi pariwisata, apalagi untuk pemuda dan olahraga.
 
"Apo memang sudah tak ado lagi potensi wisata dan kuliner khas Dumai untuk dikembangkan, terlalu banyak retorika dan teori serta terlalu banyak studi banding akhirnya lupa potensi kampung sendiri dan terpesona dengan potensi daerah orang entahlah macam mano," kritiknya.
 
 
Kritikan Agoes yang dikenal aktif di bidang kesenian dan budaya tersebut mendapat respon dari Anggota DPRD Dumai, Johannes Tetelepta. Menurutnya, sedikit menjawab apa yang dikeluhkan sebenarnya bisa dilihat dari arah pembangunan 5 tahun dalam RPJMD sebagai paparan dari Visi dan Misi.
 
"RPJMD sebagai roh dari arah pembangunan bisa kita lihat. Kalau saya pribadi justru melihat hal lain yang sangat penting, yaitu bagaimana kebudayaan melayu didukung sedemikian rupa sehingga khazanah melayu di daerah kita berdiri kokoh sebagai cikal bakal pengembangan pariwisata di kota Dumai. Aku rasa dari situ dulu kita berpijak. Banyak ciri khas budaya kita yang bisa memancing pengembangan sektor pariwisata. Maaf kalau saya salah memberi pandangan," sebutnya.
 
Hal senada disampaikan pengguna media sosial atas nama Amin, menurutnya banyak mengembangkan budaya melayu di Dumai lebih banyak kesadaran dari beberapa masyarakat yang peduli. Sementara mereka butuh kerjasama dan dukungan dari dinas terkait.
 
Kritikan tersebut dibantah keras oleh Eska Fumiyaki, yang merupakan bagian dari Dinas pariwisata. Menurutnya selama ini pihaknya telah bekerja keras untuk mempromosikan dan mengembangkan potensi wisata di Kota Dumai, hanya saja ada beberapa sektor yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan itu semua tidak terlepas dari anggaran.
 
"Banyak kok potensi atau objek wisata yang bisa kita rasakan sekarang. Hanya kita terbentur untuk pembangunan infrastruktur yang tidak sedikit menggunakan biaya. Perlu kerjasama antar semua stakeholder terkait. Intinya janganlah memandang orang sebelah mata dengan yang negatifnya. Lihat beberapa yang positifnya walau itu kecil. Tengoklah anggaran kami untuk 4 Bidang di Diskopar. Disana ada Bagian Umum, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga." jelasnya.
 
Sedikit demi sedikit tambah Eska. Untuk pengembangan sektor lahan dan sebagainya pihak dinas terhambat dengan soal hak milik dan pemakaian lahan."Itu panjang ceritanya. Mangkonyo cari tau dulu di dalamnyo, jgn asal sebut seolah tak ado yang kami kerjakan." tandas Eska.(egy)
Share
Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    HUT Ke-81 RI di Dumai Berlangsung Semarak, Paskibraka dan Ragam Budaya Nusantara Warnai Upacara Kemerdekaan

    Elemen tetesan minyak melambangkan komoditas strategis daerah, khususnya industri pengolahan minyak mentah dan minyak sawit (CPO) yang menjadi bagian penting dalam perekonomian Kot
  • 2 minggu lalu

    Upacara HUT Ke-81 RI di Kota Dumai Tampilkan Harmoni dalam Keberagaman

    Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Dumai menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk menghargai
  • satu minggu lalu

    Propemperda 2027 Disahkan, Pemko dan DPRD Dumai Sepakati 13 Ranperda Prioritas Pembangunan Daerah

    Agenda rapat meliputi penyampaian penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) mengenai Propemperda Tahun 2027, permintaan persetujuan secara lisan kepada anggota DPR
  • satu minggu lalu

    Paisal Tegaskan Komitmen Pembangunan Prioritas dalam Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027

    Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai II Kantor DPRD Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Bagan Besar, Selasa (18/8/2026), menjadi forum strategis dalam me
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.