Jumat, 20 Februari 2026 21:51:00
Polres Dumai Resmi Kenakan Tanjak dan Slempang, Sinergi Budaya dan Bhayangkara Menggema
DUMAI – Semangat budaya dan pengabdian menyatu dalam satu barisan. Polres Dumai secara resmi melaunching penggunaan tanjak dan slempang bagi seluruh personel dalam sebuah apel khidmat yang digelar Jumat pagi (20/2/2026) di halaman Mapolres Dumai, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 WIB dan diakhiri dengan press release ini menjadi momentum bersejarah, menandai eratnya kolaborasi Polri bersama Lembaga Adat Melayu Kota Dumai dalam merawat identitas budaya di Kota Dumai.
Apel dipimpin langsung Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang, S.I.K., S.H., didampingi Ketua LAM Kota Dumai Datuk Seri Drs. H. Zamhur Egab, M.M., serta Sekretaris LAM Datuk Riswanto. Turut hadir Wakapolres Dumai Kompol Rahmat Syah, S.Kom., S.I.K., M.I.K., para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polres dan Polsek jajaran.
Barisan apel tampak gagah dan penuh makna. Pleton Perwira, Sat Samapta/Pam Obvit, Sat Polairud, Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Resnarkoba, hingga perwakilan Polsek dan PNS berdiri tegap—dengan tanjak terpasang rapi dan slempang tersemat di dada, simbol kehormatan yang kini menjadi bagian dari identitas tugas.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa penggunaan tanjak dan slempang bukan sekadar atribut seragam, melainkan simbol filosofis yang sarat makna.
“Tanjak melambangkan kehormatan, kebijaksanaan, dan jati diri Melayu. Sementara slempang mencerminkan tanggung jawab serta amanah dalam mengemban tugas. Nilai ini selaras dengan semangat Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai luhur Melayu dengan prinsip “melindungi tuah, menjaga marwah.”
“Selama tanjak dikenakan dengan penuh kesadaran makna, selama itu pula semangat Takkan Hilang Melayu di Bumi akan terus hidup, kokoh, dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya penuh semangat.
Launching ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah deklarasi komitmen bahwa di tengah dinamika modernitas, Polres Dumai tetap berpijak pada akar budaya. Bahwa penegakan hukum dapat berjalan seiring dengan pelestarian kearifan lokal.
Di Kota Dumai yang kaya akan budaya Melayu, Bhayangkara kini tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penjaga marwah adat dan warisan leluhur. Tanjak telah tersemat. Slempang telah terpasang. Dan semangat Melayu kini berkibar di dada setiap Bhayangkara Dumai.**
Share
Komentar






