• Home
  • Dumai
  • Tiga Wanita di Dumai Positif Kanker Serviks
Jumat, 11 Agustus 2017 15:54:00

Tiga Wanita di Dumai Positif Kanker Serviks

Ilustrasi.

DUMAI, Globalriau.com - BPJS Kesehatan Cabang Dumai menyatakan, hasil pelayanan gratis pemeriksaan dini kanker serviks sejak 13-31 Juli 2017, menunjukan ada tiga peserta terindikasi positif sakit karena ditemukan benjolan di alat kelamin.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Dumai Adi Siswadi di Dumai, Selasa, mengatakan peserta terindikasi sakit ini selanjutnya dirujuk agar menjalani perawatan tingkat lanjutan dan mendapat penanganan medis lebih intensif oleh dokter spesialis.

"Mereka yang terindikasi kanker rahim ini kemudian dirujuk untuk ke perawatan tingkat lanjutan agar ditangani intensif dokter spesialis," kata Adi kepada pers.

Disebutkan, hasil dari pelaksanaan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di semua fasilitas kesehatan primer kerjasama atau laboratorium terdaftar ini mencatat sebanyak 2.754 skrining, 90 papsmear dan 500 IVA.

Ribuan orang ikut pemeriksaan gratis bulan deteksi dini kanker servik ini, tidak saja peserta wanita asal Dumai, melainkan juga dari beberapa daerah di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Dumai.

"Periksa gratis deteksi dini servik ini bentuk dukungan kita dalam gerakan masyarakat hidup sehat bagi peserta, sekaligus memperingati hari ulang tahun bpjs kesehatan ke 49," sebutnya dilansir antara.

BPJS Kesehatan Dumai saat itu membuka pelayanan deteksi dini serviks di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar, dan papsmear di Laboratorium Klinik Prodia Duri dan Laboratorium Thamrin Dumai.

Dilanjutkan, kanker serviks baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, dimana proses pengobatan jadi lebih sulit dan biaya pengobatan juga mahal, namun paling mudah dicegah dengan pemberian vaksinasi.

Data nasional 2016, diketahui jumlah kasus kanker servik di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar, rawat inap tingkat lanjutan 6.938 kasus sebesar Rp87,1 miliar.

Sementara, Dokter Pengawas Tunas Muda Medika dr Rahmi Salbi menjelaskan, pemeriksaan dini terhadap kanker leher rahim ini sangat diperlukan sebagai tindakan preventif, karena jika terlambat terdeteksi maka beresiko kematian.

"Kita imbau peserta untuk mencegah dan mendeteksi dini penyakit jadi momok menakutkan kaum wanita ini karena beresiko kematian," sebut Rahmi beberapa waktu lalu.(antara)

Share
Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    HUT Ke-81 RI di Dumai Berlangsung Semarak, Paskibraka dan Ragam Budaya Nusantara Warnai Upacara Kemerdekaan

    Elemen tetesan minyak melambangkan komoditas strategis daerah, khususnya industri pengolahan minyak mentah dan minyak sawit (CPO) yang menjadi bagian penting dalam perekonomian Kot
  • satu minggu lalu

    Upacara HUT Ke-81 RI di Kota Dumai Tampilkan Harmoni dalam Keberagaman

    Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Dumai menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk menghargai
  • satu minggu lalu

    Propemperda 2027 Disahkan, Pemko dan DPRD Dumai Sepakati 13 Ranperda Prioritas Pembangunan Daerah

    Agenda rapat meliputi penyampaian penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) mengenai Propemperda Tahun 2027, permintaan persetujuan secara lisan kepada anggota DPR
  • satu minggu lalu

    Paisal Tegaskan Komitmen Pembangunan Prioritas dalam Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027

    Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai II Kantor DPRD Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Bagan Besar, Selasa (18/8/2026), menjadi forum strategis dalam me
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.