• Home
  • Inhil
  • Dua Balita Derita Gizi Buruk di Inhil, Satu Orang Meninggal
Minggu, 06 September 2015 22:21:00

Dua Balita Derita Gizi Buruk di Inhil, Satu Orang Meninggal

Muhdi (36), warga Jalan Harapan Tembilahan Hulu saat menunggui anaknya dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan

TEMBILAHAN- Setelah sempat dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan, akhirnya balita penderita gizi buruk asal Kecamatan Kempas (2,4) meninggal dunia, Ahad (6/9/15) sekira pukul 14.30 Wib.

Balita dari pasangan Saparuddin dan Karina ini, sebelumnya Senin (24/8/15) lalu masuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan, namun Selasa (1/9/15) malam balita ini dibawa pulang ke rumahnya di Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas.

Saat itu ada dua alasan berbeda yang disampaikan pihak RSUD Puri Husada Tembilahan, pertama disebutkan diperbolehkan pulang karena kondisi sudah membaik, namun dikatakan juga karena orangtuanya yang ‘memaksa’ membawa anaknya pulang.

Padahal, sebelumnya petugas kesehatan menyebutkan, minimal anak ini mendapatkan perawatan di rumah sakit sekira dua minggu. Kalau memang ortunya memaksa, padahal baru sekitar satu minggu dirawat seharusnya pihak RS dapat memberikan pengarahan secara baik agar anak ini dapat dirawat sampai kondisinya benar-benar pulih.

Akhirnya, setelah dibawa pulang ini, informasinya kondisi Siti Salasiah kembali memburuk dan berat badannya menurun, balita malang ini kembali dibawa ke rumah sakit. Sampai akhirnya meninggal hari ini di ruang perawatan anak.

Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto membenarkan meninggalnya balita penderita gizi buruk ini, setelah sebelumnya sempat dibawa pulang ke rumahnya.

“Ya, hari ini (meninggal), sebelumnya pulang atas permintaan sendiri. Kemudian masuk lagi, dan berat badannya turun lagi,” jawan Irianto ketika dikonfirmasi riauterkini.com, Ahad (6/9/15) sore.

Nabila, Balita Penderita Gizi Buruk dan Jantung Bocor Perlu Bantuan

Bayi anak pasangan Muhdi (36), seorang tukang ojek dan Indrawati (32), warga Jalan Harapan, Parit 8 Tembilahan Hulu ini, infonya sempat harus dirujuk ke RS di Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Saat bayi dengan berat 4 kilogram ini dirawat di ruangan anak RSUD Puri Husada Tembilahan. Ortu bayi ini mengaku anaknya diketahui menderita gizi guruk dan jantung bocor setelah ia membawa anaknya berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sedangkan perawat yang berjaga di ruangan anak tersebut, tidak mau memberikan jawaban lebih lanjut pertanyaan wartawan, mereka mengaku tidak berwenang dan mempersilahkan menanyakan kepada dokter.

Yang menjadi fikiran Muhdi, yakni ketiadaan biaya untuk menunggui anaknya seandainya harus dirujuk ke RS di Pekanbaru. Penghasilannya sebagai tukang ojek hanya cukup untuk hidup sehari-hari saja.

"Kalau berobat sampai ke Pekanbaru memang gratis bang, tapi kami tidak ada biaya selama menunggui anak ini dirawat disana. Selama ini hasil yang didapat dari ngojek cukup untuk makan saja," keluh Muhdi.

Sehingga sangat diharapkan adanya bantuan dari para donatur untuk membantu meringankan beban keluarga ini.

Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto menyatakan, kalau perawatan anak dari kalangan tidak mampu ini ditanggung dalam Jamkesda.

"Ya, kalau dari kalangan tidak mampu ditanggung Jamkesda. Nanti saya cek, lagi dalam perjalanan dari Pekanbaru menuju Tembilahan ini," jawabnya ketika dihubungi, Ahad (6/9/15).

Sumber: riauterkini.com

Share
Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Wakajati Riau Pimpin Apel Kerja Awal Tahun 2023

    Wakajati juga berharap agar jajaran melandasi setiap tugas dan tanggung jawab dengan Kerja Ikhlas, Cerdas dan Tuntas sehingga Output dan Outcome berbagai Program Kejaksaan dapat te
  • 3 bulan lalu

    Angkat Tema Jaga Desa dari Korupsi, Asisten Intelijen Kejati Riau jadi Narasumber Program Tanya Jaksa di RTV

    Dalam pemaparannya, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau, Raharjo Budi Kisnanto, SH, MH menjelaskan tindak pidana korupsi telah menjadi suatu kejahatan yang luar biasa. Dengan d
  • 6 bulan lalu

    Peringati HAN 2022, KKN UNRI Tembilahan Hulu Laksanakan Lomba Mewarnai di TK Kartika 1-52

    Eliza juga menyampaikan rasa terima kasih kepada adik-adik Kukerta UNRI yang telah membantu pihak sekolah memberikan edukasi kepada anak didik serta bersama-sama memperingati Hari
  • 6 bulan lalu

    Dinilai Memiliki Konsep dan Berwibawa, Aktivis Pendidikan Riau Dukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024

    Anies juga tercatat sebagai dosen dan pernah menjabat rektor Universitas Paramadina. Background pendidik tersebut diyakini Anies lah orang yang mampu memajukan pendidikan di negeri
  • Komentar
    Copyright © 2023 . All Rights Reserved.