• Home
  • Inhil
  • Tiga Tenaga Kesehatan di Inhil Positif Corona
Selasa, 23 Juni 2020 21:34:00

Tiga Tenaga Kesehatan di Inhil Positif Corona

INHIL, globalriau.com - Tiga tenaga kesehatan di Rumah Sakit Puri Husada, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang dinyatakan, positif Covid-19, Selasa (23/6/2020) ini menandakan. Agar tenaga kesehatan (Nakes) bekerja sesuai aturan.



Dengan kondisi ini, Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Riau menyebutkan, bahwa temuan ini sebagai himbauan bagi Nakes diseluruh Riau. Agar berhati-hati dan bekerja sesuai aturan dan ketentuan yang ditetapkan.

Tiga orang yang positif ini, sebut Yovi, adalah pasien nomor 167 inisial Nyonya AKD (39) warga Kabupaten Indragiri Hilir.

''Nyonya AKD ini merupakan tenaga Kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,'' terang Yovi.

Lalu, pasien 168 positif covid-19 di Riau adalah Nyonya DF (41) warga Kabupaten Indragiri Hilir yang juga merupakan tenaga Kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan.

Sedangkan pasien 169 adalah Tuan R (38) yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir.

''Beda dengan Nyonya AKD dan Nyonya DF. Kalau tuan R merupakan karyawan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,'' kata Yovi.

''Dengan positifnya dua tenaga medis, dan pegawai rumah sakit. Saya himbau teman-teman nakes, agar bekerja sesuai aturan yang diterapkan WHO dan Pemerintah.

Ditanya, mengapa Nakes di RS Puri Husada bisa positif Covid-19. Yovi mengatakan, sebenarnya bahwa protokol kesehatan paling dilakukan itu di rumah sakit.

Menurut dia, dari koordinasi dengan dokter Alexis di Puri Husada. Disana dikatakan, tidak semua pegawai disana menggunakan APD. Karena selain dokter ada juga tenaga pembantu, dan pegawai administrasi.

Terkenanya Nakes ini, menurut Yovi, karena masyarakat saat ini banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Yovi mencontohkan, bahwa di awal Bulan Maret, ketakutan masyarakat tinggi tapi kasus sedikit. Sementara itu, saat ini kasus banyak, tapi ketakutan masyarakat kecil.

''Inilah yang kami khawatirkan, karena masyarakat tidak mengindahkan protokol kesehatan,'' tegas Yovi.

Artinya, ikutnya nakes positif Covid-19 bukan karena rumah sakit. Karena, sejak awal Rumah sakit itu selalu menerapkan protokol kesehatan.

''Tapi kadang-kadang kepatuhan terhadap protokol itu, tergantung kita masing-masing,'' terang Yovi.

Menurut dia, rumah sakit itu ada Zona merah, zona hijau dan setiap zona menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang berbeda-beda.

''Kami tim gugus akan membahas protokol kesehatan dengan Puri Husada,'' kata Yovi.

Ditambahkan dr Indra Yovi, kasus penambahan positif Covid-19 di Provinsi Riau, bertambah 27 orang, Selasa (23/6/2020) sore.

Kasus terbanyak hari ini berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dengan total 14 kasus.

Dengan penambahan per hari Selasa (23/6/2020) di Provinsi Riau, maka total kasus Covid-19 di Provinsi Riau menjadi 193 kasus.

Rinciannya, sebanyak 67 dirawat, 117 sehat dan sudah dipulangkan, dan 9 meninggal dunia.

Sedangkan, PDP yang masih dirawat berjumlah 121 pasien, PDP negatif covid-19 dan dipulangkan berjumlah 1.512 orang, dan PDP meninggal dunia berjumlah 176 orang. Total PDP berjumlah 1.809 orang.

Sementara itu, ODP dalam pemantauan berjumlah 3.830 orang, ODP sudah selesai pemantauan berjumlah 72.395 orang.(MCR/red)

Share
Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Program BERSERI, Polres Dumai Bakal Bedah Rumah Warga Kurang Mampu Setiap Bulan

    Adapun program Berseri adalah renovasi ataupun bedah rumah masyarakat yang tidak mampu dengan target 2 hingga 3 rumah setiap bulannya.
  • 2 hari lalu

    Bantah Isu Negatif, Kapolres Dumai; Anggota yang terbukti lakukan pidana pasti saya hukum

    Budi hanya menemukan kelalaian administrasi dalam dokumen pelayaran kapal tersebut dan menegaskan kepada nakhoda untuk melengkapi syarat sebelum memulai aktivitas di laut.
  • 3 hari lalu

    Lantik Sejumlah Staf Ahli, Begini Pesan Jaksa Agung ST Burhanuddin

    Dalam keterangan pers Kepuspenhum Dr Ketut Sumedana menjelaskan bahwa pelaksanaan pelantikan staf ahli oleh Jaksa Agung dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
  • 3 hari lalu

    Pergantian nama RSUD Dumai kurang visioner, Analis masyarakat: ada point yang hilang

    Tanggapan yang mencolok pada diskusi ini muncul ketika Delyuzar syamsi memilih penggubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, hal tersbut dipilihnya karna melihat prinsip rumah
  • Komentar
    Copyright © 2022 . All Rights Reserved.