- Home
- Dumai
- Bentengi Pesisir dari Perdagangan Orang, Imigrasi Dumai Turun Langsung Edukasi Warga Pelintung
Rabu, 25 Februari 2026 04:39:00
Bentengi Pesisir dari Perdagangan Orang, Imigrasi Dumai Turun Langsung Edukasi Warga Pelintung
DUMAI – Ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia (TPPM) di wilayah pesisir menjadi perhatian serius. Sebagai langkah pencegahan nyata, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai menggelar sosialisasi langsung kepada masyarakat Desa Binaan Imigrasi di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menyasar masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan perbatasan yang dinilai memiliki kerentanan terhadap praktik perdagangan orang dan penyelundupan manusia. Dalam sosialisasi tersebut, warga diberikan pemahaman menyeluruh, mulai dari definisi, perbedaan TPPO dan TPPM, hingga berbagai modus yang kerap digunakan pelaku untuk menjerat korban.
Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan tentang dampak hukum dan sosial yang dapat timbul, terutama ketika terlibat dalam aktivitas pengiriman manusia tanpa melalui prosedur resmi.
Kepala Kantor Imigrasi Dumai, Ruhiyat M Tolib, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.
“Kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar tentang bahaya perdagangan orang dan penyelundupan manusia. Wilayah pesisir memiliki kerawanan tersendiri, sehingga kesadaran masyarakat menjadi benteng utama pencegahan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi aktivitas mencurigakan,” tegas Ruhiyat.
Ia menambahkan, peran keluarga, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat sangat vital dalam mendeteksi sejak dini potensi kejahatan tersebut. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat, kata dia, menjadi kunci utama memutus rantai praktik ilegal yang merugikan dan membahayakan keselamatan warga.
Melalui kegiatan ini, Imigrasi Dumai berharap kesadaran masyarakat semakin kuat, sehingga tidak mudah terjebak dalam bujuk rayu pelaku, sekaligus memperkuat pengawasan berbasis komunitas demi menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah.**
Share
Komentar






