• Home
  • Nasional
  • PHP2Shell Jadi Peringatan bagi Perusahaan untuk Memperkuat Keamanan Siber
Jumat, 23 Oktober 2026 14:35:00

PHP2Shell Jadi Peringatan bagi Perusahaan untuk Memperkuat Keamanan Siber

Sumber, Freepik.
Ilustrasi.

Jakarta, 23 Oktober 2026 — Ancaman keamanan siber kembali menjadi perhatian setelah munculnya PHP2Shell, sebuah celah keamanan yang dapat dimanfaatkan untuk menyerang situs web dan server yang terdampak. Kondisi ini menjadi pengingat bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan keamanan sistem digital, terutama teknologi yang digunakan untuk menjalankan situs web dan aplikasi bisnis.

PHP2Shell berkaitan dengan dua celah keamanan pada PHP, yaitu CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun situs web dan aplikasi. Jika celah ini dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, penyerang berpotensi mencuri data, mengubah isi situs web, mengganggu layanan, hingga mendapatkan akses ke sistem perusahaan tanpa izin.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan gangguan teknis. Serangan yang berhasil dapat mengganggu aktivitas bisnis, menurunkan kepercayaan pelanggan, serta menimbulkan kerugian apabila data dan layanan penting ikut terdampak. Karena itu, perusahaan perlu memastikan sistem yang digunakan mendapatkan pembaruan keamanan secara berkala.

Komdigi Ingatkan Pentingnya Pembaruan Keamanan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), melalui Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Komdigi, turut menerbitkan peringatan mengenai PHP2Shell pada 22 Oktober 2026. Peringatan tersebut menjelaskan risiko dari kedua celah keamanan serta pentingnya memasang pembaruan yang telah dirilis oleh pengembang PHP.

Pada 21 Oktober 2026, tim pengembang PHP merilis pembaruan keamanan untuk memperbaiki celah tersebut. Pengguna PHP 8.5 disarankan memperbarui ke versi 8.5.12, PHP 8.4 ke versi 8.4.27, PHP 8.3 ke versi 8.3.36, dan PHP 8.2 ke versi 8.2.35. Versi yang lebih lama dari masing-masing rilis perbaikan perlu diperiksa dan ditangani sesuai dengan pembaruan yang tersedia.

Sementara itu, perusahaan yang masih menggunakan PHP 8.1 atau versi sebelumnya perlu memberikan perhatian khusus karena versi tersebut sudah tidak mendapatkan pembaruan rutin langsung dari proyek PHP. Perusahaan perlu memeriksa apakah penyedia sistem mereka menyediakan perbaikan keamanan atau mempertimbangkan peningkatan ke versi yang masih didukung.

Selain memperbarui PHP, pengelola sistem perlu memastikan seluruh situs web dan aplikasi telah menggunakan versi yang aman. Pemeriksaan terhadap aktivitas yang mencurigakan juga penting dilakukan untuk mengetahui apakah sistem pernah diakses tanpa izin.

Langkah ini perlu mendapat perhatian karena pembaruan keamanan saja belum tentu menyelesaikan masalah apabila sistem sudah lebih dahulu disusupi. Perusahaan perlu memastikan tidak ada aktivitas atau akses mencurigakan yang masih berlangsung setelah pembaruan diterapkan.

Sementara menurut Edward, Direktur Utama PT Nusa Network Prakarsa, yakni perusahaan system integrator yang menyediakan solusi teknologi untuk kebutuhan bisnis, menilai bahwa kasus PHP2Shell menunjukkan pentingnya bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan keamanan teknologi yang digunakan dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

“Kasus PHP2Shell menjadi pengingat bahwa ancaman siber dapat muncul dari teknologi yang digunakan untuk menjalankan situs web dan aplikasi. Karena itu, perusahaan perlu memastikan sistemnya selalu mendapatkan pembaruan keamanan dan tidak mengabaikan potensi celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Edward.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan siber tidak cukup dilakukan ketika serangan sudah terjadi. Perusahaan perlu melakukan pemeriksaan secara berkala, memperhatikan aktivitas yang mencurigakan, serta menyiapkan langkah penanganan apabila ditemukan masalah keamanan.

Kewaspadaan tersebut juga perlu didukung oleh pemahaman mengenai risiko keamanan digital di lingkungan perusahaan. Dengan mengetahui potensi ancaman dan melakukan langkah pencegahan sejak dini, perusahaan dapat mengurangi risiko gangguan terhadap data, sistem, dan kelangsungan operasional bisnis.

Kasus PHP2Shell menegaskan bahwa keamanan siber perlu menjadi bagian dari perhatian perusahaan dalam menjalankan bisnis digital. Pembaruan sistem, pemeriksaan keamanan secara berkala, dan kesiapan menghadapi insiden merupakan langkah penting untuk membantu menjaga data serta layanan perusahaan tetap terlindungi.

Share
Komentar
Copyright © 2026 . All Rights Reserved.