• Home
  • Pekanbaru
  • PENINGKATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA PEKANBARU
Sabtu, 18 Juni 2022 22:49:00

PENINGKATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA PEKANBARU

Sumber: Cakaplah.com
Kota Pekanbaru.
Nurul Fanny Salsabilla
Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial,
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Email : nurulfanny2002@gmail.com
 
ABSTRAK
 
      Infrastruktur merupakan unsur utama dalam pembangunan di daerah-daerah. Dengan adanya infrastruktur dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber daya sehingga juga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam  kemajuan di suatu daerah. Keberadaan infrastruktur merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan pertumbuhan ekonomi karena sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat dan pemerintah dalam semua aktivitas yang dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah Kota Pekanbaru bersama dengan beberapa instansi berupaya untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur agar kedepannya Kota Pekanbaru dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai infrastruktur yang telah tersedia.
 
PENDAHULUAN
 
       Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menjelaskan mengenai tujuan negara, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Salah satu yang menjadi perhatian penting adalah masalah kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Untuk mencapai kesejahteraan tersebut maka negara harus mendorong pertumbuhan ekonomi yang merupakan indikator dari keberhasilan ekonomi.
 
       Setiap pemerintah di berbagai daerah termasuk pemerintah Kota Pekanbaru akan berusaha untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang optimal dan menurunkan tingkat kemiskinan. Setiap pemerintah juga telah melakukan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kemajuan ekonomi, salah satunya dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang.
 
       Kota Pekanbaru merupakan kota yang memiliki masyarakat yang heterogen atau beragam. Dengan penduduk yang sangat heterogen atau beragam ini juga akan membawa beban pembangunan yang semakin lambat, sehingga Kota Pekanbaru perlu dipimpin oleh pemimpin yang berkualitas. Artinya, Kota Pekanbaru kedepannya harus tetap dipimpin oleh pemimpin yang mampu meratakan pembangunan infrastruktur.
 
       Untuk mendukung terciptanya kemajuan ekonomi, pemerintah harus meningkatkan pembangunan infrastruktur di daerah terutama Kota Pekanbaru, sehingga usaha-usaha produktif masyarakat bisa berkembang karena didukung infrastruktur yang memadai. Melalui metode kepustakaan, artikel ini akan membahas mengenai peningkatan pembangunan infrastruktur terhadap kemajuan ekonomi di Kota Pekanbaru.
 
PEMBAHASAN
 
Infrastruktur
       Menurut Stone (1974), infrastruktur merupakan segala macam fasilitas fisik yang dibutuhkan dan dikembangkan oleh beberapa agen publik yang mempunyai tujuan untuk bisa memenuhi tujuan ekonomi dan social serta fungsi pemerintahan dalam hal tenaga listrik, penyediaan air, transportasi, pembuangan limbah, dan pelayanan publik lainnya.
 
World Bank, 1994 membagi infrastruktur menjadi tiga jenis, yaitu :
  1. Infrastruktur ekonomi, yaitu infrastruktur yang dimanfaatkan untuk tujuan ekonomi meliputi public utilities (tenaga, telekomunikasi, air, gas, sanitasi), public work (jalan, bendungan, irigasi, dan drainase), dan sektor transportasi (jalan, rel, bandara, pelabuhan, dan terminal).
  2. Infrastruktur sosial, yaitu infrastruktur yang dimanfaatkan untuk tujuan sosial seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan rekreasi.
  3. Infrastruktur administrasi, yaitu infrastruktur yang dimanfaatkan untuk tujuan pelayanan administrasi masyarakat meliputi penegakan hukum, control administrasi, dan koordinasi.
Pertumbuhan Ekonomi
 
       Dalam buku Ekonomi Makro (2010) karya Joko Untoro disebutkan, pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Kemajuan ekonomi dapat dilihat dan diukur dengan cara membandingkan komponen yang dapat mewakili keadaan ekonomi suatu daerah masa kini dan masa sebelumnya.
 
       Komponen yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi adalah Produk Nasional Bruto (PNB) atau Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, penggunaan PDB sebagai indikator pertumbuhan ekonomi  kurang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya, oleh karena itu sebagai alternatif digunakanlah pendapatan per kapita sebagai indikator. Indikator ini menekankan pada peningkatan PDB yang melebihi tingkat pertumbuhan penduduk.
 
       Kuncoro membagi daerah menjadi 4 jenis yang dilihat dari kemampuan daerah mengembangkan pertumbuhan ekonominya, yaitu :
  1. Daerah cepat maju dan pertumbuhan tinggi. Daerah ini mengalami pertumbuhan ekonomi & diiringi dengan peningkatan pendapatan masyarakat yang lebih tinggi dari rata-rata kabupaten & kota.
  2. Daerah maju dan tertekan. Daerah yang memiliki peningkatan ekonomi yang tinggi namun pertumbuhan ekonominya lebih rendah dari rata-rata kabupaten kota.
  3. Daerah berkembang cepat. Daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat namun belum diiringi oleh peningkatan pendapatan per kapitanya masih rendah dibanding rata-rata kabupaten kota.
  4. Daerah relatif tertinggal. Daerah yang pertumbuhan ekonominya lambat dan pendapatan per kapitanya lebih rendah dari rata-rata kabupaten kota.
Infrastruktur Kota Pekanbaru
 
       Pemerintah Kota Pekanbaru dan beberapa instansi terus berusaha untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan harapan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses komunikasi, transportasi, listrik, air, serta sarana perumahan, dan lain sebagainya.
 
       Salah satu kunci dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat yaitu tersedianya sarana umum yang memadai. Pembangunan infrastruktur pada sarana umum ini meliputi jalan penghubung dalam kota, antar kota, antar kabupaten, jembatan, listrik, dan infrastruktur kepentingan publik lainnya.
 
       Secara umum, infrastruktur yang ada di Kota Pekanbaru perlu ditingkatkan lagi. Ketersediaan infrastruktur khususnya sarana transportasi akan mampu mendorong investasi serta akan mampu mempersatukan wilayah melalui putring road yang akan mengurangi dampak kemacetan dalam kota. Selain transportasi, bidang yang tercakup dalam pembangunan infrastruktur adalah seperti kelistrikan, informasi dan komunikasi, sumber daya air dan irigasi, pemukiman dan pengembangan wilayah, terminal dan Bandar udara, serta perpakiran.
 
       Kota Pekanbaru disebut sebagai kota investasi, dengan adanya dana masyarakat pembangunan akan berjalan lancar. Untuk itu, pemerintah Kota Pekanbaru harus mempersiapkan modal yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan memberikan nilai tambah atau pendapatan bagi daerah.
 
       Untuk menarik para investor, Wali Kota Pekanbaru mengatakan bahwa sebuah daerah harus memiliki infrastruktur yang mendukung, lahan yang tersedia, dan terutama kemudahan dalam pelayanan perizinan. Agar investor tertarik untuk berinvestasi, maka kita harus menunjukkan layanan terbaik. Pemerintah pusat saat ini sudah berupaya memudahkan perizinan bagi investor, diantaranya dengan menggunakan aplikasi OSS (Online Single Submission), dimana investor dapat mengakses informasi hingga mengajukan proses perizinan tanpa harus menemui instansi atau pejabat terkait terlebih dahulu. Wali Kota Pekanbaru mengatakan bahwa pihaknya juga sedang menyusun Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Tebing Tinggi Okura, berencana agar Danau Kayangan lebih dikembangkan untuk sektor industri pariwisata dan manufuktur.
 
Pertumbuhan Ekonomi Kota Pekanbaru
 
       Perekonomian Kota Pekanbaru mengalami kontraksi terdalam di Riau pada tahun-tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 menurun 4,38% secara tahunan menjadi Rp 69,02 triliun pada 2020.
 
       Terpuruknya perekonomian Kota Pekanbaru dipicu oleh PDRB ADHK sector konstruksi yang terkontraksi 3,19% (yoy) menjadi Rp 20,07 triliun pada 2020. Demikian pula PDRB ADHK sector perdagangan besar dan eceran di Kota Pekanbaru tumbuh negatif 13,76% (yoy) menjadi Rp 17,96 triliun pada tahun lalu.
 
       Perekonomian Kota Pekanbaru banyak dipengaruhi oleh kehadiran perkebunan kelapa sawit, pabrik kertas, dan pulp, perusahaan minyak, serta pabrik pengolahan. Untuk mendukung kegiatan perekonomiannya Pemerintah Kota Pekanbaru telah memiliki infrastruktur penunjang yang lumayan komplit. Secara umum, meningkatnya kondisi perekonomian pada tahun 2010-2016 banyak mempengaruhi kinerja seluruh kategori ekonomi di Kota Pekanbaru. Selain itu, Kota Pekanbaru tumbuh menjadi salah satu pusat kegiatan nasional dan memberi pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional khususnya wilayah Sumatera.
 
       Percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur yang strategis di Kota Pekanbaru dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur yang strategis dapat mendukung peningkatan industri. Maka dari itu, terbukti bahwa infrastruktur adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dalam pertumbuhan ekonomi.
 
Daftar Pustaka;
 

 

Share
Berita Terkait
  • 16 jam lalu

    Program BERSERI, Polres Dumai Bakal Bedah Rumah Warga Kurang Mampu Setiap Bulan

    Adapun program Berseri adalah renovasi ataupun bedah rumah masyarakat yang tidak mampu dengan target 2 hingga 3 rumah setiap bulannya.
  • 2 hari lalu

    Bantah Isu Negatif, Kapolres Dumai; Anggota yang terbukti lakukan pidana pasti saya hukum

    Budi hanya menemukan kelalaian administrasi dalam dokumen pelayaran kapal tersebut dan menegaskan kepada nakhoda untuk melengkapi syarat sebelum memulai aktivitas di laut.
  • 3 hari lalu

    Lantik Sejumlah Staf Ahli, Begini Pesan Jaksa Agung ST Burhanuddin

    Dalam keterangan pers Kepuspenhum Dr Ketut Sumedana menjelaskan bahwa pelaksanaan pelantikan staf ahli oleh Jaksa Agung dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
  • 3 hari lalu

    Pergantian nama RSUD Dumai kurang visioner, Analis masyarakat: ada point yang hilang

    Tanggapan yang mencolok pada diskusi ini muncul ketika Delyuzar syamsi memilih penggubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, hal tersbut dipilihnya karna melihat prinsip rumah
  • Komentar
    Copyright © 2022 . All Rights Reserved.