- Home
- Dumai
- Ketua Fraksi Gerindra Dumai Tegaskan DHE SDA Bukan Ancaman bagi Petani Sawit: Negara Sedang Tutup Celah Kebocoran Devisa
Jumat, 22 Mei 2026 13:06:00
Ketua Fraksi Gerindra Dumai Tegaskan DHE SDA Bukan Ancaman bagi Petani Sawit: Negara Sedang Tutup Celah Kebocoran Devisa
DUMAI – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Dumai, Junjung Mangatas Simorangkir menegaskan masyarakat, khususnya petani sawit, tidak perlu terpengaruh isu yang menyebut penguatan aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan menyebabkan harga sawit turun.
Dijelaskannya bahwa, kebijakan pemerintah tersebut bukan ditujukan untuk menekan aktivitas ekspor ataupun merugikan petani, melainkan sebagai langkah tegas negara dalam menutup kebocoran devisa yang selama ini diduga terjadi melalui berbagai praktik ilegal di sektor ekspor sumber daya alam.
“Petani kecil jangan takut dan jangan mudah terpengaruh isu bahwa harga sawit akan turun karena kebijakan ini. Pemerintah tidak sedang membatasi ekspor, tetapi ingin memastikan hasil kekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat maksimal bagi negara,” tegas Junjung, Jumat (22/5/2026).
Ia menilai penguatan pengawasan DHE SDA merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus memastikan uang hasil ekspor tidak mengalir keluar tanpa pengawasan yang jelas.
Menurut Junjung, selama ini pemerintah melihat adanya potensi kebocoran devisa melalui praktik-praktik seperti under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah nilai sebenarnya, hingga dugaan penggunaan perusahaan cangkang (shell company) yang berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar.
“Yang diawasi itu praktik ilegalnya, bukan petani sawit dan bukan hasil kerja masyarakat. Negara wajib hadir untuk menutup celah kebocoran yang selama ini merugikan kepentingan nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan tersebut justru akan berdampak positif bagi perekonomian nasional karena devisa hasil ekspor dapat tetap berputar di dalam negeri, memperkuat stabilitas ekonomi, mendukung pembangunan daerah, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Junjung memastikan pemerintah tetap berpihak kepada petani dan pelaku usaha yang bekerja sesuai aturan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terpancing narasi yang menggiring opini seolah penguatan DHE SDA menjadi ancaman bagi sektor sawit rakyat.
“Ini langkah negara menjaga kepentingan nasional dan memperkuat ekonomi Indonesia. Petani sawit tidak perlu cemas karena kebijakan ini bukan untuk menyulitkan rakyat, tetapi memastikan kekayaan alam Indonesia tidak bocor keluar negeri,” tutupnya.**
Share
Komentar






