- Home
- Pekanbaru
- Polda Riau Kirimkan Bantuan Tahap II: Tim Trauma Healing, Logistik, dan Alat Berat untuk Sumatera Barat
Rabu, 03 Desember 2025 11:51:00
Polda Riau Kirimkan Bantuan Tahap II: Tim Trauma Healing, Logistik, dan Alat Berat untuk Sumatera Barat
Pekanbaru, Riau - Kepedulian Polda Riau terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali diwujudkan dengan pengiriman bantuan tahap kedua ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan ini meliputi tim trauma healing, logistik, dan alat berat, yang diberangkatkan pada hari Rabu (3 Desember 2025) pagi.
Kombes Ino H, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, memimpin langsung keberangkatan tim ini. Beliau menjelaskan bahwa fokus utama dari bantuan tahap kedua ini adalah untuk mempercepat pemulihan psikologis para korban, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami trauma akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
"Pagi ini, kami memberangkatkan tim trauma healing Polda Riau yang berkolaborasi dengan mahasiswa HIMPSI Riau. Mereka akan bertugas di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, salah satu wilayah yang paling parah terdampak," ujar Kombes Ino.
Sebelumnya, Polda Riau telah mengirimkan 290 personel untuk membantu evakuasi, membuka akses yang terisolir, dan menyalurkan bantuan sosial. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Polda Sumatera Barat untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
"Kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah untuk memberikan bantuan kemanusiaan, terutama bagi mereka yang sedang tertimpa musibah. Saat ini, kita melihat ada tiga provinsi yang terdampak bencana besar, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," lanjutnya.
Polda Riau menyadari bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada bantuan logistik, tetapi juga pemulihan psikososial. Tim trauma healing ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengatasi ketakutan, kecemasan, kesedihan, dan masalah psikologis lainnya, sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan normal dan mengembalikan senyum anak-anak serta para lansia. Sebanyak 42 personel tim trauma healing diberangkatkan dalam misi ini, dengan fokus utama pada wilayah Agam yang mencatat jumlah korban terbanyak.
Selain tim trauma healing, Polda Riau juga mengirimkan bantuan sosial tahap kedua yang meliputi paket sembako, kebutuhan pokok, mobil tangki air untuk desa yang kesulitan air bersih, peralatan dapur umum lapangan, satu unit alat berat dozer untuk membuka akses desa yang terisolir, dan satu kontainer pendingin jenazah untuk membantu penyimpanan jenazah korban yang belum teridentifikasi.
"Kontainer pendingin ini sangat penting karena banyak jenazah yang ditemukan belum teridentifikasi dan belum ada pihak keluarga yang datang. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu proses identifikasi oleh tim DVI," tutur Kombes Ino.
Kombes Ino menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini merupakan wujud solidaritas dan kerja nyata Polda Riau bersama seluruh elemen masyarakat. Beliau juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa HIMPSI Riau dalam misi kemanusiaan ini.
"Kami sangat mengapresiasi mahasiswa HIMPSI Riau yang ikut terlibat. Ini adalah wujud kepedulian kita bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang berduka," tutupnya.**
Share
Komentar






