Kamis, 30 April 2026 22:09:00
FLS3N 2026 Dumai Resmi Dibuka, 125 Pelajar Adu Kreativitas di 16 Cabang Lomba
DUMAI – Semangat kreativitas dan bakat generasi muda kembali menggema di Kota Dumai. Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SLTA sederajat resmi digelar pada Kamis (30/04/2026) pagi di SMA YKPP, Kecamatan Dumai Selatan.
Ajang tahunan bergengsi ini diikuti sebanyak 125 siswa-siswi dari berbagai SMA dan SMK se-Kota Dumai, yang berkompetisi dalam 16 cabang lomba seni dan sastra. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk menyalurkan bakat, mengasah kreativitas, sekaligus memperkuat karakter melalui kompetisi yang sehat.
Kegiatan FLS3N secara resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Wilayah II, Alchoiri Syahwali, Kamis (30/04/2026) pagi. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK Kota Dumai atas komitmennya dalam menyelenggarakan kegiatan ini di tengah berbagai keterbatasan.
“Di tengah efisiensi anggaran, saya sangat mengapresiasi MKKS SMA dan SMK Kota Dumai yang tetap berupaya maksimal menghadirkan ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya. Ini bukti nyata kepedulian terhadap pengembangan potensi generasi muda,” ujar Alchoiri.
Ia juga berharap FLS3N tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik.
Sementara itu, Ketua MKKS SMA Kota Dumai, Rafles S.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti lomba dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana proses ini membentuk karakter dan mental yang kuat,” ungkap Rafles.
FLS3N 2026 di Dumai diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing hingga ke tingkat nasional.
Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa seni dan sastra tetap memiliki ruang penting dalam dunia pendidikan, sebagai sarana ekspresi sekaligus penguatan nilai budaya di kalangan generasi muda.**
Share
Komentar






