• Home
  • Pekanbaru
  • Transformasi Safety Kunci Sukses PHR Jaga Produksi Energi untuk Negeri
Minggu, 27 Agustus 2023 22:50:00

Transformasi Safety Kunci Sukses PHR Jaga Produksi Energi untuk Negeri

Perwira PHR tampak suka cita setelah berhasil melakukan sejumlah pekerjaan di salah satu sumur minyak di kawasan WK Rokan.
Didirikan sejak 20 Desember 2018 lalu, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi salah satu perusahaan yang sangat berperan dalam keberlangsungan energi di tanah air. Bergerak di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi (Migas) di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PHR mendapat tugas dalam mengelola wilayah kerja (WK) Rokan selama 20 tahun yang dimulai pada 9 Agustus 2021 alih kelola dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di kawasan pulau Sumatera tepatnya di Provinsi Riau.
 
Sejak hari pertama alih kelola blok Rokan, PHR langsung tancap gas melakukan berbagai inovasi dalam memaksimalkan produksi migas di ladang minyak tertua dan terbesar di wilayah Indonesia tersebut. 100 hari pertama pengelolaan WK Rokan, PHR telah melakukan pengeboran sebanyak 100 sumur baru yang artinya 1 sumur per hari berhasil di capai anak perusahaan PT Pertamina tersebut.
 
Agustus 2023 merupakan 2 tahun usia PHR dalam mengelola WK Rokan sejak diambil alih dari PT CPI 2021 lalu. Dalam kurun waktu singkat, PHR kini berada di puncak produksi minyak dan gas (migas) Indonesia yakni 172 ribu barel minyak per hari (BOPD).
 
 
"Alhamdulillah, hari ini PHR menjadi momen bersejarah bagi PHR di mana bertepatan dengan 2 tahun alih kelola Blok Rokan dan HUT Riau, produksi PHR di Blok Rokan mencapai angka 172.710 ribu BOPD, di mana ini merupakan angka tertinggi sejak alih kelola dan juga insyaAllah menjadi angka produksi migas tertinggi di Indonesia saat ini," kata EVP Upstream Bussines Edwil Suzandi.
 
Edwil mengatakan, capaian produksi tersebut juga tak lepas dari masifnya kegiatan pengeboran didukung dengan kinerja yang andal dan selamat. Sepanjang 2023, PHR telah mengebor sebanyak 825 sumur dan 84 rig pengeboran yang aktif," Kita juga berhasil mempersingkat waktu pengeboran hanya dalam waktu 5 hari. Jadi dalam sebulan itu PHR bisa mengebor sebanyak 30 hingga 40 sumur baru. Tentunya kita harapkan akan lebih produktif,” kata Edwil.
 
Namun demikian, Edwil menegaskan bahwa pencapaian apapun harus seiring dengan keselamatan pekerjanya. Ternyata dari peryataan tersebut, hal inilah yang menjadi rahasia bagi PHR dalam meraih kesuksesan di 2 tahun mengelola WK Rokan.
 
Dalam menjaga keberlangsungan produksi PHR dituntut untuk mengawasi lebih dari 46 ribu pekerja setiap harinya. Memastikan agar seluruh pekerjaan dilakukan dengan zero eccident.
 
"Jumlah karyawan kurang lebih 4500 orang, sedangkan pekerja dari outsourcing lebih dari 46 ribu yang bekerja di seluruh bagian dan ini harus kita monitoring setiap harinya dengan pengamanan serta intervensi cepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
 
PHR memiliki golden roles dalam menerapkan sistem security dan safety di wilayah kerjanya. Managemen PHR dituntut untuk dapat menjamin pekerja selalu sehat serta aman dan bisa pulang kerumah dan berkumpul dengan keluarga. 
 
Dalam aturan yang diterapkan, pekerja dituntut untuk melakukan medical check up secara rutin. Namun bagi pekerja yang memiliki usia diatas produktif maka diharuskan melakukan scanning dari dokter tertentu guna memastikan kesehatan tubuh mereka. Persyaratan dasar tersebut menjadi syarat penting jika ingin bekerja di dalam area WK Rokan.
 
Tidak hanya itu, PHR dalam melakukan pengawasan juga menerapkan sistem digital yakni pengoperasioan Digitalized HSE (Health, Safety, Environment) Frame, dengan memanfaatkan teknologi CCTV yang dilengkapi Artificial Intelligence. Harapannya agar semakin mudah melakukan pengawasan keselamatan para pekerja di lapangan secara real time. Pemantauan dan intervensi dapat langsung dimonitor dari command center.
 
Edwil menegaskan bahwa dari sejumlah kasus kecelakaan kerja di PHR tidak satupun korban merupakan karyawan PHR, melainkan tenaga kerja outsourcing. Oleh sebab itu dalam melakukan seleksi bagi perusahaan yang akan bekerja di WK Rokan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah diterapkan.
 
"Ada standar kerja bagi perusahaan yang beroperasi di WK Rokan telah diatur dan mengikuti standarisasi dari SKK Migas. Safety managemen sistem harus kami jaga dan terus diterapkan dalam melakukan berbagai aktifitas di lapangan. Tidak hanya itu, bahkan untuk menimbulkan kesadaran bagi pekerja kami melibatkan istri-istri mereka untuk mengkampanyekan keselamatan bekerja. Hal itu agar pekerja dapat termotivasi dan yakin dapat kembali kerumah dengan selamat," terang Edwil.
 
Sebagai perusahaan yang mengelola sebahagian besar ketersediaan energi nasional, PHR memang dituntut harus senantiasa profesional dan cekatan dalam menerapkan Safety managemen sistem di berbagai aktifitas.
 
Memang tidak mudah bagi PHR untuk memastikan segala sesuatu berjalan seperti yang diinginkan, dengan luas wilayah 6.264 kilometer persegi yang menjulang di tujuh kabupaten'kota dalam Provinsi Riau yakni Bengkalis, Siak, Rohul, Rohil, Kampar, Pekanbaru dan Dumai, terdapat 11 ribu sumur aktif dan jaringan pipa mencapai 13.000 kilometer atau dua kali jarak dari Sabang - Merauke.
 
Dari ladang minyak Sumatera tersebut telah menghasilkan 11 miliar barel minyak yang telah diproduksi dari sejumlah lapangan besar di Minas, Duri, Bangko, Bekasap, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan dan Pager,
Duri, terdapat lapangan produktif dan terbesar di asia tenggara yakni Duri dan Minas. Lapangan Duri telah diproduksi 2,7 miliar barel minyak untuk migas nasional.
 
Sementara di Dumai terdapat tank farm terdiri dari 16 tangki penyimpanan dengan total kapasitas mencapai 5,1 juta barel minyak dan Dumai Wharf merupakan pelabuhan dengan empat dermaga yang dapat menyandarkan kapal tanker berukuran besar.
 
Untuk mengamankan wilayah kerjanya, PHR memonitor segala kegiatan dan pengeboran di pusat informasi command centre dan PASOPATI. Disana dapat dilakukan pemantauan setiap aktifitas pengeboran secara real time dengan memanfaatkan Digitalized HSE Frame, CCTV yang dilengkapi Artificial Intelligence.
 
"PHR mencanangkan rencana kerja yang berfokus pada keselamatan, produktif dan efisiensi biaya baik dalam aktifitas pengeboran yang masif dan agresif. Untuk itu seluruh aktifitas kita pantau secara real time sehingga jika ada kesalahan dari pekerja atau insiden bisa dilakukan intervensi dengan cepat," jelas Agus Saepul Dahlan, Sr Manager D&C Operations.
 
 
Dalam pengoperasian wilayah yang mensuplai seperempat minyak mentah nasional ini, PHR tidak hanya mengedepankan keselamatan dengan mematuhi peraturan dan prosedur di tempat kerja. Lebih penting dari itu, keselamatan bagi perusahaan migas ini adalah bagaimana mengkomunikasikan kepedulian terhadap sesama.
 
Hal itu yang terus menerus ditekankan oleh Manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) diberbagai kesempatan termasuk saat melakukan sosialisasi Transformasi Safety PHR-Regional Sumatera dengan tema "Rasa Syukur adalah Energi" di Wilayah Kerja (WK) Rokan, pada 27-29 Maret 2023 lalu. 
 
Sosialisasi Transformasi Safety di WK Rokan ini dilaksanakan di berbagai blok dan kawasan kerja diantaranya Kantor Minas Garuda, Rig ACS Minas, Kotabatak Gathering Station, Rig Petapahan BDSI 27, Rig Lindai 30, LPT Duri, LPT Rumbai, SMF Area 6 Duri, Field Area 5 Duri, Kantor DSF/Gabus, Libo Gathering Station, Libo Camp, Bangko Camp, Bangko Gathering Station, Dumai Country Club, Conf. Room Marine HCT. 
 
Mengelola ratusan lapangan migas daratan dan lepas pantai dari ujung utara sampai selatan Pulau Sumatra, dengan profesional, tangkas, efisien, aman dan ramah lingkungan, serta memberi manfaat dan nilai tambah demi berkontribusi pada produksi migas nasional dan kebutuhan energi rakyat, PHR selalu memastikan dan mengingatkan para pekerja agar hendaknya saling peduli dan menjaga satu sama lain sehingga semua dapat pulang kembali ke keluarga masing-masing dengan aman dan selamat.
 
Dengan terus mengedepankan keselamatan, kepedulian dan optimalisasi produksi, PHR berhasil meneruskan prestasi yaitu melakukan lebih dari 400 pengeboran dan 8000 perawatan sumur, sehingga produksi mampu mencapai angka tertinggi dalam produksi migas di Indonesia yakni 172 ribu barel per hari.**
Share
Berita Terkait
  • 10 jam lalu

    Hari Buku dan Perpustakaan Nasional, APICAL Serahkan Bantuan Buku ke Sekolah dan Dinas Perpustakaan

    Tidak hanya itu, pada 10 Oktober 2023 lalu, Apical juga menerima penghargaan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Dumai atas bantuan hibah buku dalam rangka membantu p
  • 11 jam lalu

    Kejari Dumai Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Bandwidth

    Sehubungan dengan akibat kerugian yang timbul, penyidik akan berusaha mengoptimalkan pengembalian aset (aset recovery) selama proses
  • 16 jam lalu

    Peduli Keselamatan Jiwa Melalui Kegiatan Donor Darah, PT KPI Unit Dumai dan Sungai Pakning Sumbangkan 374 Kantong Darah

    PT KPI Unit Sungai Pakning juga menggelar kegiatan donor darah serupa yang berkolaborasi dengan Simpatisan Pendonor Darah (SIMPENDA) serta PMI Bandar Laksamana dan PMI Kabupaten Be
  • 16 jam lalu

    Perkuat Sinergitas Guna Mendukung Dekarbonisasi, PT KPI Unit Dumai Hadiri MUED 2024 dan Lanjutkan Program Biodiversity

    Agustiawan berharap bahwa dengan adanya kerjasama ini pihaknya dapat terus berinovasi dalam mengembangkan TJSL perusahaan guna menjalankan bisnis Kilang Minyak dan Petrokimia seca
  • Komentar
    Copyright © 2024 . All Rights Reserved.