• Home
  • Pelalawan
  • Lumba-lumba Langka Berusia 30 Tahun di Riau Dievakuasi
Senin, 21 September 2020 14:08:00

Lumba-lumba Langka Berusia 30 Tahun di Riau Dievakuasi

Kompas.com
Seekor Pesut dievakuasi BBKSDA.

PELALAWAN, globalriau.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor pesut atau lumba-lumba air tawar di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.



Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, evakuasi dilakukan bersama Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) KKP Pekanbaru dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

"Evakuasi pesut kami lakukan pada Sabtu (19/9/2020). Pesut yang dievakuasi berjumlah satu ekor, dengan panjang 2,2 meter berjenis kelamin jantan dan diperkirakan berusia 30 tahun," kata Suharyono, dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2020).

Namun, keesokan harinya, pesut pindah ke sungai di Desa Segati. Tim bersama masyarakat setempat melokalisir area dengan cara memasang penghalang berupa jaring pada dua sisi, yaitu di hulu dan hilir sungai berjarak 50 meter.

Namun, saat pengamatan pada Jumat (18/9/2020), pesut dapat melewati jaring pembatas dan bergerak ke arah hulu sungai sejauh tiga kilometer.

"Tim kembali melokalisir area tersebut untuk memperkecil ruang gerak pesut agar pergerakannya dapat terpantau dengan lebih baik. Sesuai hasil pengamatan dan observasi, tim menyatakan kondisi pesut dalam keadaan stabil dan normal, maka diputuskan untuk dapat dievakuasi keesokan harinya," kata Suharyono.

Evakuasi pesut dilakukan dengan menggunakan delapan unit perahu dan dua jaring. Usai ditangkap, tim memodifikasi alat angkut pada bak mobil sebagai media bak berisi air dengan menggunakan terpal plastik.

Pada saat yang sama, tim juga melakukan sosialisasi pada masyarakat Desa Tambak untuk selalu dapat berkoordinasi kepada BBKSDA Riau bila menemui kejadian yang sama, serta bersama-sama menjaga kebersihan sungai dari kegiatan pencemaran lingkungan.

"Setelah dilakukan observasi, ikan pesut dilepasliarkan kembali di aliran Sungai Kampar," kata Suharyono.(kpc)

Share
Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Walikota Dumai Serahkan RLH Kepada Warga

    Sebelumnya pada Juni 2022 lalu dimulai tahap pertama program rumah layak huni ini, ditandai dengan kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan di RT 01 Kelurahan Bumi Ayu Kecamata
  • 4 hari lalu

    Akui Masih Banyak Kekurangan, Wako Dumai: Kami Baru Bisa Susun APBD Tahun 2022 ini

    Kepada media, Johannes mengaku bahwa memang APBD yang bisa "dikuasai" oleh Walikota Paisal baru tahun 2022, oleh karena itu tahun ini mulai tampak program kerja dari penanganan ban
  • 5 hari lalu

    Walikota Dumai Pastikan Seleksi Penerimaan Tenaga Akutansi Profesional Tidak Ada Titipan

    Paisal menegaskan bahwa seleksi ini tidak ada titip titipan semua diseleksi secara profesional, karena pihaknya ingin mencari tenaga tenaga Akuntansi yang berkopeten.
  • 6 hari lalu

    Atasi Kemiskinan, Walikota Dumai Bakal Buka Gerai Baznas di DIC untuk Mempermudah Warga Bayar Zakat

    Komitmen pemerintah bersama Baznas saat ini dalam mengatasi kemiskinan akan diwujudkan dalam gerai yang akan dibuka di Dumai Islamic Centre (DIC) hal itu guna mempermudah masyaraka
  • Komentar
    Copyright © 2022 . All Rights Reserved.