• Home
  • Rohil
  • Polres Rohil Gagalkan Penyelundupan 30 Pekerja Migran
Minggu, 03 April 2022 21:07:00

Polres Rohil Gagalkan Penyelundupan 30 Pekerja Migran

(Dok. Istimewa)
PMI ilegal saat diamankan petugas.
ROHIL, globalriau.com - Tiga anak buah kapal (ABK) penyelundup pekerja migran Indonesia (PMI) ditangkap di Rokan Hilir, Riau. Mereka ditangkap saat membawa 30 TKI tujuan Malaysia.
 
Tiga orang yang ditangkap adalah Muhktar (68), Afidar (62), dan Sunaryo (30). Ketiga penyelundup tersebut adalah warga Rokan Hillir dan satu pelaku berinisial HR masih diburu.
 
Melansir detik.com, Kapolres Rokan Hikir AKBP Nurhadi Ismanto mengatakan para penyelundup ditangkap Jumat (1/4/2022). Penangkapan setelah diperoleh informasi ada penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI) tidak dilengkapi dokumen yang sah ke Malaysia.
 
"Berdasarkan informasi tersebut tim dari Polsek Sinaboi dan Satreskrim berangkat ke lapangan. Setiba di wilayah Tangkahan Kuala, Jalan Sukajadi Kepenghuluan Raja tim menemukan adanya 30 PMI," terang Nurhadi, Senin (4/4).
 
Selanjutnya 30 PMI diamankan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa yang menjalankan kejahatan itu adalah Mukhtar, Fidal, dan Sunaryo. Ketiga penyelundup langsung ditangkap.
 
"Hasil interogasi tiga tersangka mengakui akan membawa 30 orang warga negara Indonesia tersebut ke Malaysia. Mereka dibawa pakai kapal atau boat kapasitas 7 ton," kata Nurhadi.
 
Setelah diperiksa, ketiganya tidak bisa menunjukkan dokumen keberangkatan ke Malaysia. Ketiganya diupah Rp 1 juta per orang jika berhasil menyelundupkan PMI ke Malaysia.
 
Untuk operasional ketiganya mendapat Rp 5 juta di awal. Sementara para korban atau PMI diwajibkan membayar antara Rp 4-10 juta per orang untuk bisa sampai ke negeri jiran.
 
"Tiga orang yang kami tetapkan tersangka telah diamankan ke Mapolres Rohil untuk proses pemeriksaan lanjutan. Sedangkan 30 calon PMI ilegal dibawa ke posko PPMI Dumai. Mereka ini rata-rata warga Lombok, Bengkulu, Lampung dan sebagainya," kata Nurhadi.
 
Untuk barang bukti yang disita ialah satu unit kapal, uang tunai Rp 652 ribu, dan handphone. Sementara tersangka dijerat Pasal 81 jo Pasal 69 atau Pasal 83 jo Pasal 68 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.***
Share
Berita Terkait
  • 17 jam lalu

    Ops Lancang Kuning, Satlantas Polres Dumai Lakukan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

    Kasat Lantas Polres Dumai berharap, dengan dilaksanakannya Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2023 ini dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, menurunkan angka pelanggaran l
  • 17 jam lalu

    Kasi D Bidang Intel Kejati Berikan Penerangan Hukum di Pelalawan

    Dalam penyampaian narasumber menjelaskan Tindak pidana korupsi di Indonesia perkembangannya terus meningkat dari tahun ke tahun.
  • 17 jam lalu

    Asisten Intelijen Kejati Riau Lakukan Penerangan Hukum ke Kabupaten Rohil

    Dalam penyampaian materinya juga, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau Raharjo Budi Kisnanto, S.H., M.H juga menyampaikan upaya dari pencegahan tindak pidana korupsi salah satun
  • 17 jam lalu

    Bahas Proyek Pembangunan Strategis, Kasi B Intelijen Kejati Riau jadi Narasumber Program Tanya Jaksa

    Kasi B bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau Ali Rahim, SH., MH menjelaskan bahwa Pengamanan pembangunan strategis oleh Kejaksaan berupaya hadir dalam rangka sinergi dan membantu
  • Komentar
    Copyright © 2023 . All Rights Reserved.