- Home
- Dumai
- DKPP Gelar Bimtek Peningkatan Produktivitas, Dumai Siapkan Transformasi Besar Pertanian Modern
Sabtu, 23 Mei 2026 22:57:00
DKPP Gelar Bimtek Peningkatan Produktivitas, Dumai Siapkan Transformasi Besar Pertanian Modern
DUMAI – Pemerintah Kota Dumai terus bergerak cepat merespons pesatnya pertumbuhan kawasan industri dengan memperkuat sektor ketahanan pangan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemko Dumai secara resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Produktivitas Pertanian Kota Dumai di MaxOne Hotel Dumai, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan strategis yang melibatkan perwakilan kelompok tani dari seluruh wilayah Kota Dumai ini dibuka langsung oleh Wali Kota Dumai, H. Paisal.
Dalam arahannya, Wali Kota H. Paisal menegaskan bahwa sektor pertanian kini menempati posisi sangat strategis dalam menopang ekonomi daerah. Pertumbuhan masif kawasan industri dan pelabuhan Dumai disebut telah memicu lonjakan kebutuhan pangan yang sangat besar.
“Pertanian bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penentu tegaknya ekonomi daerah. Ini adalah peluang emas bagi para petani kita. Dumai memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok pangan utama di wilayah Sumatera, bahkan membuka peluang ekspor hortikultura ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” ujar Paisal.
Namun demikian, Wali Kota menegaskan bahwa target besar tersebut tidak akan tercapai apabila pola pertanian masih dilakukan secara konvensional. Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan serius mulai dari fluktuasi harga, tingginya biaya produksi, menurunnya kesuburan lahan akibat penggunaan pupuk kimia, hingga rendahnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian.
Karena itu, melalui Bimtek ini, Pemko Dumai mendorong perubahan paradigma besar menuju sistem agribisnis modern berbasis teknologi dan orientasi pasar.
“Pertanian bukan lagi tentang cangkul dan lumpur, tetapi tentang teknologi, data, pengelolaan pasar, dan keberanian untuk berubah. Kita harus bertransformasi menjadi agripreneur modern,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemko Dumai juga telah menyusun peta jalan pengembangan pertanian berdasarkan potensi wilayah di masing-masing kecamatan.
Kecamatan Bukit Kapur diarahkan sebagai sentra semangka dan palawija dengan dukungan teknologi irigasi modern dan penggunaan mulsa. Sementara Kecamatan Medang Kampai difokuskan pada pengembangan hortikultura seperti cabai, timun, nanas, dan gambas melalui sistem greenhouse dan irigasi tetes.
Adapun Kecamatan Sungai Sembilan diarahkan menjadi kawasan pengembangan sawit rakyat yang terintegrasi langsung dengan sektor peternakan guna menciptakan sistem pertanian terpadu dan berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas di sektor hulu, Pemko Dumai juga mulai mendorong hilirisasi produk pertanian pascapanen guna meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani.
Komoditas seperti nanas diharapkan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti keripik, jus, selai hingga dodol. Langkah hilirisasi ini diyakini mampu meningkatkan nilai jual produk hingga dua kali lipat sekaligus memperkuat kesejahteraan petani lokal.
Pada kesempatan yang sama, Kepala DKPP Kota Dumai, Elywarti, S.K.M., menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini merupakan bentuk komitmen nyata dinas dalam menjalankan kebijakan strategis Wali Kota Dumai di sektor ketahanan pangan.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kemampuan petani dalam mengelola usaha pertanian modern yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” jelas Elywarti.
Untuk memastikan transfer ilmu berjalan optimal, DKPP Kota Dumai menghadirkan lima narasumber kompeten dari kalangan akademisi serta perwakilan dunia usaha dan perusahaan agribisnis di Kota Dumai.
Jalannya diskusi dipandu langsung oleh Sekretaris DKPP Dumai, Agus Winarno, selaku moderator. Melalui standarisasi dan pelatihan ini, Pemko Dumai berharap terbangun sinergi kuat antara pemerintah, petani, akademisi, dan sektor swasta dalam mewujudkan visi besar Dumai sebagai pusat pertanian modern dan agribisnis pesisir Sumatera.**
Share
Komentar






