Minggu, 15 Februari 2026 17:55:00
Dari Balik Jeruji, Cahaya Qur'an Menyala: 21 Warga Binaan Rutan Dumai Khatam 30 Juz
DUMAI - Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Al-Maghfiroh di lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai, Minggu pagi. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sebanyak 21 warga binaan menorehkan capaian spiritual membanggakan dengan menuntaskan khatam Al-Qur’an 30 juz, sebagai simbol perjalanan hijrah hati menuju pribadi yang lebih baik.
Kegiatan religius yang berlangsung di Masjid Al‑Maghfiroh Rutan Dumai ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi bukti nyata bahwa harapan dan perubahan selalu memiliki ruang, bahkan di balik tembok pembatas kebebasan.
Dengan duduk bersaf rapi, para warga binaan melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh penghayatan, menghadirkan suasana yang sarat makna dan refleksi diri.
Di bawah bimbingan penyuluh dari Kantor Urusan Agama Kota Dumai, para peserta yang terdiri dari 11 warga binaan pria dan 10 wanita berhasil menyelesaikan bacaan Al-Qur’an secara keseluruhan.
Kesungguhan mereka menjadi potret bahwa pembinaan spiritual mampu menyentuh sisi terdalam manusia, membangkitkan kesadaran, dan memperkuat tekad untuk berubah.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Dumai, Agung Maulana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.
“Khatam Al-Qur’an ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan. Kami berharap momentum ini menjadi titik introspeksi diri, sehingga mereka lebih siap menyambut Ramadhan dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar Agung.
Ia menambahkan, selama bulan Ramadhan nanti, pihak Rutan telah menyiapkan berbagai program keagamaan, mulai dari sholat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, peringatan Nuzulul Qur’an, hingga berbagai kegiatan ibadah lainnya. Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi spiritual warga binaan dan membentuk karakter yang lebih positif.
Kegiatan khatam Al-Qur’an tersebut berlangsung lancar dan penuh hikmah. Setiap lantunan ayat seolah menjadi jembatan harapan, menghubungkan masa lalu dengan masa depan yang lebih terang. Di tempat yang identik dengan hukuman, justru tumbuh semangat perbaikan diri dan cahaya keimanan.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang perjalanan kembali kepada fitrah. Dan di Rutan Dumai, perjalanan itu dimulai dengan satu langkah sederhana namun penuh makna membaca, memahami, dan menghidupkan Al-Qur’an dalam hati.**
Share
Komentar






