Jumat, 23 Oktober 2026 14:51:00
Dari Hulu ke Hilir, Wako Dumai Paisal Fokuskan Penanganan Banjir Terintegrasi di 2027
DUMAI – Pemerintah Kota Dumai memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mengatasi persoalan banjir yang masih menjadi tantangan di sejumlah kawasan. Wali Kota Dumai, Paisal, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Pengendalian Banjir bersama jajaran Pemko Dumai, perusahaan, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Kota Dumai.
Rakor tersebut menjadi langkah untuk menyatukan persepsi dan memperkuat kolaborasi antarpihak dalam penanganan banjir secara menyeluruh. Persoalan banjir dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mengingat sistem aliran air saling berkaitan mulai dari hulu hingga ke hilir.
Paisal menegaskan, penanganan banjir tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dukungan perusahaan dan BUMN diperlukan agar berbagai persoalan teknis, mulai dari drainase, embung, pintu air hingga kanal, dapat ditangani secara terintegrasi.
“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar persoalan drainase, embung, pintu air hingga kanal dapat ditangani secara menyeluruh, dari hulu sampai ke hilir,” ujar Paisal.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus mendorong langkah penanganan yang lebih terarah. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya pengendalian banjir diharapkan tidak berjalan secara parsial, melainkan saling mendukung dalam satu sistem penanganan.
Sejumlah langkah menjadi perhatian bersama, di antaranya normalisasi embung dan kanal, pembangunan serta perbaikan pintu air, hingga peningkatan kapasitas drainase di sejumlah titik rawan genangan.
Upaya tersebut diarahkan untuk memperlancar aliran air, meningkatkan kemampuan saluran menampung debit air, serta mengurangi risiko genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain mendorong kolaborasi lintas sektor, Pemko Dumai juga menyiapkan dukungan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur drainase strategis pada 2027.
Paisal menyebutkan, sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian dalam rencana tersebut meliputi Jalan Putri Tujuh, Jalan Sultan Syarif Kasim, dan Jalan Yos Sudarso.
Pembangunan dan perbaikan drainase di kawasan strategis ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aliran air sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, terutama saat curah hujan tinggi.
“Pemko Dumai juga telah menganggarkan pembangunan dan perbaikan drainase strategis pada tahun 2027, termasuk di Jalan Putri Tujuh, Jalan Sultan Syarif Kasim dan Jalan Yos Sudarso,” ungkapnya.
Paisal berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan komitmen dan tanggung jawab masing-masing secara optimal. Menurutnya, keberhasilan pengendalian banjir membutuhkan konsistensi dalam pelaksanaan program, koordinasi yang berkelanjutan, serta kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur pengairan.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan setiap langkah penanganan saling terhubung sehingga persoalan aliran air di satu kawasan tidak menimbulkan dampak di kawasan lainnya.
“Saya berharap seluruh pihak dapat menjalankan komitmen dan peran masing-masing dengan baik. Dengan kerja bersama, kita ikhtiar meminimalisir banjir dan menciptakan Kota Dumai yang lebih nyaman bagi masyarakat,” tutup Paisal.
Melalui koordinasi lintas sektor dan rencana peningkatan infrastruktur tersebut, Pemko Dumai mendorong penanganan banjir yang lebih terintegrasi. Sinergi pemerintah, perusahaan, dan BUMN diharapkan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko genangan serta mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.**
Share
Komentar






