Senin, 16 Februari 2026 10:27:00
Gelar Operasi Bersama BNNK, Rutan Dumai Berkomitmen Putus Mata Rantai Narkoba
DUMAI - Dinding tinggi dan pintu besi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai, Sabtu pagi (14/2), menjadi saksi sebuah perlawanan sunyi namun penuh makna. Bukan perlawanan dengan kekerasan, melainkan perlawanan melawan musuh paling berbahaya yang kerap menghancurkan masa depan.
Dalam tekad membangun benteng pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas, Rutan Dumai menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Dumai menggelar penyuluhan bahaya narkoba yang dirangkaikan dengan tes urine bagi warga binaan.
Langkah ini menjadi bagian nyata dari komitmen besar mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba, atau yang dikenal dengan program Zero Halinar.
Suasana ruang penyuluhan berubah hening saat Penyuluh BNNK Dumai mulai memaparkan satu per satu dampak kelam narkoba. Bukan hanya merusak tubuh, zat terlarang itu juga menghancurkan hubungan sosial, merampas masa depan, dan menyeret penggunanya ke dalam jerat hukum yang panjang.
Kata demi kata disampaikan dengan lugas, menembus kesadaran para warga binaan yang mendengarkan dengan penuh perhatian.
Tak sekadar mendengar, warga binaan pun menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, bahkan berbagi pengalaman.
Momen itu menjadi titik refleksi, membuka ruang kesadaran baru bahwa masih ada kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki hidup.
Namun komitmen tidak berhenti pada kata-kata.
Usai penyuluhan, langkah nyata langsung dilakukan.
Tes urine digelar sebagai bentuk deteksi dini sekaligus pengawasan ketat. Satu per satu warga binaan menjalani pemeriksaan dengan tertib, di bawah pengawasan langsung petugas Rutan Dumai. Proses ini menjadi simbol transparansi, keseriusan, dan integritas dalam menjaga lingkungan rutan tetap steril dari narkoba.
Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari perang berkelanjutan melawan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk mewujudkan Rutan Dumai Zero Halinar. Setelah diberikan pemahaman, kami tindak lanjuti dengan pengawasan melalui tes urine sebagai langkah konkret menjaga lingkungan tetap aman, tertib, dan bebas dari narkoba,” tegas Enang.
Sinergi ini pun mendapat apresiasi dari BNNK Dumai. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan, sekaligus memastikan bahwa pemasyarakatan benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan ruang bagi peredaran gelap narkoba.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, penyuluhan dan tes urine ini menjadi simbol harapan. Harapan bahwa di balik jeruji, masih ada kesempatan kedua. Harapan bahwa kesadaran bisa tumbuh, dan masa depan bisa diperjuangkan kembali.
Di Rutan Dumai, perang melawan narkoba tidak hanya tentang penindakan. Ini tentang menyelamatkan manusia, memulihkan harapan, dan memastikan bahwa ketika pintu itu terbuka suatu hari nanti, yang keluar adalah pribadi baru, bersih, kuat, dan siap kembali ke masyarakat.**
Share
Komentar






