- Home
- Dumai
- Perkuat Pertanian, DKPP Dumai Gandeng HKTI dan BUMD Serap Aspirasi Petani, Siapkan Program Tepat Sasaran hingga Jamin Harga Panen
Rabu, 11 Februari 2026 20:10:00
Perkuat Pertanian, DKPP Dumai Gandeng HKTI dan BUMD Serap Aspirasi Petani, Siapkan Program Tepat Sasaran hingga Jamin Harga Panen
DUMAI - Komitmen memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Dumai kian nyata. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai menunjukkan kinerja progresif dengan aktif turun ke lapangan, memetakan persoalan riil, sekaligus merancang program berbasis kebutuhan petani.
Langkah itu terlihat dalam agenda koordinasi dan penjaringan aspirasi yang digelar bersama Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Dumai yang baru dilantik, Suprianto, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di Aula BPP Kecamatan Sungai Sembilan, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), penyuluh pertanian, hingga petugas POPT.
Sejak awal forum, DKPP tampil sebagai motor penggerak. Sekretaris DKPP Dumai, Agus Winarno, S.Hut, MM, menegaskan pihaknya tidak lagi bekerja secara administratif semata, melainkan langsung menyentuh persoalan teknis di lapangan melalui program rembug kelompok tani yang telah dan akan dilaksanakan di seluruh kecamatan.
“Rembug tani ini untuk inventarisasi, pemetaan sekaligus evaluasi kegiatan pertanian. Kami ingin tahu persis kendala petani, sehingga program yang dibuat benar-benar tepat sasaran, meningkatkan produksi dan kesejahteraan,” ujar Agus.
Menurutnya, pendekatan berbasis mapping tersebut menjadi fondasi DKPP dalam menyusun kebijakan strategis, mulai dari penguatan sarana pengairan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga pendampingan penyuluh secara intensif.
Langkah konkret DKPP ini mendapat dukungan penuh dari HKTI Dumai. Ketua HKTI, Suprianto, menegaskan organisasinya akan menjadi jembatan antara petani dan pemerintah daerah, sekaligus bersinergi erat dengan DKPP agar setiap persoalan di lapangan bisa segera ditangani.
“Saya ingin langsung turun, mendengar keluhan petani, dan mencarikan solusi bersama DKPP, BUMD, kelompok tani dan gapoktan,” tegasnya.
Beragam persoalan mengemuka dalam dialog, mulai dari keterbatasan pengairan, kebutuhan alsintan, hingga persoalan pemasaran dan harga hasil panen. Menjawab tantangan itu, DKPP bersama HKTI dan BUMD sepakat mendorong sistem pengairan terintegrasi, optimalisasi pengelolaan alsintan melalui UPJA, serta memperkuat peran BUMD sebagai offtaker atau bapak asuh petani untuk menjamin pasar.
Tak hanya berhenti pada level lokal, DKPP Dumai juga menyelaraskan programnya dengan agenda nasional, termasuk ketahanan pangan, swasembada pangan, modernisasi pertanian, perlindungan petani, serta pemangkasan rantai distribusi agar harga jual lebih menguntungkan petani.
Kolaborasi ini turut diperkuat kehadiran Deni Kurniawan dari BUMD Pembangunan Dumai, Koordinator Penyuluh Saframbuansyah, SP dari Kementerian Pertanian RI, para penyuluh pertanian, serta petugas POPT yang siap mendampingi petani dari hulu ke hilir.
Dengan pola kerja terstruktur, berbasis data lapangan, serta kolaborasi lintas sektor, DKPP Dumai menegaskan posisinya sebagai garda terdepan pembangunan pertanian daerah. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan pertanian Dumai yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mewujudkan cita-cita swasembada pangan dan kesejahteraan petani.
Di bawah orkestrasi DKPP, sinergi pemerintah, HKTI, BUMD, dan petani kini bergerak dalam satu barisan: memastikan sawah tetap produktif, hasil panen terserap pasar, dan petani Dumai makin sejahtera.**
Share
Komentar






