Jumat, 11 September 2026 05:45:00
SMAN 1 Dumai Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Berbasis Artificial Intelligence
DUMAI – SMA Negeri 1 Dumai terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran di era digital. Salah satunya melalui Workshop Peningkatan Kompetensi Guru untuk Pembelajaran Berorientasi pada Peserta Didik yang digelar selama dua hari di Ruang Pertemuan SMAN 1 Dumai.
Kepala SMAN 1 Dumai, Rafles, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, workshop tersebut diikuti sebanyak 64 guru SMA di Kota Dumai. Peserta terdiri dari 58 guru SMAN 1 Dumai dan enam guru dari sekolah mitra, masing-masing satu guru dari SMAS YKPP Dumai, SMAS Muhammadiyah Dumai, SMAS Budi Dharma Dumai, SMAIT Muslimin Dumai, SMAS PGRI Dumai, serta SMAN 8 Dumai.
Menurut Rafles, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat kapasitas tenaga pendidik, khususnya dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung kebutuhan dan karakteristik peserta didik,” ujar Rafles.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Lancang Kuning Riau, Dr. Syahtriatna, D. M.Kom. Kegiatan dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026, dengan materi yang berfokus pada pengembangan kompetensi guru dalam penerapan AI untuk pembelajaran.
Rafles berharap, setelah mengikuti workshop, para guru SMAN 1 Dumai maupun guru sekolah mitra dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan AI, kata dia, diharapkan tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, workshop dibuka oleh Pengawas Pembina, Setyo Sunarso, S.Pd. Ia mengapresiasi SMAN 1 Dumai yang tidak hanya melibatkan guru dari internal sekolah, tetapi juga memberikan ruang bagi guru dari sejumlah SMA mitra di Kota Dumai untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Setyo berharap penguasaan teknologi AI dapat membantu guru menghadirkan proses pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, tanpa menghilangkan peran penting guru sebagai pendidik.
“Dengan penguasaan AI untuk pembelajaran di kelas, kita berharap guru mampu menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran dan bermakna, serta tetap berorientasi pada kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antarsekolah sekaligus meningkatkan kesiapan guru SMA di Kota Dumai dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis teknologi.**
Share
Komentar






