• Home
  • Kampar
  • Usai Diperiksa 10 Jam, Saksi Kasus Korupsi RSUD Bangkinang jadi Tersangka
Selasa, 01 Februari 2022 20:07:00

Usai Diperiksa 10 Jam, Saksi Kasus Korupsi RSUD Bangkinang jadi Tersangka

Merdeka.com
Saksi kasus korupsi RSUD Bangkinang ditangkap.

PEKANBARU, globalriau.com - Sempat masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO) usai mangkir dari pemeriksaan sebagai saksi oleh Kejaksaan Tinggi Riau sebanyak 6 (Enam) kali, akhirnya Emrizal (49) berhasil di amankan di pulau Jawa, tepatnya di Surakarta. Senin (31/01/2022).

Buronan Kejaksaan Tinggi Riau ini akhirnya menjalani sejumlah pemeriksaan hingga pihak Kejaksaan menjebloskannya ke penjara.



Dia diduga merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan rumah instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang.

Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Riau, Rizky Rahmatullah menuturkan, Emrizal dibawa ke Kejati Riau dan diperiksa sebagai saksi pada Selasa (1/2). Setelah 10 jam diperiksa, status Emrizal naik menjadi tersangka.

"Setelah dipanggil sebanyak lebih kurang enam kali akan tetapi mangkir. Akhirnya dia ditangkap di Surakarta, dan diperiksa sebagai saksi. Kemudian E langsung ditetapkan sebagai tersangka malam itu juga," kata Rizky, Rabu (2/2).

Rizky melanjutkan, setelah diperiksa sebagai tersangka, pada pukul 22.00 WIB, Emrizal kemudian ditahan di Rutan Pekanbaru.

"Tersangka E akan ditahan selama 20 hari ke depan. Dalam waktu itu, kita akan melengkapi berkas perkaranya untuk selanjutnya dilimpahkan ke Penuntut Umum. Mudah-mudahan berkas perkaranya segera lengkap," ujarnya.

Proyek pembangunan ini dikerjakan pada tahun 2019 lalu, dengan sumber dana dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Kesehatan dengan pagu sebesar Rp 46.662.000.000.

Kegiatan pembangunan ini dilaksanakan oleh PT GUA selaku pemenang lelang dengan nilai kontrak sebesar sebesar Rp46.492.675.038,00, yang diduga pinjam bendera. Manajemen konstruksi (pengawas) dilaksanakan oleh PT FNK selaku pemenang lelang.

Sampai dengan berakhirnya jangka waktu pelaksanaan 22 Desember 2019 sesuai kontrak, pekerjaan tidak dapat diselesaikan penyedia sehingga selanjutnya dilakukan perpanjangan waktu 90 hari sampai dengan 21 Maret 2020, yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan akan tetapi pembangunan tetap tidak dapat diselesaikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik oleh ahli fisik terdapat item-item pekerjaan sesuai kontrak yang tidak dikerjakan oleh penyedia, dan berdasarkan perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor diperoleh nilai kerugian keuangan negara sebesar Rp8.045.031.044,14.

Dalam perkara ini, Kejati Riau sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu Ketua KONI Kampar, SD, sebagai pengatur proyek pemenangan lelang sekaligus pelaksana pekerjaan di belakang layar, pada proyek pembangunan ruang rawat inap di RSUD Bangkinang.

Kemudian MYS selaku pejabat pembuat komitmen. Kemudian RA, team leader pada manajemen konstruksi (pengawas).***

Share
Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Walikota Dumai Serahkan RLH Kepada Warga

    Sebelumnya pada Juni 2022 lalu dimulai tahap pertama program rumah layak huni ini, ditandai dengan kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan di RT 01 Kelurahan Bumi Ayu Kecamata
  • 4 hari lalu

    Akui Masih Banyak Kekurangan, Wako Dumai: Kami Baru Bisa Susun APBD Tahun 2022 ini

    Kepada media, Johannes mengaku bahwa memang APBD yang bisa "dikuasai" oleh Walikota Paisal baru tahun 2022, oleh karena itu tahun ini mulai tampak program kerja dari penanganan ban
  • 5 hari lalu

    Walikota Dumai Pastikan Seleksi Penerimaan Tenaga Akutansi Profesional Tidak Ada Titipan

    Paisal menegaskan bahwa seleksi ini tidak ada titip titipan semua diseleksi secara profesional, karena pihaknya ingin mencari tenaga tenaga Akuntansi yang berkopeten.
  • 6 hari lalu

    Atasi Kemiskinan, Walikota Dumai Bakal Buka Gerai Baznas di DIC untuk Mempermudah Warga Bayar Zakat

    Komitmen pemerintah bersama Baznas saat ini dalam mengatasi kemiskinan akan diwujudkan dalam gerai yang akan dibuka di Dumai Islamic Centre (DIC) hal itu guna mempermudah masyaraka
  • Komentar
    Copyright © 2022 . All Rights Reserved.