• Home
  • Bengkalis
  • Selama Karlahut, Sebanyak 221 Kasus Penyakit Akibat Asap di Rupat
Jumat, 08 Maret 2019 17:25:00

Selama Karlahut, Sebanyak 221 Kasus Penyakit Akibat Asap di Rupat

Seorang ibu dan anaknya penderita penyakit asap saat diperiksa oleh petugas kesehatan

BENGKALIS, globalriau.com - Musibah kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau selama bulan Febuari lalu, mengakibatkan masyarakat terjangkit berbagai penyakit yang disebabkan oleh kabut asap.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, hingga Rabu 6 Februari 2019, sebanyak 221 kasus penyakit. Secara rinci jenis penyakit meliputi, ISPA atau Influeza Like Ilness (ILI) sebanyak 184 kasus. Kemudian, penyakit asma 5 kasus, penyakit konjungtivitis 6 kasus dan penyakit dermatitis 12 kasus.

Dari 184 kasus ISPA atau ILI, sebanyak 42,49 persen terjadi pada kelompok umur 20-44 tahun. Kemudian 27,80 persen terjadi pada anak-anak kelompok umur 5-9 tahun. Sebanyak 24,70 persen terjadi pada balita dengan kelompok umur 1-4 tahun. Terakhir 7,90 persen terjadi pada bayi umur di bawah 1 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar, SKM, Kamis 7 Maret 2019, data-data penyakit tersebut berdasarkanupdating laporan setiap hari dari UPT Puskesmas Batu Panjang dan UPT. Puskesmas Teluk Lecah Kecamatan Rupat. Selanjutnya data yang diterima langsung diteruskan ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau

Untuk menangangi warga penderita penyakit kabut asap, Diskes Bengkalis langsung mengambil langkah cepat dengan cara mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) dan surveilans aktif. Hal ini penting, sebagai upaya penyembuhan kepada penderita dengan melakukan care seekingsesegera mungkin.

“Warga masyarakat yang menderita penyakit-penyakit tersebut telah dilakukan care seeking sesuai SOP yang berlaku oleh puskesmas yang ada,” ungkap Alwizar

Letak geografis Pulau Rupat yang berada di Pesisir Timur Pulau Sumatera dan berada di Selat Malaka sangat dipengaruhi oleh musim. Pada saat awal terjadinya kebakaran pada 25 Februari memasuki musim angin Utara. Yaitu angin berhembus sangat kencang dari arah Selat Malaka menuju continental Pulau Sumatera, akibatnya asap dari karhutla di Pulau Rupat tertahan di wilayah Dumai dan sekitarnya

“Bisa jadi faktor ini yang menyebabkan angka penderita ISPA dan penyakit lainnya akibat asap karlahut,” ujar Alwizar.

Share
Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Kades Puteri Sembilan Serahkan Bantuan Ratusan Bibit Tanaman Buah kepada Masyarakat

    Suyutno berharap dari bantuan bibit tanaman ini bisa membantu menjaga kelestarian lingkungan dengan pepohonan juga bisa membantu ekonomi masyarakat setempat.
  • 4 tahun lalu

    Wamen LHK Apresiasi Program Mitigasi Karhutla Kampung Gambut Berdikari, Binaan Kilang Sei Pakning

    Kegiatan yang dipusatkan di Arboretum Gambut Marsawa yakni hutan masyarakat di kawasan gambut yang masih bertahan dan merupakan bagian dari Program Kampung Gambut Berdikari.
  • 5 tahun lalu

    Rem Blong, Truk Tak Kuat Menanjak Hantam Mobil di Dalam RoRo Bengkalis

    Peristiwa terjadi akibat salah satu truk pengangkut pasir gagal menanjak untuk keluar pintu RoRo dan menghantam kendaraan dibelakangnya.
  • 5 tahun lalu

    Tak Terima Diputus Pacar, Mantan Napi Kembali Berurusan Dengan Polisi

    Lobo ditangkap karena membakar satu unit mobil Toyota Agya milik korban inisial M di rumah kontrakan korban Jalan HR Soebrantas Gang Sekapur Sirih Desa Wonosari Kecamatan Bengkalis
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.