• Home
  • Dumai
  • Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Dumai Belajar Mandiri Lewat Ketahanan Pangan
Selasa, 18 Agustus 2026 13:47:00

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Dumai Belajar Mandiri Lewat Ketahanan Pangan

Warga binaan bersama petugas dan peserta magang Rutan Kelas IIB Dumai menanam bibit kangkung sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian di lingkungan Rutan Dumai, Selasa (18/8/2026).

DUMAI – Tanah di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai tak sekadar menjadi ruang kosong. Di tangan warga binaan, petugas, dan peserta magang, lahan tersebut disulap menjadi tempat menumbuhkan harapan.

 
Pagi itu, Selasa (18/8/2026), sejumlah warga binaan tampak bergotong royong menanam bibit kangkung. Tangan yang selama ini berada dalam keterbatasan ruang justru diajak bersentuhan langsung dengan tanah, menanam, merawat, dan belajar bagaimana sebuah tanaman dapat tumbuh hingga menghasilkan.
 
Bagi Rutan Dumai, aktivitas tersebut bukan sekadar kegiatan bercocok tanam. Di balik setiap bibit yang ditanam, ada proses pembinaan dan harapan agar warga binaan memiliki keterampilan yang bisa dibawa pulang ketika masa pidana berakhir.
 
Program ketahanan pangan dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Rutan. Tidak hanya kangkung, sejumlah komoditas lain seperti kacang panjang, cabai rawit dan pakcoy turut dibudidayakan.
 
Tak berhenti pada tanaman hortikultura, Rutan Dumai juga mengembangkan budidaya ikan lele sebagai bagian dari upaya menciptakan kegiatan produktif dan berkelanjutan.
 
Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diharapkan mampu memberikan bekal nyata bagi warga binaan.
 
“Melalui kegiatan ketahanan pangan ini, warga binaan tidak hanya diajak untuk produktif, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Enang.
 
Menurutnya, keterampilan sederhana seperti bercocok tanam maupun budidaya ikan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
 
Di lahan tersebut, batas antara warga binaan, petugas, dan peserta magang seolah mencair. Mereka bekerja bersama, mulai dari menyiapkan media tanam, menanam bibit hingga merawat tanaman.
 
Sebab, yang sedang ditanam di Rutan Dumai bukan hanya kangkung, cabai atau pakcoy. Ada harapan agar setelah keluar nanti, warga binaan mampu menanam kembali kehidupan yang lebih baik.
 
Rutan Dumai pun berkomitmen terus mengembangkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Program ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan yang tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan, rasa tanggung jawab, kemandirian dan kepercayaan diri warga binaan untuk menatap masa depan.**
Share
Komentar
Copyright © 2026 . All Rights Reserved.